Posts

jam tiga pagi dan....

Image
saya belum bisa tidur, setelah percakapan singkat dengan dokter pribadi saya, Randhy F, ternyata blogging adalah alternatif penyaluran stress bagi Masters student yang jobless seperti saya. Bukan nggak baca jurnal akademik ya untuk mengisi waktu kosong, cuma harga travelling yang menyaingi harga sepatu idaman ini seperti meraung-raung meneror dompet saya. Maklum, perempuan kan, banyak mau. Mari kita bahas yang berbau mainstream (yeah, been talking about this a lot latetly). Ada tiga hal mainstream yang saya lakukan: listening to good music, liking gorgeous guys and looking fabulous. Menurut sebagian orang, sebagian jenis musik adalah sampah. Menurut sebagian lainnya, sebagian jenis musik adalah terbaik. Buat saya, musik sampah itu adalah Nicki Minaj. Seriously, I have NEVER hated any kind of music EVER; jazz pop rnb emo punk metal dangdut bollywood folks country, name it. I never hate anything until Nicki Minaj. I don't know her personally, of course, it's just something ...

this day last year

nope! not because it's tanggal 20 or something about Lebaran hari ke-dua. It's about being away for almost a year. I might sound berlebihan, but this feeling is terrible, the feeling of comfort being on my own, as well as the feeling of missing home, brothers and parents a lot. I'm imagining going back to Jakarta, smelling the humid air and the rudest traffic in the world, it could be better though compared to the loneliness of dawn when there was no adzan, or the expense of eating simple food. Inasmuch, I don't feel like meeting again with hypocrite people, and the dizziness of Indonesia's atmosphere. Rasanya this day last year saya masih puasa, menghitung-hitung hari menuju Inggris dan menjemput visa yang udah issued. It was really exciting, and up until now I am still grateful of being away, independent and challenged. It is fun exploring some of the best cities in the world, earning one of the best education place in Europe, experiencing the hype of meeting new...

I haven't got any minutes to sleep...

Image
So this breakthrough celebrity has gotten me amazed by how my editor wants her so bad. I managed to interview particular people in her life and got them saying for her. Mertua (tipikal ibu modern yang tinggal di kota metropolitan) Oh, menantu metal itu. Saya seneng ngobrol sama dia, seru dan dia pengetahuannya luas, juga sopan sama orang tua meskipun lama-lama saya bisa anggap dia temen kalo lagi belanja. Asisten Rumah Tangga (perempuan setengah baya yang sabar dan setia) Si Non itu senengnya makan yang nggak sehat, Bibi sampe sayang sama sayuran setiap hari sisa karena Non nggak makan sayuran seperti anggota keluarga lain. Mantan Pacar (pengacara sukses di kalangannya dan di level seumuran dirinya) Gua kenapa ya dulu putus sama dia? Yah, pokoknya anaknya bawel sih, posesif ya menurut gua, mungkin antara terlalu sayang apa takut kehilangan. Manager (bossy, perfectionist and well-planned person) She is absolutely multitalented, she's a triple thread to everyone in h...

I might have written this...

Image
Tertampar oleh twit salah satu rekan asik saya, Astrid, saya jadi kepengen curhat tentang apa yang (seharusnya) saya perjuangkan di disertasi Master saya. Tentang MTV. "@astridnaya: Pada masanya, bangun pagi jam 9 itu waktunya nonton MTV Land." Yeah, menurut saya bukan salah siapa-siapa. Lagi-lagi zaman yang sepertinya sudah shifting people through dan menerapkan evolusi dan seleksi alam pada umat manusia. Jaman dimana MTV adalah channel musik 24 jam yang memutarkan lagu-lagu dari masa keemasan nenek saya, hingga apa yang jadi tradisi lokal di Indonesia seperti Dangdut. Buat saya Amerika cukup lihai dalam menerapkan kapitalisme di negara dunia ketiga seperti Indonesia. Lokalisasi itu sendiri bagian dari effort mereka untuk menjangkau orang-orang seperti si mbak di rumah yang nggak doyan dengerin Westlife atau di kala itu terlalu sulit memahami arti lagu "Ooops I did it again" milik Britney Spears (meskipun nggak lama kemudian salon amatiran ramai dengan para ...

Degredasi Bangsa?

