Posts

berselang lima tahun

12 Februari 2012 Sirene keras memekakkan telingaku di terminal 2E Bandara Soekarno Hatta. Serentetan mobil tentara dan beberapa motor bersirene melintasi jalanan tempatku akan menyebrang bersama dua koper raksasa. Aku dan kepulanganku ke tanah air rasanya cukup kaget menerima sambutan seperti ini. Pasalnya aku berharap orang tuaku akan menjemputku, atau adikku paling tidak. Tiba-tiba seorang anggota militer berbadan tegap turun dari motornya dan menghampiriku. "Permisi, Selamat Siang, maaf meganggu" Aku mengangguk membaca badge "tentara nasional Indonesia, angkatan laut" di sekitar dada dan bahunya. "Anda dari mana?" "Saya dari London, baru pulang Pak" "Bisa tolong tunjukkan paspor dan dokumen visa Anda?" "VISA ke Inggris pak? kan udah nggak dipake, paspor aja ya" aku mengeluarkan paspor dari ranselku, menyerahkan padanya dan memperhatikan mimik wajahnya yang serius. Mungkin aku pernah ketemu dengan dia sebelumnya, agak fami...

sedikit serius

Yes, aku lg nntn TV, ovj sih (mudah-mudahan nggak hina karena aku jarang sekali nonton TV). Aku liat iklan2nya ciamik ya jaman skr. Bener2 impresive, tp ditilik lg dr segi 'jualan' dan 'marketing' yeah, aku hrus setuju sm pak sumardy yg tempo hari dituntut dgn alasan teror krn dia menggunakan peti mati itu sarana promosi. His religion is 'word of mouth' promotiin, dan dia berhasil kala itu. Aku setuju bahwa kalo mau jualan, ya make something that wouldn't only be talked about, but also kepoed about and make people really want to 'feel' or 'taste' or apalah itu dlm langkah konatif. Mungkin teknik 'word of mouth' harus dikembangkan, tp dengan cara dan tema yang proper ya pastinya. With full respect to advertising people, I love their ideas, very berry much. Bukan karena aku punya banyak temen disana, tp memang ide iklan jaman sekarang beneran bagus (regardless yg copycat dan pointless itu ya). Udah sih, just saying aja. Mudah2an pe...

di balik sebuah hastag dan partitur

Teori dasar dari sebuah hubungan adalah ketidakperluan akan suatu hal yang namanya "over-posesif" alias perasaan terlalu memiliki. Gua nggak pengen sok filosofi menjabarkan definisi dan elaborasinya. Gua cuma mau cerita, bahwa suatu hari, gua merasakan sikap over-posesif itu nggak pernah salah. Karena kalo sampe gua nggak tahan dengan sikap itu, nggak mungkin gua bisa ngetik ini, hari ini. Lima tahun lalu, adalah peringatan satu tahun gua sama pacar gua, Abby. Kami sedang bersitegang karena Abby ngotot gua harus berhenti dari dance company gua, lalu ikut dia untuk nerusin usaha orang tuanya. Abby padahal tau persis bahwa hidup gua hanya bergantung pada nari. Sejak gua umur 7 tahun, warisan yang ditinggal sama orang tua gua hanyalah bakat main piano (dari papa) dan ballet (dari mama). Wajar kalo hari ini gua bener-bener kesal sm Abby yang seenaknya memotong garis hidup gua cuma karena gua terima lamarannya jadi istrinya. Abby bilang kehidupan penari itu bebas dan nggak be...

teleport

She was sleeping in the huge couch in the castle. Greg has known her secret power: teleport. He watches her in fear, just in case she suddenly disappear to the dangerous circuit of car race. Last week, he remembered she was trapped in the backyard forest of their castle. She teleported herself there. Since then, he set up hidden cameras and security guard all over the neighbourhood. Last night, he finished set up additional cameras in the city border. "Your majesty, breakfast?" Sopran only received a head-shake from Greg. He's not in the mood to eat. He keeps his eye on her all the time. He looks deeply and suddenly he knows that she is having a sight in her sleep. Greg started to worry. "Greg!" She opens her eyes as she called him. "What happened?" Greg approach her. "I saw a fire!!!" She screams in panic. Runs out of the room, through the hallway, she's running all over the front yard and going off the castle. Greg is after her...

our first threesome

I remember it was raining. You were wearing your long sleeved shirt. I was wearing my homey pjama. It was raining and you turned me on. It was raining and you didnot take off your shoes. It was raining and you gave me the eternal coat. I remember we were sitting in the couch. We started out talking about coffee. We started out taking off the world. We mocked the night wind and rain. We surrender to the future. Because it was raining and you turned me on. It was, baby, raining and you didnot take off your shoes. It was raining, and baby, you didnot take it all that I gave. It was our first threesome. I didnot reassure we'd have the second one, But at that minute, you reassure me you're gonna love me less, everyday. You're gonna love me less and less. Unless we have you a new pair of shoes. It was raining and you turned me on. Now it is again, raining, and you're ruining the whole thing.

