karena dia begitu indah

Thursday, 29 October 2009















kamar gua




rumah gua kosong,
nggak ada yang berminat ke rumah gua, karena mereka pikir mereka akan diwawancara tentang gua dan pacar gua.
hey, gua belum begitu terkenal sampe lo harus takut ke rumah gua.
lokasiny yg jauh memang bikin males, tapi kalo udah mendarat di kamar gua,
kalian akan merasakan hentakan hati yang lumayan keras supaya kalian sadar bahwa ini bukan kamar kost-an, hanya kamar tidur yang sedikit berantakan dan terlampau luas digunakan sendirian.

gua nggak pernah peduli sama penilaian orang terhadap kamar gua.
enak kok yang gua rasain selama ini. gua seperti hidup dan kalo nggak ada kegiatan keluar rumah,
gua bisa menghabiskan 23 jam di dalam kamar gua.
Satu jam luang itu gua pakai buat keluar kamar untuk menemui papamama, memeriksa kulkas bawah, makan, lalu mengacak-acak rak piring di dapur. lima menit kurang dari satu jam itu gua gunakan untuk menggoda pembantu rumah tangga.

kamar gua nyaman kok.
apa yang gua perlukan (kecuali Jehan) ada di kamar gua.
hihih,,
maunya bikin iri orang, tapi sayang, untuk kalian yang takut terhadap org tua gua,
well, you guys aren't as lucky as me to have them.
meskipun mereka kolot dan oldschool, tapi mereka mewariskan nilai hidup yang nggak orangtua kalian ajarkan,
sebagian dari kalian biasa hidup enak.. sebagian lagi terbiasa hidup susah.
Gua bersyukur dengan hidup gua sekarang meskipun banyak teman gua yang meninggalkan gua karena:
1. gua nggak gaul
2. gua menyebalkan
3. orang tua gua protektif
4. gua punya pacar
dan
5. memang sudah saatnya mereka meninggal..

akh..
kenapa sih gua mengisi kepenatan menulis proposal skripsi dengan menulis blog?
karena mungkin gua akan menjawab pertanyaan gua sendiri.
aneh ya...

sudah ya,
gua mau menikmati kamar gua..






(hanya) LIMA ALASAN KENAPA SAYA CINTA PAPA..

Sunday, 25 October 2009


Dari 18.000 alasan, saya boleh tuliskan lima (saja) alasan kenapa saya sayang pada ayah saya.

1. SABAR. Di antara puluhan ibu rumah tangga, nyokap gua adalah salah satu yang paling bawel, paranoid dan berlebihan. Selama lebih dari 20 tahun papa sudah sama mama dan betahan menerima kekurangan dan kelebihan mama (dengan kapasitas psikologi papa tentunya). Gua belajar bersabar dalam menghadapi siapapun, keadaan bagaimanapun, dimanapun. Papa mengajarkan kesabaran dalam berkendara serta sabar dalam menuntut hak kita. Kesabaran yang nggak diajarin sama guru atau dosen manapun.

2. KAYA. Lebih tepat kalo gue bilang "kerja keras" karena kaya itu relatif. Papa ngajarin gue makna dari kerja keras dan pengorbanan, tentang gimana seseorang harus berjuang keras untuk dapetin apa yang dia mau. Papa menunjukkan gimana berusaha tanpa lelah untuk mengejar suatu target. Bejuang dengan menghalalkan segala cara supaya apa yang kita mau bisa tercapai. Berjuang untuk mengingkari hati nurani supaya merasakan kebahagiaan semu.

3. MENGAYOMI. Gua selalu ingat kejadian umur 12 tahun dimana gua berteriak histeris karena mendengar ruang belajar gue diketok dari luar. Gua pikir hantu dan gue secara lincah lari ke pelukan papa yang kemudian menyeka keringat dan airmata gua. Ia memeluk gua dengan hangat dan melindungi gua dari segala bahaya. Papa selalu berusaha menyenangkan gua dan mencukupi KEBUTUHAN (bukan keinginan) gua.