Dua puluh tahun lalu, saya hidup di lingkungan menyenangkan. Belum kenal nintendo, playstation dan internet. Sekeliling saya masih ramai anak-anak dengan layang-layang, sepeda onthel, patok lele, dan permainan benteng. Kala itu kemewahan gadget bukan hal yang biasa, justru kami (saya dan anak-anak seumuran saya) asik bermain di lapangan, entah dengan kelereng, karet gelang yang dirangkai jadi tambang elastis, atau layang-layang. Berlarian di gang-gang, makan es krim di dekat sekolah, hingga berkelahi memperebutkan layang-layang nyasar yang putus di udara. Seru, sportif dan sehat. Kami sering dimarahi orang tua masing-masing karena ketidakdisiplinan kami; belum ganti baju sekolah sudah lari ke lapangan dekat rumah, belum kerjain PR sudah jajan dekat pasar. Sepuluh tahun dari masa itu, adik bungsu saya bermain gamewatch, playstation dan rentang sepuluh tahun berikutnya mereka rajin main game online. Semua gadget yang tidak sanggup dibeli Papa Mama tergantikan oleh rental PS dan ...

What Lasts on Summer (part 2)

Sore itu kami berjumpa di taman dekat tempat saya kerja. Andreas terlihat banyak PR dengan beberapa rangkaian kasar dan design rangkaian bunga di tangannya. Saya sendiri memangku tas kerja saya berisikan laporan-laporan yang harus saya analisis malam ini di rumah. Sekian detik pertama kami bertukar kabar tentang pekerjaan kami belakangan ini. Tidak jauh dengan nasib saya, Andreas sedang menerima banyak pesanan untuk acara Natal akhir tahun nanti. Saya sendiri nggak sabar mengambil cuti dan berlibur sendiri ke Dili. "Apa kita seharusnya nggak ketemu lagi? Atau justru menjalin hubungan seperti abang dan adik?" Andreas akhirnya melontarkan pertanyaan di akhir tukar-cerita kami tentang sosok orang tua kami masing-masing. Saya diam cukup lama, menimang apa yang sepantasnya jadi jawaban terhadap pertanyaan ini. Ah, seandainya pertanyaan itu seperti 'Kamu mau nggak jadi pacar aku?' maka saya tidak perlu waktu bahkan sedetik untuk menjawab 'iya', sayangnya Andreas...

What Lasts on Summer (part 1)

Selamat ulang tahun Ayah. It's the third year I have lost my dad. Saya selalu heran beberapa bulan terakhir ini, menjelang ulang tahun papa tanggal 1 Agustus dimana saya sengaja ziarah ke makam beliau, saya selalu menemukan sepaket bunga mawar import di dekat nisannya. Jauh pikiran dari hal-hal berbau mistis atau apapun sejenisnya, karena saya yakin benar ini perbuatan manusia. Satu-satunya yang jadi clue bagi saya cuma nama florist yang tertera di tali dekat buket bunga tersebut, "Tania Florist". Tidak ada alamat, hanya nomer telepon, dan bukan jalan buntu tentu saja. Setelah 15 menit bernegosiasi lewat telepon, Tania Florist baru saya ketahui berposisi tidak jauh dari lokasi saya kerja. Esoknya, ketika hari Minggu, saya mampir ke Tania Florist untuk mengambil pesanan saya. Sengaja berskenario ulang taun boss besar, bunga yang saya pesan memang agak rumit dan butuh 'ketemu' untuk ilustrasi. Sesampainya di sana, benar saja, saya disuguhi berbagai konsep rangka...

I Stop Wondering

People would say expectation kills. It is not that I am disappointed of anything or anyone, not that I am being intimidated either. I just think it is unecessary to have a perspective that does not contribute to anything at all. Not to mention that everything happens for a reason, but I just feel like it takes so much of me and so much of my concern. So I stop wondering around, not to kill curiosity that always grows bigger in my head, but just to limit what I wanna take as something that matters, and what not. Full stop.

Massive Disappointment.

"Hello gorgeous!!! This is your soup, and.. oops... I completely forgot your coffee! Sorry about that, dear!" Prima menyapa Aldy yang sedang asik ngobrol di kantin kampus mereka bersama Thalia. Prima menggeser kotak makan siang yang disiapkannya untuk Aldy dan Aldy menerimanya dengan kikuk. Aldy hanya tersenyum terpaksa dan Thalia berhasil menyunggingkan senyum ramah melihat pasangan yang tidak pacaran itu. " Hey, so you guys look close, I smell something fishy here" Thalia mencoba terlihat natural dan tidak mau tahu urusan mereka " No, we're friends. I'm just a huge fan of this cute man! " Prima meninju lengan Aldy lalu duduk di sebelah Aldy tanpa menyentuhnya lagi. Ia tersenyum penuh arti sementara Aldy hanya tersipu. "Oh, so sweet! So okay, I'm gonna leave you guys alone as my class is about to start, and.. have fun! " Thalia mengembangkan senyumnya lalu beranjak tanpa persetujuan Aldy. " Okay, what was that?! " sen...

persembahan untuk sahabat

Image
so yeah, Have I mentioned this girl of my life; Babang? She's having birthday today (10/07). And I am so sad for not being there with her! Anywaaaayyy, I sent her a voice note from the person that she has crush on. Well, what do I tell about her? She's amusing! interesting, huggable, great listener and a really good friend . In this special post, after a nice present via BBM, I wish her the very happy life, in love, in career, in business, in health and in wealth. I wish her all the best and I wish to see her very very soon in October this year. I missed talking and laughing with her. Stubborn and anxious her is always the one that I love.   Happy birthday, Babangko sayang!!