perceivable

Saya abis ganti biodata saya di akun twitter @pastelarasaty. Begini ceritanya... TOKO SEPATU Me: Mbak, ini ada ukuran 40 nggak? Mbak: yang ini cuma 1 warna aja, kak. POLISI SIMPANGAN Me: Pak, aula akpol dimana ya? Polisi: Waduh, macet non. REKAN SEJAWAT Me: bank lo Mand*** atau B** ? Rekan: gua belom gajian cuy. Ngerti nggak? I'm pretty perceivable.

repost: the unthinkable thought

Gua nggak ngerti pola poligami. Kira-kira triggernya apa sih seseorang bisa poligami. Seumur-umur gua hidup, udah 22 taun nih, gua ketemu sm beberapa korban, umm, let's just say 'women' yang suaminya berpoligami. Not to mention a name or names. Abis ngobrol sama calon PRT di kampung mama. Dia cerai sama suaminya 10 tahun lalu, suaminya nikah lagi. Inget cerita beberapa temen yang ayahnya poligami, rata-rata pengusaha tapi ada juga yang karyawan swasta. Ada sih beberapa pegawai negeri yg juga poligami. Ada yang supir truk, tukang bangunan, mandor konstruksi sampe penjaga kos-kosan. Random boss!! Masalah suku, bener-bener nggak ketebak polanya. Ada yang batak, jawa, sunda, betawi, makassar, padang, dan lain-lain deh. Kalo bicara faktor keadaan keluarga, well, dari yang anaknya masih kecil sampe yang udah nikah, ada juga yang bapaknya poligami. Pattern yang nggak jelas, nggak terstruktur. Gua sih tau kalo agama gua nggak melarang poligami (syarat dan ketentuan berlaku) t...

bayar utang

"Anak ibu butuh pengawasan dan perhatian lebih di rumah" ibu guru menyondongkan kepalanya ke arah mama di kirinya. Mama masih sibuk mengetik email di BlackBerry-nya dan hanya berdehem pelan. Bu guru lalu menghadap ke kanan ke arahku "dan kamu, harus lebih giat belajar supaya bisa semakin lebih baik, oke?" Aku hanya mengangguk pura-pura mengerti. Setelah bersalaman, kami keluar ruangan menuju lobby sekolah dimana sebuah mobil panjang hitam mewah beserta supir sudah menunggu kami. Saat pintu dibukakan oleh supir, mata mama tidak melirik sedikitpun ke arahku, aku bisa saja lari ke lapangan dimana teman-temanku sedang bermain bola. Anak perempuan di lantai atas melihatku masuk ke dalam mobil dan mata mereka mengikuti mobilku hingga ke luar halaman sekolah. Aku melihat mama yang mengacuhkanku. Saat mau membuka mulut, mama sudah mengisyaratkan satu jari di tangannya untuk menyuruhku diam lalu "siang Pak, iya, saya sudah minta staff saya untuk urus acara besok. Sa...

between the yorkshire and north east of the UK

Image
DISCLAIMER: janji saya untuk menulis cerita di akhir Juni akan saya tepatin, tenang, 23 Juni is not the end of June anyway. saya punya banyak banget yang mau saya tulis hari ini, tapi nggak tau gimana cara nulisnya. i think i'd just talk to someone (baca: adimas) right now. bye.

the other way to say

"Hey baby, what's wrong? Are you not playing with your friends there?" "No, mommy, I want to play that!" Garry menunjuk dinding tinggi berwarna hijau di belakangnya "but they didn't let me. I want it mommy!" "Why didn't they allow you? What did they say baby?" Elsie mengelus lembut rambut Garry "They said I was a kid" jawaban ini membuat Elsie mengangkat alisnya dan menahan geram. Ia tetap tersenyum dan menenangkan Garry. "Do you remember their names, darling?" Garry memainkan mulutnya dan wajah menggemaskannya diusap sendiri olehnya untuk bergestur 'sedang berpikir' dan hal ini membuat Elsie tersenyum lebar sampai Garry berkata, "one of them was...Emma" Elsie mengangguk penuh rencana namun tetap berkata dengan tenang, "Baby, could you wait here for a moment, and I will be right back?" Garry hanya mengangguk dan mulai mengaduk es krim di hadapannya. Elsie berjalan menyusuri bagi...

