saya suka susunya

Tuesday, 29 December 2009

baru saja selesai mengenang keributan di situs jejaring sosial yang pernah saya sebabkan.
diperkarakan hanya satu pertanyaan yang tidak saya temukan jawabannya, maka saya bakar gubuk itu agar keluar isinya.
ternyata padi biasa yang serba normal tanpa hama.
hanya saja ketidaksempurnaan padi tersebut memancing saya untuk terus tertawa dan tertawa.
akibatnya saat ini? bukan suatu hal besar karena dari skala 1-10, saya hanya rugi 0,18.
bukan jumlah besar dibanding rencana pembakaran-pembakaran lainnya.

ada lagi satu kasus dunia jejaring sosial yang membuat saya tertawa sambil bertanya.
sebuah kisah dan fenomena yang tetap membuat saya tertawa, bukan bahagia,
hanya kebersyukuran tentang "langit di atas langit"

lalu saya mulai mengaca, saat saya mulai berani mencela, adakah itu akibat dari luka lama yang menjadi kepermisian (excuse) untuk balik melukai hati seseorang yang tidak (terlalu) bersalah pada saya. saya sekarang ingin tertawa karena hukum karma yang begitu mulia.
ampuun.. kenapa oh kenapa.

masih tentang situs jejaring sosial yang mengangkat dan menurunkan derajat sosial seseorang.
saya juga kerap bertanya, apa kalau seorang artis mulai menggunakan situs tersebut untuk mengumpat, maka ia akan jadi mutlak perhatian, karena saya sering mencela dengan kata-kata yang lebih kasar daripada kata "pelacur", tapi berhubung saya bukan siapa-siapa, jadi saya tidak perlu khawatir balik dicerca.

oh no..
tidak pada saya dampaknya,
ada pada ibu saya, pacar saya dan sahabat sahabat saya,
yang balik dicerca karena nama mereka mengawali indikator "..........-nya phele"
asik.
cuci tangan sembunyi batu.

saya lebih marah bila orang orang yang saya cintai justru terkena dampak dari perbuatan saya,
tapi kemudian marah saya menjadi bencana lebih besar pada akhirnya.
bolehkah saya pulang?
saya muak. dan senang, karena takkan ada yang baca tulisan ini (lalu melempar botol bir kosong ke arah televisi di ruang keluarga saya)

few words from my thesis proposal

Monday, 14 December 2009


1.3 Study Objectives

This research will be focused on how a sexual advertisement in type of nudity communicates to the public. Communication message that brought by the printed commercials must have certain meaning in delivering ideas to influence people’s mind. Since mass media is a wide coverage tool, there must be a strong reason and plan to communicate using this theme.

This research has an objective to analyse what message is contained within a nude commercial. Elaboration about the analysis will then be concluded as information that there is certain intention of using nudity to display a message. I will also try to interpret the meaning of certain commercial that use nudity as its element and figure out the reason why does that idea been used. At the end of the research, I will conclude the interpretation of the message within the commercial with nudity theme. This conclusion then is a proof to certain theory that I will use during the research.

Another objective of the research is to discover the communication of a product to the consumer in terms of advertising strategy. This means how a brand be introduced and marketed to public using different way of communication theme, which is nudity in commercials.


-------------- I really enjoy being an acceleration student, the hardworks, the motivations, the dreams, the pressure and the joy.. ------------------

saya stuck menulis dan ingin menulis

Sunday, 13 December 2009

if there's any idiom to describe a person who has no friend, than I am friendless.
I dont have friends unless if "friends" is the term to describe people to laugh with and to share jokes with..no other more.