The Analogy

Image
I'm totally psyched out of the Higgs Boson explored currently by CERN. Whereas I am not an experimental physicians, nor an alchemist, I'm not gonna discuss about any formula. Honestly, I'm gonna talk about how analogy was being used to present the idea of this invention . Menurut saya, hebat seseorang yang mengeksplorasi partikel dan atom atau senyawa lainnya yang bisa mengubah dunia serta isinya, menambah fungsi atau mempermudah kerja. Lebih hebat lagi yang bisa menganalogikan penemuan ilmiah ke dalam bahasa sosial menggunakan imajinasi anti-tabu sehingga orang awam sejenis saya paham gambaran besar penemuan luar biasa ini. Masih, saya masih menganggap kehebatan Tuhan diatas segalanya sebagai penguasa dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan. It was interesting seeing how menu and camera were being used to give a common knowledge analogy, seriously, I think creativity is beyond exact science in this sense. It's not like science is taking social for granted, it's no...

SEPULUH

Image
Udah sepuluh bulan saya di Leeds, jauh dari rumah dan keluarga. Kalo ada yang pengen saya temuin di Indonesia selain keluarga dan sahabat, inilah random people yang semoga bisa punya kesempatan ketemu dan have time sama mereka: 1. Arief Bramantyo - the one and only him. we promised eating out at Burger King as he is now a carnivore! haha. 2. Andi Michael - udah lama ngefans sama bassist-nya Afterclass ini, sayangnya malah sempet pacaran sama gitarisnya :D 3. Arif Tirtosudiro - announcer, music director, producer radio 94,7 UFM Jakarta. Aduh mak suaranyaa!!!! 4. Chairun Rezki - best friend of the century, semacam mau menggila sama dia gitu ya!! lots to tell banget deh! 5. Jane Amelia - oh god, she's everything; fashion advisor, eat mate, shopping partner, love sharer! everything! 6. Randhy Fazralimanda - the doctor, the brother, the crazier, the hero, the man! 7. Boce Maniek - dari jaman belum ke Leeds, doi pengen banget drop gue ...

Eropa sejuta cerita.

Image
Malam terakhir di Espagna, Seperti haus bercerita, Ratusan jam berlalu tanpa rekan setara, Rasanya baru kemarin apply visa, Sekarang sudah siap trip kedua. Eropa, sensasinya penuh makna. Isyarat sang Penguasa. Saya banyak diam dalam bicara, Bukan habis bahan ucapan, Tapi ingin lagi melihat apa yang cenderung terlewat. Sepintas saya tertawa, lalu earphone di sepasang telinga memicu air mata. Pergi sama master di bidang transport ini kualitasnya nggak sebanding sama master di bidang planologi, sosiologi, arkeologi, filosofi, politik maupun theologi. Pun saya tetap belum enggan bersyukur, seperti Tuhan masih terus mau membisikkan kehadirannya di sela hembusan nafas dan detakan nadi saya. Seperti ada yang hilang saat angin mengeringkan basah air wudhu di kening saya. Tapi selalu mengembun di pergelangan tangan kiri, menari mengayunkan imajinasi tentang Ilahi. Tentang misteri, yang selalu saya cari. Eropa, sejuta cerita.

Arief Bramantyo and Train de Vie

Image
I'm writing this as my train to London got stuck because of an accident somewhere near the next station. And I intend to fulfil my promise to write about my (shall I say ex-) bestfriend I have ever had in my entire life, Tyo. I am in doubt if I really have to address our friendship as dating because I don't think I have ever felt that deep feeling to other friends no matter how close we were. Yet, we felt like we were free to fall in love for other people, while in fact I was dating 3 men when Tyo and me were still in our bestfriend-ship. Firstly met in a theatre project Somebody Famous, where Tyo was the director and I was the cast, I didn't think that we would be more than 'director and cas'. I told Tyo lots of things and life perspective, complexity and interests. Him? He taught me how to enjoy James Iha, The Wave Pictures, Morrissey, Amy Winehouse, and other what-so-called-non-mainstream things, our talk-quality was always adorable and out exchange of imagi...

seriously attached.