4. JUARA. Belom ada yang masuk dan melabrak petugas pajak di ruangan pajak selain papa. Sekedar kesal karena terlalu diusut kepemilikannya atas usaha menengah yang berhasil menyekolahkan gua dan kedua adik gua. Papa kesal karena petugas pajak memperpanjang birokrasi yang menyulitkan (tuh, udah sulit, dipanjangin.. brengsek). Papa juga jago bohong karena ternyata gua belajar backstreet dari papa. Bukan sepenuhnya salah gua kalo ternyata pacar gua nggak kaya. Karena papa ternyata juara dalam membuat suatu citra.

5. KEKHAWATIRAN. Baru sore ini gua dengar om Yus bercerita pengalaman papa masuk ke ruangan bos PT API yang paling disegani asal Amerika. "Belum ada satu orangpun di Indonesia yg berani nerobos ruangan Mr Jab untuk ngajak turun ke lapangan ngelihat tabung selain Papamu, Nov" Wah.. papaku hebat. "Satu yang bikin dia panik.. kamu nginep di kantor dua hari dan nggak ada kabar". Jadi kabar dan keberadaan gua lebih penting dan menantang dibanding melawan aparat tertinggi di dunia sekalipun. Papa sayang gua.

Gue masih ingin mendeskripsikan 17.995 lagi alasan kenapa gua sayang papa. Bagi gua, dialah satu satunya pria yang menyayangi gua dengan cara itu. No man loves me like he do.
and now i just want to run to him to give him a hug and a spit.
for every drop of blood in my body, it belongs halfly to him.
i love him.

pacarku superstar

Saturday, 24 October 2009

nama saya Ami, pacar saya Jacki.
kami pacaran seperti suami-istri.
saya jelata dan Jacki selebriti.
sudah sebulan saya hidup begini.
temani Jacki kesana kemari.
bertemu rakyat bernama groupie.
mereka cantik dan punya harga diri.
saya pun minder karena kurang richy.
Jacki berkata saya jangan sedih hati.
karena seribu wanita saya yg paling seksi.
saya pun mendengarnya dengan senang sekali.
namun rasa itu bertahan satu hari.
karena esoknya saya bersedih lagi.
melihat sang Jacki melirik sana sini.
bukan wanita yang menjadi alibi.
namun oh Jacki memang lelaki sejati.
tak goyah cintanya oleh spatu hak tinggi.
karena menurutnya saya nggak perlu keki.
kenapa keki melihat cut tary?
karena milik saya oh itu si Jacki.
apa kata orang saya nggak peduli.
memang jadi pacar selebriti sudah gini.
nggak pusing nggak rempong seperti para banci.
pacar saya nggak homo tapi diajak party.
sama bencongppun saya nggak pake iri.
karena saya yakin, Jacki suka yang asli.
masalah lainnya oh, dari ibu tiri.
yang menggunjing saya hampir setiap kali.
entah bagaimana dia lihat dengan jeli.
bahwa badan saya memang kurang selebriti.
yang saya yakin cuma cintanya Jacki.
mau miskin atau jelek saya punya hati.
hati ini bukan sembarang hati.
hati ini milik Jacki yang sungguh cinta mati.
pada saya bukan pada para mucikari.
saya pun pastikan saya juga cinta Jacki.
bukan cinta uang bukan juga cinta materi.
tapi yang saya lihat Jacki memang berambisi.
apa yang diraihnya berawal dari mimpi.
jadi saya yakin dia puny jati diri.
mau dengar orang bilang saya silly.
saya nggak peduli karena saya punya Jacki.



--give me applause for this shit--

gua nggak makan

Tuesday, 20 October 2009

laper banget.
malem ini gua nggak makan.
nggak ada yang ngingetin sih, gua sibuk dengan skripsi, pacar sibuk dengan tugasnya, mama sibuk dengan almarhum bapaknya!!
papa ngajak makan tadi, tapi gua jadi nggak nafsu.
padahal laper..

ayo donk..
kirimin gua makanan,
gua mau tongseng, nasi uduk, lontong cabe, risol daging, puding coklat.
faakk!!
gua doyan banget makan, tapi kenapa gua nggak gendut kya Nanda Otrifanis?
nggak tau sih kalo sekarang dia lebih kurus daripada gua!