One thing that was very absurd is my friend's statement "rumahlo kayal pesantren, nggak bisa ngebir, nggak bisa ngerokok.."
well,
1. nggak pesantren kok, karena perselingkuhan dan kebohongan berkembang biak disini. sedikit orang pegang al-quran dan nggak pernah ada khutbah jumat, nggak pernah ada imam, nggak pernah ada pengajian, dan nggak ada kitab kuning.
2. ya, no drinks here, no alcohol, no cigarettes unless you are the only person who makes money for the whole family, termasuk lo yang bs bersembunyi bersama asap rokoklo dan botol bir. nggak perlu khawatir, gua mengkoleksi parfum untuk menghilangkan jejaknya.
3. bukan pesantren, tapi bukan diskotik juga! nggak ada kebisingan suara musik dan dentuman teriakan manusia lapar dunia. nggak ada narkoba yang begitu berbahaya kecuali beberapa sarang laba-laba ditempat nggak terjamah.
4. memang bukan suatu tempat yg istimewa buat kalian, tapi begitu istimewa buat gua.
nggak banyak kehangatan, tapi paling nggak gua berteduh disini, gua berteduh dari panas matahari dan basahnya hujan. gua tidur disini, dan gua belajar banyak hal tentang hidup dari isinya.
5. Rumah gua nggak spesial, hanya beberapa batu bata dan beton yang saling berkaitan membentuk sebuah pola, yang selalu merefleksikan kekakuan, kekokohan, kegagahan dan kekosongan. maka itu gua nggak menyebutnya pesantren, gua nggak menyebutnya diskotik.
6. bukan istana seperti yang beberapa mereka deskripsikan. nggak begitu megah dan mewah, karena istana nggak kosong, dan lembab. Tapi rumah ini menaungi gua sepanjang gua dewasa.
7. Bukan pesantren, bukan diskotik dan bukan istana ini yang menjadi arah terakhir gua, bayangan dalam tiap kepenatan dunia luar, dunia jalanan, dunia akademia. yang selalu gua idamkan untuk gua injak. yang kacanya selalu ingin gua lihat untuk merefleksikan keindahan dan kebusukan diri gua.
8. Memang nggak ideal, karen penghuninya semua nggak ada, mereka punya dunia masing masing, tapi gua selalu cinta mereka, dengan keterbatasan gua dalam pembuktian cinta. dan kapasitas gua sebagai hewan melata.
9. Rumah yang mengandung makna banyak, yang setiap sudutnya adalah lantai sejuk untuk bersandar dan bercerita. gua sering juga ngobrol sama tembok, tentang berdirinya sebuah dia. tentang apa yang ia derita saat smua org ga ada disini.
10. terakhir, gua mendeskripsikan ini surga dunia gua yg sebenarnya. saat smua orang benci dan marah pada gua, kamar ini merangkum semua emosi menjadi sebuah ketenangan pribadi gua. saat gua berlabuh dalam tangisan mimpi atau tawaan cerita. tempat yang gua sandarkan semu kegelisahan dan kemesraan bersama Tuhan. tempat yang menjadi saksi betapa gua adalah hanya manusia.

RUMAH INI ADALAH TEMAN GUA..
Teman yang sering gua tinggalkan, namun nggak pernah ninggalin gua.
Rumah ini adalah hidup gua, kesenangan dan bagian air mata.

the premier

Wednesday, 9 December 2009

age of 1 is my premier moment to have a birthday, to have mom and dad.
age of 2 is my premier moment of being an older sister to my sweet brother.
age of 3 is my premier moment of being an uptown little girl living in a 2x2 m.
age of 4 is my premier moment seeing my parents struggling in earth
age of 5 is my premier moment to see "friends"
age of 6 is my premier moment of sharing mom to another brother
age of 7 is my premier moment of going to a place called school
age of 8 is my premier moment of being popular and hated around
age of 9 is my premier moment of loosing someone
age of 10 is my premier moment of having best-bad friends
age of 11 is my premier moment to live as a wannabe uptown girl
age of 12 is my premier moment of being free and hated by everyone
age of 13 is my premier moment of feeling in love
age of 14 is my premier moment of having enemies and enemies
age of 15 is my premier moment to be a real woman with monthly sickness
age of 16 is my premier moment as the witness of a real democracy and freedom
age of 17 is my premier moment of being loved and priceless and proud and hopeless
age of 18 is my premier moment in trying to live as an adult
age of 19 is my premier moment of being so lucky, so grateful, so happy
age of 20 is my premier moment when I am trying to get angry to myself, my destiny, my GOD.
age of 21 is my premier moment to struggle in earth,with no one and everyone.

tiba-tiba nggak nafsu nulis (lagi)

Saturday, 5 December 2009

Dear Fathur,

Aku udah nggak nangis lagi tiga hari ini. Saat nulis surat ini pun aku nggak nangis sama sekali.


Mungkin egois kalo aku minta kamu telpon aku tiap malem.

Mungkin egois kalo aku minta kamu ke Belanda tiap tahun.

Mungkin egois kalo aku mau kamu selalu perhatian sama aku.

Mungkin egois kalo aku mau kamu selalu bales email aku.