(udah) nggak ada apa-apa (lagi)

Hallo, Saya nulis postingan blog ini dengan posisi kepala di bawah, kaki di atas.punggung saya nempel di sofa (jangan dibayangin ya). Bukan karena nggak ada kerjaan, tapi pak boss dan ibu boss lagi nggak ada di sekitar saya, jadi saya freestyle aja. Saya abis ngeliatin lg unconditional offers dari universitas-universitas di Inggris dan sekitarnya yang sudah menerima saya. Paling asik ya baca offer yang ngasih beasiswa. Seperti menang lotere. Eits, jangan berpikir saya akan kesana, lots of money to prepare, though, no matter how much scholarship I have achieved. Menang beasiswa ke Inggris itu seperti mimpi indah di siang bolong. Tepat sekali mimpi indah, karena memang indah. Tapi tetap aja mimpi, bangun-bangun keringetan dan panik liat jam udah menunjukkan angka 3. Nunggu ashar itu sama kayak ngeliat lagi offers ini. Sok milih mana yang mau diambil sama kayak sok milih mau mandi sore dulu atau solat ashar dulu. Anyway, saya lagi mengalami disorientasi anatomi alat cerna dan k...

49

Another 10th of June. I really have nothing to write, I just wanna make it formal and official, that my dad is turning 49 today. I love him, his sudden turnaway, his warmth, his strength, his passion, his dreams, his restless behaviour, his love, his lectures, his figure, his work, his spirit, his hug, his hopes, his everything. I love him, I love his everything, no matter what. And then I cried, I missed him. Not yet make him proud, not yet make him satisfied of anything of me. Then I cried, reminiscing how lovely and string he is, then I just cried. He's the man that I love the most. 10 June 2011, my dad's turning 49.

tiga paragraf - tiga juni - tiga harapan

Do you guys really expect me to keep writing? I just bang my head on a toilet lid mesmerising my writing element in IELTS was not yet sufficient to get into Bournemouth. *saking malu mau nulis angka* anyway, I still have to fight (untuk menolak sisanya) dan ini bener-beneng nggak menyenangkan. I just really need to settle with one choice, then off I go! *gigit pundak sendiri* (taruhan kalo abis baca ini kalian penasaran gigit pundak kalian) dan coba perhatikan, refleks kalian pasti gigit pundak kanan kan? Karena kalo iya, berarti otak kiri kalian cakep. Dan sebaliknya. (Nah kan, yg tadinya gak coba gigit skarang coba gigit. And sorry, the analysis only work for the spontaneous movement) By the way, Ngomongin taruhan, saya abis bertaruh sama diri saya sendiri: perubahan istilah SPMB menjadi SMPTN oleh diknas pasti ada unsur uangnya. No no, wait! Yang lebih bikin alis naik adalah: saya taruhan demikian, tapi nggak bener-bener cari tau faktanya. Even worse: saya nggak mempertaruhkan a...

the campaign

Image
"Okay, that's it. You see every detail about her and we are so willing to stop her" Derrick menutup layar presentasinya tentang Charlie, public enemy di kampus saya. Derrick benar-benar jenius, mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Saya pikir ini cuma tugas akhir semester, tentang 'handling crisis' dan seperti biasa, Derrick muncul dengan ide jeniusnya: personal crisis. "I got it. She's annoying, arrogant, selfish and... impolite. What's your idea to stop her?" Saya penasaran dengan ide penyelesaiannya. "We'd ban her from social life. Kidnapping, internet propaganda, magazine, word-of-mouth" "Wow. What? Those all only gonna make her even more famous" saya terbelalak mendengar idenya yg 'cetek' "Are you siding on her? Do you know that we have to do something about this?" "I am not a close friend to her, I don't think I'll be able to be so. But looking at what you're planning...man, ...

intermezzo

Saya lagi banyak-banyak merenungi nasib. Issue paling baru dalam hidup saya adalah berangkat ke UK atau stay di tanah air. Saya sendiri agak miris, hobby nulis saya sejak saya SMP terlihat disignifikansinya melalui sebuah tes selama 3jam tentang kompetensi dan kualifikasi saya dalam bahasa Inggris. IELTS itu seperti buah simalakama, nggak enak dikerjain, tp nggak bisa dilupain. Writing saya menurut ukuran IELTS nggak kompeten, saya heran, katanya frekuensi nulis bisa mempengaruhi kualitas tulisan. Apa karena sourcing saya sampah ya, jadi ya tulisannya sampah juga. Saya jadi kangen guru-guru saya di EF dan Oxford, lebih kangen sama murid-murid saya di BBC dan St. Theresia. Mereka gimana ya kabarnya? Anyway, saya lagi mengerutkan kening menatap layar netbook saya. Rasanya bakat 'merusak' saya semakin meningkat levelnya; selain perasaan orang, saya juga sering merusak peralatan di sekitar saya. Beware: pastel the destroyer. "Memory too low" katanya, saya jadi bingung...

