The Day I Started My Ph.D
Being in a new place that is not so new; Jogjakarta. Jogja selalu punya cara aneh untuk menetap di hati. Bukan dengan gemerlap, bukan dengan ambisi yang teriak-teriak. Tapi pelan. Tenang. Kayak orang yang duduk di pojok ruangan, nggak banyak bicara, tapi begitu kita sadar… dia sudah jadi rumah. Aku menyimpan Jogja lama. Sejak versi aku yang masih belajar mengenal diri, belajar jatuh dan bangun tanpa banyak saksi. Kota ini seperti jeda panjang dalam hidup —tempat di mana napas bisa ditarik lebih dalam, dan pikiran nggak harus selalu buru-buru. Jogja itu rasa. Bukan cuma koordinat geografis. & Now I'm coming back. Bukan sekadar pulang, tapi datang membawa mimpi yang dulu hanya berani diucapkan dalam doa paling sunyi: a doctoral degree. Starting my PhD here feels surreal. A dream come true, truly. Ada momen-momen ketika aku duduk sendiri, membuka buku, lalu berhenti sebentar karena air mata jatuh tanpa aba-aba. Ya Allah, aku sampai di titik ini. Bukan karena aku paling hebat. Tapi...