the time that i quit loving you

Thursday, 25 February 2010

is the day when my father dies.
the day when my mom buy a new diamond.
my sister draw her scholarship fee.
my brother spend more time at home.
my uncle sent me his old bookshelf that i adore so much,

it is not a really clear day, there was no rain either.
but perhaps you would see a little tears in my handkerchiefs.
or you will see that i dont bring my meal-box to canteen any longer.

it is the day when i will not see you smiling, neither any tear drops.
you often wondered when that day will come,
yes, the day when i irresistably cause you a pain,
to see the truth that i quit loving you.

not for every cigarettes you loan me,
not for evey photograph you took me,
not for every slash of pillow you threw me,
not for every coffee you burnt me,
not for every paper you typed me,
not for every litre of fuel you spend me,
not for every joke you told me,
not for every piece of cake you bought me.

it is just the day when i found out that you too are also try to quit.
to quit thinking about me, and sweat avery spelling mistake that i made.
it is the day when you also are trying to quit loving me,
and i see that we are just the same

and apparently, we lead to the wrong way of ours.
and we quit thinking about each other and
we quit forever.
not to erase the memories, just to erase the choice to keep on loving you.

it is the day when i quit loving you.

right, then

Monday, 22 February 2010

so apparently, dead is not the end.
there is still a way out.

well, gua fikir bisa berhenti,
ternyata enggak,
nggak semudah itu,,

it looks good as a draft, not a stop.

sarjana kedokteran

Tuesday, 16 February 2010

Hello, I'm an amateur of the world blogging.
Let me write you up an idea of Sarjana Kedokteran (S.Ked)
Saya punya 5 kenalan (let's not call them "friends"; impolite)

1. Anggita Rahayu S.Ked (bukan nama sebenarnya) adalah seorang dokter muda, hendak mengambil spesialis kecantikan setelah ia menikah. Calon suaminya adalah pengusaha sepatu impor. Mereka pacaran 3 tahun dan kelak menikah sesudah Anggita meraih gelar Sarjana. Dua bulan setelah pernikahan mereka, Anggita harus ikut suaminya berkelana di Eropa untuk waktu yang cukup lama. Bisnis suaminya menjanjikan. Anggita gagal meneruskan studinya sebagai spesialis kecantikan.

2. Amara Riskaputri S.Ked (bukan nama sebenarnya)
adalah lulusan Universitas Terkemuka Fakultas Kedokteran. IPK-nya tertinggi seangkatan namun ternyata, menulis adalah passion-nya. Ia menyelesaikan 1 buku tentang kesehatan dan 2 novel spektakuler. Saat ayahnya meninggal, dana asuransi yang direncanakan untuk kuliah spesialisnya diambil. Amara membangun perpustakaan dan memutuskan untuk membentuk yayasan anak. Ia gagal menjadi spesialis.

3. Anita Komalasari S.Ked (bukan nama sebenarnya)
di tengah kekacauan keluarganya atas pernikahan ketiga sang ayah, Anita meneruskan studi spesialisnya ke Inggris. Jikalau bukan karena beasiswa, ia dan pacarnya tak mungkin sampai ke Inggris untuk masing-masing belajar di University of Medistry dan pacarnya di University of Engineering. Spesialis jantung adalah biaya yang termahal dibanding mobil ibu tirinya dan dasi ayahnya. Menurutnya; pilihan salah untuk tinggal di rumah sempit bersama ibu dan kedua adiknya.

4. Armada Ksatria S.Ked (bukan nama sebenarnya)
sibuk meniduri pasien yang sedang demam di saat koas-nya. Desa Waringin memang penuh dengan kembang desa, Armada selalu semangat mengabdikan ilmunya. Di bulan terakhirnya, seorang pasien datang minta digugurkan kandungannya. Bukan, bukan anak Armada (karena Armada selalu memakai kondom), pasien itu hamil anak ayahnya. Armada tanpa basa-basi membantu sang pasien menggugurkan kandungan, ia punya alasan kuat: nyawa sang pasien dalam bahaya. Sepulangnya, ia menerima surat penerimaan di spesialis kandungan.


5.Anggara Wastuwidyawan S.Ked (bukan nama sebenarnya)
Menggigil di ruang operasi, sudah kali ke-enam dokter senior memerintahnya hanya mengambil pisau, ia tetap menggigil dan salah. Suster-suster di ruangan itu menggeleng bersamaan dan sejam kemudian mereka menatap pilu pada Anggara yang sedang muntah-muntah. Anggara nyaris menangis saat dokter memanggilnya masuk kembali ke operasi pasien selanjutnya. Ia melangkah juntai dan berkeringat dingin. Phobia darah-nya membuatnya terjebak pada penelitian ilmiah dengan seorang psikolog kedokteran, ia gagal menjadi dokter gagal.




What a story, sorry peeps for making up great names, wish those name weren't really exist.
It hurts to be blind about one major in our school,
it gets more hurt to be blind about the vision of our life,
the worst is: it hurts for not having any sight at all in anything.

hello to the second month of the year

Thursday, 11 February 2010

after being a non-writer this month, I'm back..
let's act like someone is reading my shit: "sabar yaa untuk Hearty dan Senseless" :))

tentang kenapa seseorang mungkin saja menghentikan pikirannya pada sebuah titik.
yaitu kemajuan pikiran dan hati yang kadang tidak sinkron, tidak berkesinambungan
dan tidak saling berkaitan.
Lalu pertanyaan pertanyaan yang mungkin muncul adalah kenapa?
kenapa ada kemungkinan di saat semuanya sudah pasti mati?
karena secara filosofi, kita adalah buatan kita sendiri.
ada apa apa dalam hidup kita, bagian bagian kecilnya adalah buatan kita sendiri.
dan secara filosofi, kita mati atas pilihan kita sendiri.
ya,
dari kegagalan dan pilihan adalah buatan kita sebagai manusia.
kemungkinan adalah pikiran manusia, ciptaan manusia,
kepada siapa kita menyerah?
kepada pilihan yang kita buat tentang siapakah yang berkuasa atas diri kita.
pilihan dan pikiran dalam hati manusia, hati pun berpikir,
terkadang kerja pikiran hati tidak selalu mulus,
ada sebagiannya yang tergoda, tersesat, terpengaruh dan terpelanting jauh.
dalam apa yang kita sebut euphoria.
ini yang membuat kita memilih untuk menangis,
memilih untuk tak sadar hingga tertawa dan sejuat ekspresi lainnya.
euphoria - utopia.
utopia kerja pikiran dan hati yang berpikir.
seperti seolah ada pilihan untuk percaya pada apa, pada siapa dan tentang bagaimana.
ephoria dan utopia.