Mungkin egois kalo aku marah tiap kamu lagi sibuk.

Mungkin egois kalo aku cemburu sama rekan kerja kamu.

Mungkin egois kalo aku menculik waktu kamu dari keluargamu.

Mungkin egois kalo kuganggu tidurmu dengan kata “I miss you”.

Mungkin masih banyak egoku yg lain, yang aku mngkin lupa, atau kamu yang lupa.


Tapi ada hal yang mungkin nggak terlintas di otakmu:


Bahwa aku pengen denger suaramu tiap sebelum tidur, meski cuma satu menit.

Bahwa aku pengen ketemu kamu disini, tunjukkan k tman-temanku ttg kamu.

Bahwa aku pengen perhatiin kamu tiap saat.

Bahwa aku pengen slalu ada namamu di inbox emailku.

Bahwa aku mau jadi bagian dari kesibukanmu.

Bahwa aku nggak mau kehilangan kamu.

Bahwa aku selalu mau di deket kamu, peluk kamu.

Bahwa aku mau denger kata “I miss you” dr mulutmu.

Dan lainnya yang menurutmu kekanak-kanakan dan berlebihan.


Andai kita tetap bisa berbagi perasaan dan hasrat yang sama tentang makna sebuah hubungan. Andai aku bisa paham dunia kerja kamu. Andai kamu tau lingkungan kampusku. Andai kita bisa terus merasakan yang selalu buat kita merasa dekat dan saling memiliki. Dan andai-andai lainnya yang nggak akan kamu ngerti bahkan ketika aku udah coba jelasin dengan berbagai bahasa.


Nggak banyak lagi yang mau aku tulis..

kita putus aja ya.

too much this way.



Salam Hormat selalu,



Jennie



PS: aku nggak perlu embel-embel makasih atas tiga tahun ini dan bla bla bla yang biasa disebutin orang ketika dia putus dengan pasangannya. take care.

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (7)

Wednesday, 2 December 2009

Bus yang mereka tumpangi sampai di ufuk barat. Gelap mulai menyelimuti alam dan Hearty mulai bergerak menunjukkan terbangunnya. Senseless tersenyum tipis melihat gerakan bangun Hearty karena mengingatkannya pada sang adik. Senseless dengan cepat menghapus senyuman itu jauh sebelum Hearty benar-benar sadar dan berkata..................................................


"aku laper.." Hearty nyaris merengek memegangi perutnya
"ohya?" Senseless menyamarkan suara khawatirnya dengan wajah datar.
"masih ada nggak rotinya?"
"Abis.. tadi kubilang apa? bus ini nggak berhenti lagi sampe malem.." Senseless mulai melihat wajah pucat Hearty. Tatapan Hearty yang setengah mengantuk membuatnya iba. Tak lama dilihatnya Hearty kembali tidur, namun di pundaknya. Ia dengan sigap mengelak dan menjauhkan kepala Hearty dari pundaknya, "ngapain sih?"
Hearty tersentak dan pandangannya berubah tajam. Ia menatap Senseless beberapa saat lalu Senseless yang salah tingkah membuang pandangannya.
"Kalo aku senderan di jendela ini, kepalaku sakit, ini keras.. kalo di bahu kamu kan..." Senseless melempar jaket ke arah mulut Hearty. Rasa kesal terbit lagi dan Hearty kontan melempar balik jaket it ke wajah Senseless.
"nggak butuh!" Ia berkata sinis dan membalik badannya menghadap jendela. Amarahnya sedang menyala, ingin menampar Senseless namun ia ingat dimana mereka berada.


Saat akhirnya bus berhenti tengah malam untuk mengisi bahan bakar. Hearty dengan segera turun setelah berhasil membuat Senseless meringis saat beranjak keluar dari tempat duduk karena terinjak kakinya. Tatapan Hearty semakin dingin menyatakan ketidaksukaannya pada Senseless. Senseless tetap teguh dengan wajah kakunya sampai dilihat sesuatu terjatuh dari kantong jaket yang dipakai Hearty.



Matanya menyelidik dan alih alih ia memanggil Hearty, ia memilih memungut secarik kertas bertuliskan alamat di kota tujuan mereka. Tulisan itu terlihat berantakan dan tidak mungkin hasil tangan Hearty. Menurutnya itu ditulis oleh seorang lelaki dan ketika disadarinya, alamat itu adalah alamat pamannya.di Jogjakarta. Ia mengerutkan keningnya dan berbisik, "siapa sih Hearty itu?"

