the end of the first second month of the year

Friday, 25 February 2011

ambigu gak baca judulnya? saya aja ngetiknya berkali-kali puter mata dan teken backspace.
*nggak penting bahas itu*



jadi ini sudah akhir bulan.bukan, bukan mau ngomongin gajian nih. mau ngomongin kegagalan.
saya masih nggak percaya, soal ujian mata kuliah CRM itu saya yg perdana ngerjain dan spread ke temen2 saya dan mereka semua lulus sedangkan saya enggak. bukan itu juga yang paling penting, masalahnya saya harus ngulang lagi mata kuliah ini, dan bayarannya lebih dari setengah biaya 1 semester saya. ini kalo kata guru bahasa indonesia: sudah jatuh tertimpa unta. sudah nggak lulus kena denda pula. rasanya saya memilih dijodohkan dengan anak bupati kalo harus ngulang lagi mata kuliah yang sama DAN dosen yang sama.
*eh, nggak nikah juga deh, mending saya diasingkan di pulau tak bertuan selama seminggu daripada ngulang mata kuliah ini, asli deh*



akhir februari ini dapet banyak banget kejutan, ternyata submission date chevening itu 28 februari besok, dan saya belum punya sertifikat ielts, mennyedihkan sekali ya nasib akhir bulan ini. coba deh, nikmatin aja, kebetulan kmarin ngobrol sama beberapa temen dan satu pacar yang semuanya super suportif. rasanya mau tidur lagi tadi pagi kalo inget ini masih bulan februari. nggak enak nih menjalani tiga hari lagi dibulan kedua ini.



dari dulu saya jarang naksir sama bulan februari ini, soalnya tanggung dan tanggalannya sedikit. nggak berkesan dan......yah biasa aja rasanya.





eh, ngomong ngomong soal rasa, saya udah lama nggak makan sushi dan ramen. boleh kali ya, besok abis ulang tahun mamanya adimas, saya mampir makan ramen dulu. *mirip orang hamil yg lagi ngidam: apa yang saya mau ya saya harus dapet*   ---hamil apa demanding?














udah ya, udah jam 1230 di kantor saya, mau makan sama makan, sama makan lagi. trus makan deh.
nggak jelas.

evening evil

Friday, 18 February 2011

saya suka ketawa dan senyum sendiri, kalo sudah sore menjelang jam lima.
orang-orang sekitar saya mengangkat - angkat tangannya sambil mengekspresikan banyak bentuk wajah.
padahal mereka bicara di telepon.




lucu ya.

be(a)st-friend

Wednesday, 16 February 2011

Saya baru kembali dari rumah sakit bersalin dimana sahabat saya Angel baru saja melahirkan anak keduanya. Bayinya sehat dan Angel terlihat baik-baik saja dengan Kirun, suaminya. Kami kenal sudah lama, sejak masa kuliah. Saya tau persis Angel adalah tipikal perempuan believer yang selalu terlihat tegar dan sabar. Saya ingat persis kata-katanya saat malam resepsi pernikahan mereka lima tahun lalu.