di antaranya

"i need to move, if you can't then let's just call it quit" Langgar membereskan kertas-kertas ujian di meja kecil di kostan-nya. Delia menatap kosong pada layar laptop Langgar di lantai. Angin pelan dari kipas angin di pojok ruangan meniup-niup rambu bagian depannya yang berantakan. Ini permintaan yang cukup berat, sudah setengah tahun lebih mereka berbagi barang haram, lalu sekarang Langgar mengajaknya berhenti dengan ancaman putus. Delia merasa bimbang dan ragu pada dirinya sendiri, antara akan kehilangan seorang Langgar yang selalu menemaninya dan membantu dalam berbagai hal, atau kehilangan kebiasaan buruknya memakai narkoba dan ketakutannya akan rasa sakit yang tak tertahankan. Rasa takutnya menjadi berlebih lebih saat Langgar bilang akan berjuang mati-matian berhenti menjadi pemadat. "aku juga mau coba, tapi aku nggak mau lagi pacaran sama kamu kalo gitu" "nggak masalah, selamat berjuang, you are free now" logat jawa Langgar tidak membu...

secarik catatan dari kubikal saya

tulisan menepati janji ini saya buat tengah malam saat tiba-tiba terdengar suara khas dari kantor saya yang baru saya tinggalkan. memang mimpi yang aneh. however, sebenernya saya mau mengabjad semua rekan kerja saya, tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga, jadi saya highlight aja ya. i just want to share my unforgettable moments and people arounf me. let's start over. 1. Meylanie Suhandini, Reino Praptama dan Hanatazha Chatrien. Saya nggak tau cara misahin 3 nama ini dari urutan pertama di list saya. Mereka orang-orang yg pertama kali ada di dekat saya (physically and mentally) waktu saya di DHL. Learnt a lot from these mates. Up until now, I still caress them as much as I did when we were together there. 2. Devi Novianty. The bestest supervisor yg pernah saya temui. Nggak galak meskipun saya punya sejuta kesalahan, keluhan dan kekurangajaran. Selalu sabar dan terbuka dalam banyak pelajaran. Smart dan selalu mau membantu dan membimbing. She's a good mother indeed, and ...

maintaining the relevant subordinate

"Remember to shut down the main switchboard and take a really good look at the weakest beep, understood?" Aku memastikan Louis memahami sirkulasi pergerakan paralel waktu yang akan kami mainkan. Aku akan kembali lagi untuk ketiga kalinya. Eksperimen berbahaya ini benar-benar menantang dan aku harus menyelesaikannya. "Every life cycle in this paralleled time machine could risk the main person's life himself. Professor Dwight is a kind of risky person in this particular experiment" aku mendengar Albert menjabarkan sistem kerja kami dari luar laboratorium isolasi. Aku mendengar juga salah satu mahasiswanya menanyakan umurku dan Albert dengan lantang meralat perkenalannya tentang namaku, "sorry, forgot to introduce you properly, the youngest Professor of Sylar Laboratory, Irwin Dwight" aku bisa merasakan mahasiswa-mahasiswi itu ber-whoo ria mendengar namaku disebutkan dan prestasiku dijabarkan. Namun aku memilih fokus pada return ketigaku. Kali ini targe...

mars vs venus

hari ini, biar saya ceritakan pada anda cerita unik tentang hidup saya. mama adalah seorang pebisnis butik yang tidak percaya pada pernikahan. saat umurnya 25, ia berhasil hamil dengan seorang rekan bisnisnya dan diam-diam melahirkan saya. obsesinya punya anak sungguh aneh, karena ia sangat ingin punya anak tapi tidak ingin punya suami. saya sendiri tidak pernah bertanya apa alasannya, enggan dan rasanya menjadi senjata makan tuan karena saya seorang laki-laki. saya juga enggan menanyakan siapa papa kandung saya. suatu hari papa cerita kalau dia bukan papa kandung saya, dia terpaksa menikahi mama karena orang tuanya meminta papa menikahi mama. waktu itu papa sama sekali nggak naksir mama, mereka bahkan nggak saling kenal. yang saya dengar bahkan papa sering tidak dianggap oleh mama. kalo versi eyang, mereka akhirnya saling cocok yang sebenar-benarnya saat mama hamil anak papa. yeah, aneh kan kalo orang nggak saling cinta bisa berhubungan yang menghasilkan anak. anyway, mereka men...

maintenant (now)

What kind of person that still read my twitter timeline regularly? What kind of person that still check out my blog? What kind of fearless person that still dare to comment about my writing? What kind of person that still question me about thesis? What kind of silly person that still love me? What?