Sebuah sentakan hampir mengenai kaki kirinya sebelum ia benar benar sigap mengelak dan sempat memasukkan secarik kertas itu ke selipan pangkuannya. Ia mendapati Hearty dengan mata merah dan mulut penuh makanan dengan hampir tertawa terkekeh.


Senseless lagi lagi menahan emosi bahagianya dengan sebuah kalimat ketus "bisa nggak bilang permisi?"
Senseless menelan sisa makanannya dan menjawab,"jangan sok ngajarin aku tata krama deh. sesama orang nggak sopan jadi nggak usah sok baik gitu!! Kalo kamu tau aku mau lewat, harusnya kamu minggir, kaki kamu itu jangan disitu.. udah tau busnya sempit, jadi harus hemat tempat.. " Hearty mempersingkat omongannya dan langsung mengambil handphone di jaketnya. Ia memeriksa beberapa pesan dan sesekali diliriknya Senseless yang masih melamun.


"Senseless, kamu aku perhatiin dari tadi kok diem aja.. kamu mau eek ya??" Hearty bertanya nyaris berbisik pada Senseless yang tersentak dari lamunannya dan menjawab, "kamu siapa sih sebenernya?"
Hearty menarik tubuhnya mundur dan menjawab dengan nada yang sama, "kamu siapa?"
Senseless mengeluarkan secari kertas dari selipan kakinya dan mengangkat itu ke wajah Hearty. Sambil mengulang pertanyaannya, Senseless menatapi raut muka Hearty yang setengah panik.
"Itu apa?? kok kamu punya itu juga..................................................."



-------------------------------------------bersambung--------------------------------------------------

tiba-tiba nggak nafsu nulis

Monday, 30 November 2009

padahal tadi ada banyak banget ide..
sialan!
emang mood-destroyer itu brengsek yeh..

17 Agustus 2007
"Aku heran kenapa kamu harus buru-buru balik ke Belanda,
jadwal masuk kamu aja masih bulan depan. kenapa sih??"
"Karena aku harus ngerjain banyak tugas pre-entry.
dan kalo kamu keberatan nganter aku sepagi ini, aku bisa naik taksi"

17 Agustus 2008
"Kenapa nggak pulang sih? katanya september baru masuk lagi?
aku kangen sama kamu, udah nyaris setahun nggak ketemu."
"iyaa.. aku juga sebenernya pengen pulang, tp kalo dipikir-pikir,,
aku cuma akan ketemu kamu disana. jd kenapa nggak kamu aja yg kesini?"

17 Agustus 2009
"Akhirnya mau dimana sih resepsinya? aku liat di undangan ada dua alamat"
"di gedung gajah, aku juga maunya di Edelweiss, tapi calon suamiku maunya di gajah.
dateng ya?"

emang enak ditinggal kawin??
dasara wh***
hahahha

serta sembillan orang yang

Friday, 27 November 2009

(kalo boleh) saya sangat iri adalah:

1. Adik saya Abdy Erka Putra. for being so careless about around and succeed to ignore anyone he hates. also bringing cellphone to the dining room and text-ing his girlf without the sound "smsan trus, pacaran trus kamu" from mama and papa.

2. The sweet girl named Nandhika Putri. for being smart yet beautiful. she has her own serenity to looked awesome and everybody is just like love her and her kindness. she's mostly perfect.

3. Papaku si tampan Irkam. for being strong and even stronger, he never gives up on everything he's wanting in his life. his passion inspires me to live longer and stronger. we ARE living in this world to fight for everything we want, we need.

4. Current boyfriend Jehan Arwianto. for being soo humble and making everything acceptable. his patience is similar to my mom, except her expectation of me being open and closed. i don't mind at all having him even though everyone is like saying "no" to us. and i dont mind either about his anger when i did silly mistakes.

5. Witness of history DR Ari Poespodihardjo. for opening my eyes to the word "it's easy" because everything seems simple when we are in the smart situation. he is the only reason why i keep tempting on post-graduate program because it looks like this program has dennotative side of meaning.

6. Unique girl who doesn't even know me in high school Anez. i don't really know her name, but she always looked good both in sporty and cheeky styles. she's a dancer and I wonder how short girl like her can be both strong yet sweet everytime i see her.