“Gua udah capek dengan semua target duniawi ini, Lang. Udah saatnya gua mulai fase baru, sebagai istri, sebagai calon ibu, sebagai ibu. Gua jujur nggak yakin sama Kirun waktu kami mulai pacaran. Baru yakin ya setelah kami tunangan, kalo dia serius dan mau konsekuen nikahin gua. Gua sadar akan melewatkan banyak pesta dan senang-senang lagi sama lo dan yang lain, gua sadar gua akan punya kesibukan baru, tapi yang gua yakin, peran baru gua ini pasti adalah pembelajaran baru lagi tentang hidup. Kita udah banyak share soal keluarga ya, orangtualo, adik gua, mimpi kita tentang masa depan. Gua inget itu semua, Lang, dan gua nggak menjadikan itu bahan trauma untuk nggak nikah dan terus seneng-seneng” waktu itu Angel berhenti cukup lama, seperti memilah milih kalimat yang tepat sebelum melanjutkan "gua tau mungkin nanti gua akan mengalami apa yang selama ini kita takutkan dalam berumah tangga, ribut, cerai, poligami, atau bahagia. Itu hal-hal yang belum pernah gua rasakan selama ini, selama sama kalian, sahabat-sahabat gua. Gua harus berani dan harus siap buat itu semua, karena hidup gua nggak akan lengkap tanpa gua lewatin fase ini. Fase jadi seorang ibu yang ngurus anak, yang masak untuk suami, beres-beres rumah dan belajar benahin diri sebagai istri. Gua excited kok, kalo lo khawatir sama gua, maka gua akan buktikan kekhawatiranlo itu nggak beralasan, Lang. satu hal yang lo harus inget: kalo lo mencoba sesuatu, lo MUNGKIN akan gagal, mungkin akan berhasil. Tapi kalo lo NGGAK NYOBA sama sekali, lo NGGAK AKAN PERNAH berhasil. Kita harus terus belajar, Lang, dari berbagai hal dan pilihan yang kita ambil. I love you, all, buddies. Gua akan baik-baik saja dalam pernikahan ini.”







Sekarang saya bersiap menuju ulang tahun seorang sahabat lainnya, Raka. Sama seperti persahabatan dengan Angel, Raka adalah yang paling mudah bergaul dan pikirannya sangat terbuka. Saya senang ngobrol panjang dengan Raka karena kami seperti punya satu visi. Ketika Angel memutuskan untuk menikah, saya dan Raka adalah seksi yang paling sibuk, karena kami ingin pesta terbaik untuk sahabat kami, Angel. Saya nggak nyangka kalo obrolan di ulang tahun ke-30 nya ini, Raka akan ngomong soal yang bikin saya lumayan tercengang.



“Kita udah spent banyak banget tahun di Belanda dan Swiss, lo sekarang jadi manager hotel dan gua adalah supervisor di perusahaan besar. Lo tau kan betapa kita udah sukses, Lang, dan lo pasti tau ini bukan easy achievement. We have been through so much struggling moments out there and we’re sticking together. Sekarang lo bahas hubungan gua sama Raja dan menurut gua: kami baik-baik aja begini. Mengejutkan ya kalo lo tau kami udah setaun lebih pacaran? Yeaa, I have never been this consistent about relationship, yet jangan lo yakin gua akan serius sama Raja seperti Kirun sama Angel. No no no, gua bukan tipe pemimpi seperti itu, oops, atau justru gua terlalu bermimpi untuk hidup ideal?”



Saya sedang tidak ingin memotong filosofinya malam itu, filosofi tentang hidup sendiri dengan sejuta mimpi dan target hidup. Saya menatap gelas bir kami lalu beralih pada tangannya yang menggenggam gelas cantik berisi vodka. Sambil terus mendengar ia bicara.



“Menurut gua akan useless semua yang udah kita dapet kalo akhirnya gua cuma harus berkutat dengan sodet dan microwave. Ayolah, nggak ada prenup agreement trend di Indonesia dan kalopun gua harus adapt itu, gua males banget share darah dan air mata sama orang yang hanya akan nyalahin gua kalo anaknya pacaran terus, atau kalo kerjaan kantornya nggak beres, atau masakan rumah nggak enak dan terlebih kalo seksnya di luar lebih memuaskan daripada sama gua. Lo juga nggak akan rela toh gua disakitin begitu? Because women never win. And I am surely the one who chooses to not being happy at all rather than being happy for a while.” Raka berhenti lagi, mengangkat gelas kosongnya dan mengisyaratkan permintaan vodka tambahan, “gua tau bahwa belum tentu juga gua akan sengsara dalam pernikahan, tapi come on! How many people in OUR life that have shown great image of being married? Your mom? Nah! My mom? Nah! Even Angel? Yeaa, looked happy but let’s see how it last, Kirun doesn’t seem that tough in my sight. Gua masih mau S3 dengan fokus lain, dan tentunya sitting in the front row of managerial conference di Nebraska. I look forward to receiving your enthusiasm about this, your majesty” Raka terbahak bahak setengah mabuk saat sadar semua tamu telah pulang.