Brengsek!!
pergi nggak ada kabar itu enak banget!
fakk!!

gua sedang ingin mengumpat orang.. siapa yang mau jadi korban?
hehhehehehhehehehe..

dah ah.. kapan mulainya ini?
akhh...

after i finished doing mistake and feel sorry without even seriously regret anything

Sunday, 18 October 2009

i insult people mostly because i want to.
funny cause people in their alto,
without thinking who to be mad to,
they are just doing what to do..
which is to insult back
hihihi

feels great to mock people then say sorry at the end.
don't ask what for, cause you hate some people without no clear reason.
then now why would i have to find one?
i just do it cause i feel like i like it.

for you guys there,
watch out, cause sweet causes illness
and silliness causes nothingness.
nothingness erases all your pluses.

no matter who you are,
as long as you don't hate my boyfriend neither get close to him,
you'll be easily happy.
bye bye acne and dandruff..
fvck you!

Saya Sibuk Sekali

Saturday, 17 October 2009


Setiap gua mau coba buat blog karena di otak gua udah penuh cerita, gua selalu terbentur dengan waktu. Benturan cukup keras itu mengakibatkan gue membanting-banting beberapa sel dara dalam badan gua dan hal itu kemudian membuat gua jadi nafsu makan.

Setelah tiga hari mengikuti matrikulasi pasca sarjana, gua jadi mengerti bahwa sebaiknya blog itu berisi tentang essay atau tulisan yang berbobot tentang general knowledge atau surveillance terhadap sautu hal. Pas gua inget-inget apa yang selama ini gua tulis di blog gua.... gua nggak inget karena kemarin gempa beberapa skala richter menggoyang otak gua, jadi gua nggak ingat apa yang udah gua tulis di blog gua. who cares?!!

Lalu gue mengunjungi rumah duka di tangerang karena ibunda dari seorang sahabat gua meninggal dunia. Nggak kebayang kalo gua liat mayat nyokap gua berbaring kaku gitu. mungkin akan terlihat tegar seperti sahabat gua itu, tapi gua rasa janin gua nggak akan sanggup menahan air mata.

Apa esensi dari kematian?
terputus semua amalan kecuali tiga hal:
1. doa anak soleh -gue durhaka
2. amal jariyah -well, banyakan belanjanya
3. ilmu yang bermanfaat -bahkan gua nggak berilmu
lalu apa yang akan gua bawa?

Kiamat besok -besoknya kapan? God knows!
Gua bicara pada Tuhan.

Ah, butuh cemilan ni, mamapapa sedang tidak di rumah dan saya adalah seorang pekerja skripsi dan laporan magang.
SEANDAINYA LAPORAN MAGANG TIDAK MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS, pastinya pacar saya (yg dibenci babank) itu SUDAH MEMBANTU SAYA MENGETIK LAPORAN ITU.
Bukan pacar saya tidak bisa bahasa Ingggris, tapi dis SIBUK.. sama seperti saya.
Gak perlu gue jelasin apa kesiibukannya, karena ini BLOG GUA, bukan BLOG DIA.
hihihihiih..
telorpuyuuh tomaat!!

Gua sedang mengurangi banyak tawa dan memperbanyak kerutan di kening. Karena hutang yang menumpuk dan hal-hal yang sulit gua mengerti tentang apa itu rasa cinta. Tidak pernah percaya karena cinta itu membunuh.
Tidak pernah yakin karena cinta itu tidak meyakinkan.

i miss you.

this one is just an intermezzo in the middle of the nothingness with doing thesis proposal

Tuesday, 13 October 2009

and I really got much to do than just writing up a post. Nice to know that everyone's moving on since I saw only a few people keep updating the blog. Good good cause maybe band show, advertising expo, internship, proposal, literature review, mocking up people and having many assignments in class keep you guys busy.

