first week wrapped: an angle I can share with you
Minggu pertama PhD ternyata bukan tentang teori. Bukan tentang metodologi. Apalagi tentang kontribusi ilmiah. Ini tentang duduk di ruang kelas, mendengar orang lain berbicara sangat percaya diri, lalu dalam hati bertanya: “ Oke… aku harus summarise dan synthesise berapa artikel malam ini?” Reading list minggu pertama terasa seperti pesan singkat dari semesta: “Selamat datang. Silakan baca 312 halaman sebelum Selasa.” --- Selama ini aku terbiasa jadi yang menjelaskan. Tiba-tiba sekarang aku yang mencatat cepat-cepat supaya tidak terlihat terlalu blank. Skill paling penting dan paling berguna di minggu ini adalah bukan critical thinking, tapi mengangguk and making the face like you get it. YES FAKE IT TIL YOU MAKE IT. And it happens, the impostor syndrome cameo. Ada momen di mana aku merasa semua orang sudah membaca buku yang belum pernah kudengar namanya. Tapi kemudian aku sadar: mungkin mereka juga sedang pura-pura tenang. --- Ternyata yang membuatku bertahan bukan teori si...