Jam menunjukkan angka 5 dan saya menuntun Raka ke mobil lalu mengantarnya pulang. Seperti biasa, mobilnya saya bawa ke rumah saya lalu dia akan ngomel keesokan harinya karena saya nggak nginep di rumahnya. Dan rutinitas persahabatan kami yang seperti biasa setelah Angel tidak lagi bergabung bersama kami. Saya bersyukur Ratih tidak pemarah soal sahabat-sahabat saya ini, karena terakhir kali kami kencan sebelum ia kembali ke Sumatra, ia berpesan “siapapun antara Raka, Angel atau Dwima, atau perempuan manapun boleh nginep disini, tapi jangan ada satupun dari mereka yang nginep di hatimu ya, Gilang. I love you” saya sendiri belum mematangkan rencana saya untuk melamar seorang dokter cantik dan berbakat seperti dia.















cerita-cerita-cerita

Saturday, 12 February 2011

i wonder when will i would really stop writing and thinking about things. last night when i was on my bed, was doing an easy conversation with brothers, i sat back and think about what i have been passed since i was working. i have been thinking about million things and willing to write a lot of idea here. i just stuck with less energy and time left in my life. again, i am grateful of what i have, i just know this won't last, so why bother?



anyway, i had lots of things to catch, baru sadar kalo belakangan saya terlihat teratur dan terencana. i don't really like it -being organised and clear. (ini kenapa kata 'organised' digarisin merah deh sama blogger? do they use american english instead of british? >>> tuh, saya masih sama kan, mempermasalahkan masalah yang nggak masalah.







i found something on the front desk in my house.it was a short story, typed by i guess a high school student with sexual disorderliness. it tells about a hopeless guy waiting for his true love in high school. this girl has married and has two children, yet, he's still in vain and expecting this girl would appear in the cafe they used to drank in old times. i am a bit mesmerised, this could be me. i just think that people don't drink beer in a cafe, and i don't think a cafe has a hard rocking music. i then reminded of my boyfriend's past story because this guy in this story has a high school love. what made me laugh was the way this story described its sexual activity in funny and silly way. i smiled reading it and could not stop grinning imagining their high school love and sex.


unfortunately, i didn't do sex in high school, silly i know. i didn't drink much beer also on high school. i did have kisses but not as dramatic as this story told me. i am curious about the writer of this story and who put it on my front desk. anyway, i ended up smiling at the end of its story, it ended sadly, as always, i dislike sad story ending. i never judge anything, anyone. i just spread opinion and support it with arguments. whatever.

who cares?

Wednesday, 9 February 2011

saya punya waktu beberapa menit untuk menyelesaikan post ini. seperti biasa, I love being in a rush. saya nggak mau nulis banyak, cuma mau requotes posting adimas beberapa tahun lalu.



nancy: "I'm starving as hell, where can I find a good cheeseburger around here?"
syd: "I know a place in Mars, they make a really tasty cheeseburger"
nancy: "that sounds good"
syd: "right, I just need to finished these things and I'll pick you up in your office"
nancy: "wait! I said I want a cheeseburger, yes. and did I say I wanna go there with you?"



re-edit this first before I post it. saya sebenernya nggak inget gimana persisnya kata-kata itu, tapi saya selalu inget, saya ahli dalam meretell cerita. dan tidak ahli mentranslasi kata-kata dalam bahasa lain ke bahasa indonesia. sudah ya, kadang-kadang salah paham kita ini malah jadi bahan ketawa.






"we haven't even start a relationship yet, let's not fight about this"

here we go

Wednesday, 2 February 2011

again, Februay, lots of things are going to happen. we'll see.