Good good cause I can't be as busy as you guys cause somehow, writing is my other business. I was thinking about putting up my stories in my blog. but suddenly I found it senseless to put my writting without even being read, no, don't tell me you read, cause I know you don't. Good good cause Ima keep it up util someday it'll get erased by re-install or any viruses.

Then I look twice to my house, it has nothing but a wide room with no one, no soul in there. I wish I could stay home alone, all the time. I just don't own it, and I prefer not to. I am collecting some bucks to buy a small lot for myself. Not that I don't love mom, no, don't even think I don't love her. It's just a passion that people might laugh at, but I enjoy seeing people laughing, especially to the one who laugh at my nothingness.
--bau pesing ni, siapa yg ngompol?--

Down to the subway, I saw a ribbon, that goes up and down slightly, the suddenly I realize, ther's no wind under the land: it's SUBWAY.. good good cause God give me more things to think about. This keep me busy with my own mind, regardless what others might think. But, who cares? I live my own life, they just come to disappear then gone to be back.

It's where I found my land. Land of hope, hope of something, something that goes right to what I want, how I want, nonetheless, why I want. Lastly, I went up to watch the sun, but it was cloudy, so I turn left to go right away, to a coffee stall, that didn't even touch my tongue, it flew..

somewhere I don't belong.. and I don't feel like I'm after it.
So I let go, though sometimes see it cross and re-cross.

He Had Never Been That Good

Saturday, 10 October 2009

Perjalanan panjang hari ini sangat menyenangkan..
DESTINATION 1:
Jalan Tebet Raya
Gua hanya mengambil beberapa barang berupa celana pendek dan sepasang sendal jepit milik pacar. Tak lupa sebungkus coklat BENGBENG..
"Pak Surip pergi, jadi gue masih memegan 500ribu tanggungan untuk gue simpen sampe hari Senin.."
DESTINATION 2:
Jalan KH Royani
Seorang sahabat tanpa bra menyambut gua dengan sebungkus coklat TOP dan cerita seputar skripsi. Kami membunuh waktu dengan membahas hari itu dan dia mandi sedangkan gua sibuk dengan laporan magang.
"Gue pengen ngekost disini deh, mahal banget tapinya.. Jadi berharap punya gaji gede kalo udah kerja.."
DESTINATION 3:
Plaza Indonesia
Meja lama dengan menu baru, makan siang standard dengan harga standard dan gue terngiang akan kandungan lemak yang kalah dengan kandungan kalsium di tulang gue. Berharap andai gue bisa punya restoran seheboh itu.
"Suatu hari, gue pasti bisa belanja di salah satu butik fashion nomer 1 di dunia itu... just someday.."
DESTINATION 4:
Jalan KH Royani
Kali ini si sahabat sudah cantik dengan tights hitamnya. Dia memang manis, hanya saja gue kasian sama jalan pikirannya, sama jalan cintanya. Feels so lucky to have Jehan!!
:)
"Keahlian tata rias memang wajib gue pelajari. Bukan karena gue jelek, tapi karena gue harus punya skill di bidang perempuan.."
DESTINATION 5:
Kota Tua
Kilat masih menang dibanding kecepatan gue berganti kostum untuk melawan sinar matahari sore. Untung nggak ujan, dan gue bener-bener nggak takut kepanasan. I love the sun, I love the crowd, I love the Jehan's love, I love to have Jane.
"Being a model is always fantastic, regardless how am I going to survive with 'those people' there around me.. I am grateful"
DESTINATION 6:
Warung Mak Iyah
Nggak laper karena gue terkesima sama kamera.. "Photography is a God, It freezes times"-Dimas. Gue nggak mau kalah sama kamera, karena kamera itu nggak ngerekam air mata gue. Tapi gue bukan Tuhan.
"Setiap kali gue cium bau tanah basah, gue selalu merasakan ketenangan, dan gue berpikir bahwa tanah adalah elemen gue"
DESTINATION 7:
Jalan KH Royani
Gue nggak berpikir kalo perempuan cantik itu pasti bodoh, tapi jahatnya, gue selalu bertanya-tanya apa yang kekurangan dari para wanita cantik. nggak tau ah, tapi gue bersyukur gue nggak cantik, jadi at least gue udah punya kekurangan.
"Baru kali ini gue nghapus make-up mata dalam waktu 10 detik. Panic helps!!"
DESTINATION 8:
De Futsal Kuningan
Udah lama nggak nemenin Jehan main futsal. Dia masih keren sperti waktu kami baru pacaran, dan gue yakin dia akan selalu sekeren itu. Love involves anyway, seneng bangeeet liat dia semangat main smpe jungkir balik. hahah
"If he was an athlete, then I would really be a supermodel. We fit each other!!"
DESTINATION 9:
Jalan KH Royani
Tak ada lagi sehelai kain dan secarik eyeliner, gue menatapi kamar Jane yang terlihat kosong. Nggak pusing karena gua hanya mengantar Jehan menjemput Mio. Lalu kami pulang ke tempat yang bukan rumah, bukan singgah, hanya sebuah tenda penuh cinta dan minyak goreng.
"Udah setaun pacaran, gue masih sedih setiap kami harus pisah.. what is this but an addiction?"
DESTINATION 10:
Jalan Raya Pulo Gebang
Sebuah tenda yang sedang ramai di malem minggu dan sepiring nasi uduk plus ayam goreng. Menu cinta standard dan kali ini nggak ada urat keluar untuk membahas sepotong kue. Malam minggu sempurna dengan beberapa blitz kamera.
"Gue nggak tau kenapa orang tua gue memilih mendengar dan mempercayai perkataan orang lain yg bahkan belum pernah liat Jehan.. it makes me cry to think about why people hate before they know anything.."
DESTINATION 11:
Jalan Balai Rakyat
Nggak mau nangis ketika liat rumah gue kosong. Seluruh anggota keluarga gue punya dunia sendiri. Gue juga gitu, nggak tau apa apa tentang keluarga sejak itu.. sejak semua harus gue lakukan sendiri.
"Nggak mau nangis di hari yang menyenangkan ini.. I just want to close this day with a smile in my face"
:)