Image
Today, 9 June 2012, I officially registered my blog domain into www.tulisanhampa.com. I am no longer using 'blogspot' term in my web address and this means I need to seriously write from now on. Paid domain name is the most ridiculous thing I have ever had so far in my life. I mean, who does even open my web page but spam and random tracking search result from Google? HAHAHA. I am keen to it from now, so beware if you really are the loyal reader of my blog. "Stalking and researching have a slight difference, as well as flattered and annoyed." Beware and enjoy!

Poisonous Love (via Tumblr)

I meant to post this story here, but it turns out Tumblr is more accessible from my Blackberry. Enjoy!

the multitasker with one heart

my mom is a multitasker. she cooks, she dances, she sings and she acts. she drives, she teaches, she cleans, she washes, she does almost everything. it might be different than my dad's, but my love to her is just as big as her sacrifice to the family. she definitely does everything but three things: betraying her god, betraying her husband, and producing cement. she totally rocks. her smile is the warmest welcome i have ever felt when i'm too exhausted from school. her cook is the most delicious compared to dad's office catering. her voice is the softest we all ever heard every morning from the kitchen. her prayer is the best amongst all the most beautiful wish ever happened in this earth. god have put her in the best place in everyone's heart. and no one would ever hate her no matter how annoying she is sometimes when she's flipped out. she definitely does everything. i love my mom, a multi tasker with one heart.

An MA candidate is a human.

Saya udah tiga hari ini sering salah kirim BBM karena nggak fokus sama apa yang saya lakukan. Kayaknya predikat multitasker yang pernah dikasih Adimas ke saya harus dicopot dari mindset ini supaya nggak ke-pede-an dalam mendeskripsikan diri. Desi Anwar juga bilang kebanyakan dari manusia adalah delusional terhadap dirinya sendiri. Mungkin saya gitu; menganggap diri saya di atas rata-rata dan merasa unik ataupun berbeda. Unik dan berbeda. Males rasanya kembali ke definisi dan belajar lagi tentang filosofi. Bukan saya nggak suka berpikir secara mengakar, tapi lebih ke efisiensi waktu dan signifikasi hasil pencernaan otak atas segala detail hidup dan kosa kata penjabarannya. Biasanya saya suka berpikir keras tentang hal yang orang mungkin nggak peduli atau anggap rumit. Toh akhirnya buah pikiran saya juga pasti nggak ada kontribusi nyata terhadap saya sendiri atau orang lain. Saya terjebak dalam halusinasi, khayalan dan utopia serba sinis tentang banyak hal. That means multidimensio...

to really remember, and realise.

Image
I thought there was someone who predict that technology would be a new God. Am I right? Dari sekian hari yang gua laluin dalam hidup ini, statistik kasar gua menunjukkan 90% dari hidup gua adalah utilitas dari teknologi. Kening gua agak berkerut mengetik kalimat barusan, bukan karena eksotisme menulis hal yang sifatnya kuantitatif, tapi lebih ke... bener nggak sih sebanyak itu? Mari kita rekap secara kasar kegiatan sehari-hari kurang lebihnya gimana.... 1. Bangun tidur dibantu oleh alarm di Blackberry. Regardless suara apa yang gua pake untuk dijadikan alarm ya ;) 2. Gua mematikan lampu kecil dan menyalakan lampu besar supaya lebih terang solat subuhnya. Regardless my idiotic question to thank Thomas Alfa Edison or James Watt untuk masalah per'lampu'an ini. 3. Nyalain keran air, memastikan suhunya nggak terlalu panas atau dingin buat wudhu. Regardless merk wastafel atau merk keran yang harus gua mention disini. 4. Hap-hap minum segelas air putih hangat setelah solat d...

jilbab biru dari calon suamiku

"Syukron Tasya, Tyson udah sempat datang" Anisa memelukku di pelaminan saat aku bersalaman dengannya. Ahmad hanya tersenyum memandang Tyson dan aku mengenakan pakaian batik serasi hari itu. "Barakallah, Akh, Ukh.. cepet punya momongan biar aku jadi Om, hehehe" Tyson tertawa renyah menyambut wajah Ahmad yang tersipu malu mendengar ucapannya. Kami beranjak ke beranda rumah mewah Anisa, dari atas terlihat taman terbentang luas beserta puluhan orang dibawah yang sedang menikmati hidangan resepsi dengan sanak keluarga dan teman mereka masing-masing. Aku menatap anak-anak kecil berlarian dekat kolam ikan dan sesekali ikut tertawa mengamati tingkah laku mereka. Tyson berdiri membelakangi dinding balkon dan meletakkan kedua sikunya di atas dinding rendah tersebut. Jarak kami sekitar setengah meter dan posisi tubuhnya direndahkan sehingga telinga kanannya sejajar dengan telinga kiriku, berdiri bersampingan dengan pandangan mata berlainan. "Kamu masih cemburu sama ma...