Posts

Showing posts with the label #TheComebackChapter

The Superstitions You Hate (or Ignore)

Image
As someone who believes in superstitious things, I merely rely myself on my salah. I know, it might sound so dumb to some people; how you rely on a performance of a few meditating rituals, five times a day, reading some sort of spells, and pouring your heart into an absurd thing called 'faith'. I know. But to some others, it's like a safe space almost like an escape. To me, last minute rescue. Let me tell you a story of how one night I was so desperate about things I cannot control in life, and I went to perform my salah. And magically the problems were gone. Ada fase di hidup gue di mana semua pintu rasanya ketutup rapi. Bukan dramatis yang teriak-teriak, tapi jenis putus asa yang sunyi. Yang bikin dada berat, kepala rame, tapi ke orang lain cuma bisa bilang, “gapapa kok.”  Malam itu gue sampai di titik:  Oke. Kayaknya gue udah mentok. I don't think I can do this. There goes my plan Z: I performed tahajjud. Just as an escape route, and hoping that at least I can medit...

Menyalakan Obor Nostalgia

Image
Iya, OBOR. Bukan cuma api biasa. Obor itu edisi api gede yang dwifungsi - memperindah atau menghanguskan. Ini catatan weekend ku yang rollercoaster. Siap? --- Awalnya cuma iseng. Gue nyalain lagi grup WhatsApp SMA yang udah lama sepi. Grup ini isinya temen-temen satu angkatan, plus beberapa adik kelas dan senior—termasuk dua orang mantan gue (yes, dua 😅). Bukan, bukan karena pengen balikan. Gak ada unfinished business, gak ada perasaan yang bersisa. Gue cuma... pengen bernostalgia. Pengen ngobrol seru lagi kayak dulu. Kadang kita tuh kangen masa-masa lugu dan polos, ketawa karena hal sepele, atau bahas momen-momen absurd pas SMA. Dan ternyata, berhasil. Grup mulai hidup. Satu dua orang mulai nimbrung. Obrolan ngalir ke arah yang menyenangkan—tentang siapa yang masih sering ketemu siapa, tentang guru yang dulu killer sekarang jadi pejabat negara, sampai soal siapa yang dulu sering kena hukuman atau ikut organisasi. Gue ikut nimbrung juga dong. Ikut mention temen-temen, termasuk satu ...

Kelas Realita, Cinta dan Anak Bahasa

Image
Tadi siang gue baru aja balik ke SMA gue. Bukan cuma sekadar nongkrong atau nostalgia, tapi kali ini gue diundang jadi pembicara di acara OSIS & MPK. Dan jujur, sih, rasanya campur aduk. Gila, gue yang dulu cuma anak polos kelas X yang bingung mau ngapain, sekarang bisa berdiri di depan adik-adik kelas yang lagi penuh semangat dan ambisi. Begitu gue masuk ke area sekolah, gue langsung disambut sama banyak tempat yang penuh cerita. Pemandangan ini bener-bener ngingetin gue betapa banyak yang udah gue lewatin di sini. Dulu gue merasa canggung, bingung, bahkan kadang merasa gak percaya diri. Tapi ternyata, semua itu berawal dari momen-momen yang ada di sekolah ini. 1. Kelas X: Dari Kelas yang Gelap ke Panggung Kehidupan Kelas gue dulu berada di sudut gedung yang agak jauh, jadi jarang kena sinar matahari. Tapi entah kenapa, di ruang itu banyak banget momen yang akhirnya bikin gue mulai belajar lebih banyak tentang diri gue sendiri. Waktu itu, gue masih belum tahu apa yang harus dilaku...

The Comeback — Stronger, Rooted, and Ready

Image
There’s a certain kind of strength that grows quietly — not in boardrooms or on stages, but in the stillness of midnight feedings, in the chaos of family dinners, and in the heart of a woman who wears many hats. That’s where I’ve been. Not gone, but fully present . For the past season of my life, I stepped away from public projects, paused my creative pursuits, and leaned fully into my roles as a mother, a wife, a full-time lecturer, and a multi-tasker juggling countless side gigs. My hiatus wasn’t about burnout. It was about intentional living. About choosing presence over performance, depth over display. I’ve been busy building a life — not just a résumé. Image generation from AI - my precious family. What the Hiatus Taught Me During this time, I learned that strength doesn’t always look like pushing harder. Sometimes, it’s found in surrendering to what matters most. I learned to find joy in the messiness of motherhood - mbak Siti left and her substitutes aren't just substituti...