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (4)

Friday, 9 October 2009

Tak lama terdengar suara panggilan dari kondektur bus. Tepat hisapan terakhir Senseless namun Hearty masih sibuk berbincang dengan penumpang lainnya di dekat bus sambil mematikan rokoknya. Keduanya lalu berebut masuk ke dalam bus dan kompetisi remeh itu dimenangkan oleh....................................Hearty

Senseless memilih mengalah dengan pasangan ciliknya itu. Tidak hanya postur, ternyata kelakuan Hearty adalah anak kecil spenuhnya. Senyum tak pernah lepas dari bibirnya, lain dengan Heartless yang bahkan enggan memandang kiri-kanannya. Tatapannya dingin dan selalu lurus ke depan, tegap dan terlihat gagah. namun kosong.

Hearty: Senseless, tau nggak berapa lama kita bakal di perjalanan? dua belas jam! itu juga kalo nggak macet dan tepat waktu ini busnya.. jadi

Senseless: aku mau tidur!

Hearty: ih, aku cuma mau kasih tau ini,, kalo kamu mau makan atau minum, aku simpeen..

Senseless: jangan berisik, bisa nggak?

Hearty mengerutkan kening. Ia menggeleng pelan menatap Senseless yang memasang kedua headphone (bukan earphone) sambil memejamkan matanya. Hearty masih mengerutkan keningnya ketika membalik badannya menghadap jendela. Pandangannya dilempar keluar sambil sesekali memandang bayangan Senseless di depan matanya. "Anak itu kalo lagi tidur tenang, nggak keliatan sangarnya.. tapi kenapa dia kadang galak ya.. mana dingin banget tiap saat." Batin Hearty bicara bukan pada siapa-siapa.

