Kisah Lebaran Umar Soghiro
Ada yang berubah dari cara Umar melihat lebaran sejak dia tinggal di Jepang. Dulu, lebaran itu selalu datang dengan sendirinya. Tanpa perlu dipikirkan. Tiba-tiba saja rumah sudah ramai, dapur sudah sibuk, dan suara takbir terasa dekat, hampir seperti memeluk dari segala arah. Sekarang, lebaran terasa seperti sesuatu yang harus dia cari sendiri. Ini lebaran ketiganya jauh dari rumah. Dan malam ini ia berjanji akan jadi Lebaran terakhirnya jauh dari keluarga. Umar bangun, duduk sebentar di tepi tempat tidur, mungkin sambil mengingat hari apa ini sebenarnya. Hari raya. Tapi rasanya tidak sepenuhnya seperti hari raya. Dia tetap bersiap. Memakai baju terbaik yang dia punya di sana. Bukan karena ada yang melihat, tapi karena dia tahu, di rumah, ini hari yang selalu diperlakukan dengan istimewa. Salat eid dia jalani bersama orang-orang yang juga sama-sama jauh dari rumah. Mereka saling tersenyum, saling menyapa, terlihat juga beberapa melakukan video call ceria dengan keluarganya. Umar hanya ...