7. Victoria Beckham is the farthest person to envy about. not that she has unlimited money, but she has the charisma to looked very good financially, psychologically and physiologically and sexually and futurely. GOD KNOWS WHAT.

8. Adimas Hidayat Widyantara is my fellow friend -good friend if i may say. he has a great talent in music, and he attracts most seniors in some way. i do believe he has a strong principal about life and how to face and survive within a hard internal position as a guy, as a kid, as a boy, as a man, as a friend.

9. last but not least is my maid Sayekti. she is the most staright person with perfect personality i have ever met. she never gets mad for the whole life i know her. she never had negative mind in any single thing in this life and she has survived for being a mother, a girl, a sister, a child and a mom who has lost her fetus.

i havent met any other yet..
innue is on my list of this.. but i have to, first, find out his full name,,hehhe
i'll write up again.. :)
and yes, I'm a jealous person..

korelasi antara penelitian kualitatif, bahasa belanda dan yoghurt

Tuesday, 24 November 2009

hujan malam ini sejuk deh,
ditengah bisingnya godaan revisi,
gue membasahi kerangka pintu mobil gue dengan goresan yogurt beku.

lalu angin pendingin kamar gue seperti meniup niup kabel laptop,
pelan, dingin, beku dan mengajak gua untuk tidur,
tidur ditengah tumpukan kamus literatur dan bahasa asing untuk ditertawakan.
bullshit!

keterlambatan pengantaran barang oleh kurir mungkin disebabkan banyak faktor,
bisa internal bisa eksternal
dan dari keduanya, gue nggak begitu peduli.
masa??

menunggu azan, panggilan Tuhan.
untuk meratap, meringis, mengantuk..
kenapa manusia tidak berkawan dengan hewan?
karena hewan bisa menyamarkan tangisan dan tawanya
(kecuali burung beo bodoh yang nggak punya identitas pribadi, ask me why?)

lalu gue melirik arloji bermerek pasar,
22.00
itu jam sepuluh malam waktu indonesia,
sebenarnya Tuhan memasangnya satu malam.
kan jam karet.

mendung, bertahan donk sampe besok pagi,
karena pelangi dan embun bisa bercinta,
biar gua punya makna dalam tiap tulisan gua.
kan enak terlihat pintar gitu.. :)

seulas senyum,
nampaknya mengejar awal bulan depan,
untuk menyanyikan lembaran uang dan hymne-nya.
tentang lagu kebangsaan para jenaka.

aduh, kenapa sih dengan skill menulis gua yang sekarang menyamai perubahan musim Indonesia?? nggak suka deh kalo nulis yang sama sekali nggak ada makna gini. sial, emang nggak pernah bermakna, tapi tiap inget babhank, dimas, innue dan tyo suka membaca blog gue (pede mampus!!), jadi gua harus terus menulis..
bahkan ketika nggak ada lagi yang baca blog gua, gua akan tetap menulis,
karena the less reader, the better!!

:)

semakin

Monday, 23 November 2009

banyak yang pergi meninggalkan kenangan, kesalahan, kesempatan dan pertanyaan.
apa sih?

that was our last meeting

Thursday, 19 November 2009

i felt the rain drops in my skin,
face skin, so wet that i can hide my tears among it.
i'm glad to be alive, eventhough with this wet skin.
i wish this rain could also drop in his face,
so at least i don't see hum crying.

I often wonder why he has to cry,
cause i think he is strong,
neither any death of anyone could possibly make him cry.
because somehow, he forbids any tears in his life.

Tonight, i see him crying..
no too loud, but it was quite hard.
it was like reflecting his deepest heart.
that he is sad.

What is sadness?
"when i don't see you smile"
but this is the raindrop, not tears.
"really, good then.."

i wonder if that was our last meeting,
our last ice cream,
our last movie, our last meal
our last hug.

that was sweet,
cause i think more mouth will kill us,
so i chose to enjoy and save
every memories

i talk to God tonight,
whereas he talks to God tonight, either.
i smiled, glanced at every flash of the light
I smiled feels like i see tomorrow,

a time where i believe
that there's only a hug
a hope, a high..
a love.

at last

Tuesday, 17 November 2009

bukanlah judul lagu yang liriknya akan gua tulis disini,
ini hanyalah sebuah kata yang gua ungkapkan ketika gua baca kualifikasi menjadi flight attendant di singapore dan malaysian airlines dan berakhir dengan kualifikasi yang lebih berat dari sekedar toefl dan tinggi badan: kewarganegaraan.