Pikirannya menerawang, tentang perjalanan yang sedang dilakukannya. Suatu kebetulan karena selama ini di kantor ia selalu penasaran tentang Senseless. Tidak banyak yang benar-benar dekat dengannya, namun setiap insan di kantornya selalu bergunjing tentang keadaan psikologis Senseless yang tidak normal. Ia sendiri tidak ambil pusing dengan gosip-gosip itu, ia memilih memperhatikan Senseless dari jauh tiap jam makan siang dan pulang kantor.

Semuanya normal untuk Hearty, Senseless makan nasi, lauk wajar dan jus jambu selalu sehabis makan. Setiap pulang Senseless mengendarai motornya dengan atribut lengkap bahkan sebelum membayar karcis parkir. Menurutnya, Senseless adalah tipikal pria rapi yang tertutup. Satu yang membingungkan bagi Hearty; siapa sebenarnya Senseless? Seperti apa hidupnya? (lho,, nggak satu ya,, ada dua)

Sesaat matanya menangkap bayangan Senseless bergerak, konstan membuka headphone dan bangkit dari tempat duduk. Hearty tidak menoleh, hanya mengiringi bangkitnya Senseless ke bagian depan bus, lalu bayangannya tak lagi terlihat lewat kaca jendela itu.

------------------------bersambung----------------------------

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (3)

Saturday, 3 October 2009

Senseless tidak menjawab dan langsung melangkah ke arah bus. Mereka akan melakukan perjalanan panjang tugas dari kantor. Mereka berada dalam satu grup. Keduanya terdiam dengan mimik berbeda; Hearty penuh senyum, Senseless penuh kerut.

Tempat duduk mereka di pojok belakang. Seperti biasa, Senseless mengernyitkan dahi dan Hearty dengan ceria menempatkan bawaannya di kabin atas bus. Ia mengambil barang-barang sperlunya dan menenteng tas kecil keluar bus.
Senseless: mau kemana?
Hearty: ngerokok keluar. kan masih lama bus-nya jalan.. mau ikut?

Senseless diam dan memilih untuk duduk membeku di kursi dalam bus. Hearty keluar bus dan mengambil posisi dekat ban belakang bus, agar dekat dari pintu jika bus akan segera berangkat. Tak lama Senseless muncul, menyulut rokok kreteknya dan menghembus kuat. Ia tak melirik Hearty sama sekali.

Hearty: Minjem korek donk..

Senseless diam dan mengajukan rokoknya.
Hearty: kok rokok? aku bilang pinjem korek, bukan rokok.

Senseless masih diam dan menghisap lagi rokoknya. Hearty geram dan mencoba merogoh saku kemeja Senseless untuk mengambil korek. Namun Senseless dengan gesit menghindar dan tetap tidak berubah mimik mukanya.

Hearty: kenapa sih? pelit banget!

Senseless: apa bedanya api dari korek sama dr rokok aku?
Hearty: nggak beda, tapi aku mau dari korek, lebih cepet.

Senseless tidak menjawab, dan semakin mengajukan rokoknya ke tangan Hearty. Dengan terpak sa Hearty mengambil rokok Senseless dan menyulut rokoknya sambil menggelengkan kepala.
Hearty: Senseless, senseless, berapa mahal sih rokoknya smpe kmu ga mau kasih pinjem ke aku? Berapa mili sih gas yang akan kebuang buat bakar rokok sekecil ini?

Senseless mengambil kembali rokoknya dan berkata "terima kasih" dengan nada sedikit menyindir. (Nih cwok batu banget!! Gua aja kesel nulisnya!)

Tak lama terdengar suara panggilan dari kondektur bus. Tepat hisapan terakhir Senseless namun Hearty masih sibuk berbincang dengan penumpang lainnya di dekat bus sambil mematikan rokoknya. Keduanya lalu berebut masuk ke dalam bus dan kompetisi remeh itu dimenangkan oleh....................................




--------------bersambung-------------------

And the Last Underwear Goes to...

