Surat Thaha dan bisikan ketakutan
Pagi ini aku membuka Al-Qur'an seperti biasa. Tidak sedang mengejar target khatam. Tidak sedang mencari jawaban atas masalah tertentu. Hanya membaca. Lalu aku sampai pada Surat Thaha. Entah kenapa, pagi ini rasanya berbeda. Aku tidak sedang membaca kisah yang baru pertama kali kudengar. Justru sebaliknya. Surat Thaha adalah salah satu surat favoritku sejak lama. Di dalamnya ada begitu banyak hikmah yang selalu membuatku kembali lagi: kisah Nabi Musa yang berbicara langsung dengan Allah, doa yang begitu terkenal dan sering diamalkan oleh para public speaker, hingga cerita yang secara historis dikaitkan dengan masuk Islamnya Umar bin Khattab. Aku sudah membaca kisah-kisah itu berkali-kali. Tetapi pagi ini, aku tidak sekadar membacanya. Aku merasakannya. Mungkin benar, Al Qur'an berbicara pada siapa yang membacanya. Dan rasanya begitu personal lalu tanpa sadar, air mataku mengalir. Mungkin karena pikiranku melompat pada kisah lain yang selama ini sering kita dengar: Isra' Mi...