Posts

Showing posts with the label prayer

You Matter

 Dear Self You matter. You play an important role in this life, and you are important to some individuals. Not a few people are expecting and hoping a lot from you. You have to stay sane and you have to stay strong. You are the place to go for your kids, you are the core of their education. You are awaited and anticipated. No matter how painful days can be, or saddening situation might be. No matter how hard tasks hit you, and no matter how bitter life can turn, you have to stand up and stand still. Rest your problems and thoughts to Allah. Let shalah and sabr be your rescue in any situation. Don't stop believing that Allah listens, He forgives and He loves you. Remember, whatever happens, you have to remain resilient, persistent and sane. That's the key. best regards yourself

Di Antara Rahasia Rahasia Allah

Aku catatkan beberapa malam yang menjadi salah satu rahasiaku dengan Allah. Malam-malam yang kusimpan sendiri, yang katanya disaksikan malaikat dan Allah di setiap menitnya. Aku catatkan banyak doa dan minta, salah satunya ampunan dosa. Aku juga catatkan banyak rasa dan kekhawatiran akan hari depan. Hari yang kadang menakutkan kadang aku harapkan. Di antara rahasia rahasia Allah, salah satunya adalah ampunan, yang selalu dambakan. Di antara rahasia rahasia Allah, aku selipkan permohonan akan adanya perjumpaan.

What does A Heart made of?

Aku selalu bilang pada diriku sendiri, bahwa hatiku terbuat dari rahmat Allah. Aku nggak tau persis apa maksudnya, tapi aku yakin, hatiku ini terbuat dari zat yang sebegitu hebatnya sehingga setelah bertubi-tubi dia dipecahkan, serpihannya berajut lagi jadi kepingan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Aku juga merasa, hatiku begitu lembut dan rapuh. Yang bisa dilakukannya cuma zikir dan menyebut asma Allah. Udah, hanya itu yang konsisten dilakukan. Kapasitasnya seperti nggak berukur, dan nggak bisa didefinisikan sedalam dan seluas apa, terlepas betapa selalu penasarannya aku. Belakangan, hatiku rindu pulang. Aku juga nggak tau, pulang apa dan kemana. Mungkin ke tanah akhirat? Apa hati ini sudah selelah itu? Kalaupun iya, hati sedang tidak sejalan dengan fisik dan dunia. Fisikku masih berjalan dan dunia juga masih berputar. Hatiku sudah ingin berhenti. Terbuat dari apa hati ini?

Hati atau Lapangan?

I remember seeing a post from a friend saying that: mau sekecil apapun masalah dan perihal, kalo masuk ke hati yang kecil akan terasa besar dan hatinya jadi sempit. Begitupun betapa besarnya masalah dan perihal, kalo masuk ke hati yang lapang, tetap nggak akan nghabisin space di hati orang tersebut. Buatku, nggak butuh jadi orang religius untuk merasakan yang namanya "iman" dan quote di atas bener banget. Masalah sekecil apapun, kalo masuk ke hati yang kecil, sempit dan sesak, pasti terasanya jadi masalah besar yang bikin sesak. Sedangkan masalah sebesar apapun, kalo masuk ke hati orang yang lapang, maka ngga akan makan lahan yang berlebihan dan orang itu masih bisa berlega-lega ria. Buatku, ini bagian dari iman. Aku yakin yang Allah membesarkan dan mengecilkan hati manusia. Abis kalo bukan Allah, apa atau siapa lagi? Pengetahuan manusia kah? Nggak juga, banyak orang intelek yang susah ikhlas dan ridho sama suatu hal. Pengalaman manusia kah? Nggak juga, orang tua dengan banya...

lapangnya hatiku

Wahai Tuhan yang melapangkan hatiku, Nggak paham lagi seberapa besar Dirimu yang melapangkan hati ini, menawar rasa sakitnya, & mendekap saat ia sendirian. Yaa Syakur. Terima kasih :)