Thursday, 1 October 2009

Emang enak ni status gue agak vulgar? hahaha.. sial, bukan bermaksud jadi cewek bokep. tapi gue lagi tertarik memikirkan skripsi. shit! Lagi Tertarik adalah sbuah frase yg unik yg artinya gue memang sedang dalam keadaan tertarik. hihihi.. Memang skripsi ini menegangkan, tp poor them yg belum di approve judulnya, belum dpt dosen pembimbing, even yg belum bs skripsi. well, you guys should work harder! Enggak enaknya menjadi anak pertama adalah gue harus terlihat kecil. Kecil dalam otak, sikap, sifat dan fisik.
  1. Kecil Otak> Sebenernya otak gue nggak kecil, tapi dibilang besar jg nggak sesuai standard. Lemme call it "kosong". haha. apa yang tersimpan rapi di otak gue: UANG, MATI dan RUSUH. Yang lain sperti makan, sekolah, keluarga dsb?? ADA tapi NGGAK RAPI. Volume terbesar otak gue terpakai oleh PACAR. karena seru punya pacar ASLI, MANUSIA dan SAYANG. nggak PALSU, KHAYALAN dan DENDAM. seru kan? Nggak perlu kaya, yang penting orangtua gue nggak suka. Karena yg mereka suka biasanya nggak suka sama gua. Lucu ya, menjadi seorang anak durhaka justru lebih sulit jadi anak berbakti. Sayangnya kita nggak bisa ngomong langsung sama Tuhan sperti kita ngomong sama manusia. TAPI UNTUNGNYA, kita bisa meminta pada Tuhan nggak sperti kita meminta pada manusia. See, otak gue ADA, NGGAK KECIL tapi KOSONG.
  2. Kecil Sikap? Gue nggak bisa ngupas bawang, ngiris cabe dan memasak air dengan benar. Gue nggak membuang sampah pada tempatnya dan lidah gue terlampau tajam melebihi katana kaum samurai. Mulutmu harimau-mu, klo gue lain: MULUTMU LIANG LAHATMU. Sering banget mati karena lidah gue ini tidak hanya tajam, tapi juga beruntung karena disertai dengan kecilnya sikap yang kerap tidak sebanyak omongan gue. Apa sih? orang yang otaknya kecil akan menyebut itu "MULUT BESAR SIKAP KECIL" ata anak kreatif di tim advertising menyebutnya "TALK MORE DO LESS". And all that bullshit that goes around with senselessness
  3. Kecil Sifat> Marah dan Egois adalah cairan dalam tubuh gua. bahkan asupan makanan gue hanya berbanding 1:89 dengan kedua sifat itu. Bagus, karena gue tidak akan disebut dalam list "orang baik" di mulut mereka. Gue adalah salah satu dari sekian yang jahat dan tidak terlihat. Bagus karena orang tidak perlu jujur tentang kejelekan gue di depan gue, yang harus mereka lakukan adalah bersikap manis terhadap sifat pahit gue. Sweet them! Akuilah dunia, marah dan egois itu menyenangkan bukan??
  4. Kecil Fisik> Ini bagian yg gue suka. Apa yg besar dari bagian tubuh gue? Butuh waktu sekitar 8 menit dan beberapa kali memejamkan mata membayangkan gue jika gue punya templat pertanyaan itu untuk diisi. Nggak perlu dipikirin, I'm gonna answer it here: NOTHING. Dari ujung rambut yg kering dan berantakan, akar rambut berminyak. Wajah nggak putih tapi juga sawonya nggak matang, mau dibilang kuning malah bangsat, bukan langsat. Hidung yg nggak lebih panjang dr dagu dan tulang-tulang menonjol bahkan dibagian dada gue. Perut nggak terlalu buncit dan pantat yang pastinya tepos. Jenjang kaki nggak sepadan dengan betis pelari juga kuku tangan-kaki yang identik dengan petani. Apalagi? Kelamin? not gonaa write it here eventhough nobody read this post. GENGSI DIKIT COY!!









Sudah, dalam waktu 3 jam gue harus membuka mata, mulut dan telinga : RONDA!! hahaha.. nggak lucu ya gua.."nggak lucu" itu kategori "kekecilan" gue yang lain.. apa ya? ntar deh gue pikirin dulu.