Gua sendiri bukan fanatik dengan negara gua, tapi gua merinding setiap gua denger lagu Indonesia Raya. hmm,, mungkin setiap denger itu, arwahnya WR SOEPRATMAN menghampiri gua, jadi gua merinding. entah, gua nggak lihat dia. gua cuma denger lagu ciptaannya.

Gua juga nggak ngerti politik, cuma umbaran opini tanpa dasar kuat yang gua lontarkan setiap mata kuliah DR Ari, mungkin sekarang pengetahuan gua bertambah melalui jalur insting. Seringnya gua lihat pemberitaan dan racun-racun media yang menuntaskan cerita (atau orang lebih suka menyebutnya "berita") dengan pertanyaan-pertanyaan yang justru membuat otak gua semakkin girang dan senang berpetualang menebak endingnya.
Hebatny gua, tebakan gua akan suatu cerita (berita) media itu sering benar. Sedikit hasrat muncul untuk menjadi paranormal karena hal ini.

Tapi setelah gua perhatikan lagi, menjadi paranormal belum bisa menghasilkan sesuatu yang oke buat gua nantinya, karena standar kekerenan dalam berprofesi menurut gua adalah ketika kita sedang jalan di mall dan kita mendengar (secara sengaja maupun tidak) ada orang berbisik "itu kan si anu yang main anu di anu anu"
nah,
buktinya gua nggak perlu jadi paranormal untuk mendengar omongan itu.
Cukup sedikit mengangkat dagu dan dahi, lalu menghilangkan senyum pribadi lalu berjalan tanpa melihat ke depan. merem aja!

Nggak keren lagi yang gua liat dari profesi keren adalah dengan dimunculkannya skandal oleh media terhadap citra gua. Andai suatu saat nanti peresmian gedung sekolah gua diliput media, mereka akan menyediakan satu paragraf dalam artikel (untuk media cetak) dan sembilan belas detik narasi (dalam elektronik) yang mengungkap betapa catering yang gua pakai adalah milik Ibu dari seorang artis yang dituduh berselingkuh dengan pejabat kawakan.

Nebeng.
gua nggak suka nebeng. dan jelas, gua nggak suka ada nama yang nebeng dalam publikasi gua.
Iyalah, Krisdayanti meletakkan nama Yuni Shara dalam buku biografinya karena Yuni adalah Kakaknya. Coba kalo tiba-tiba gua meletakkan nama adik gua dalam autobiografi gua?
Hell, he is not even a celebrity, why would I?
jahat ya?
jahatan itu apa jahatan kalo gua laper gua nggak dikasih minum?
hahhahah

hey hey..

tiba tiba gua kehilangan rasa madu itu. makanya dia nggak kasih gua minum, bukan karena gua laper.




I was

Saturday, 14 November 2009

Name: Sylvia Treasures
Age: 29
Blood-type: A
Nationality: Bulgary
Height/Weight: 175/50
Occupation: Model

"anjing!!!" adalah kata pertama yang keluar dari mulut gua pagi itu. Manager gay gua membua korden kamar hotel selebar-lebarnya dan gua harus terbangun dengan sentakan sinar matahari yang sadis melumpuhkan pandangan gua sambil terus menahan sakit kepala. Gua mencoba mengingat berapa botol bir yang semalam gua tenggak dengan teman-teman catwalk.
"and you remember how many photoshoot for this weekend right? twelve spots plus two interview in the South Cafe"
"trus jangan lo berani bilang kalo sekarang udah jam 8?? ini baru jam 8!!!" Gua berkata lirih padanya sambil mecoba menarik selimut gua namun Eddy terlanjur melipatnya di sebelah kasur raksasa itu. kasur itu begitu nyaman, bantalnya wangi dan plafonnya bermotif sendu. Benar-benar hotel sempurna untuk ukuran gua yang hobi berkelahi dan memaki orang dalam keadaan mabuk.

Seketika Blackberry Sidekick gua menjerit dari lantai dekat kasur dan Eddy memungut lalu melemparnya ke pangkuan gua.
"Oke, 18 pesan, 20 panggilan tak terjawab, 2 email dan satu alarm notifikasi.. Mama, John, Eddy, Lucy, Adam, Mama lagi, Edward, John lagi, John, John, John, John, Deyana, Mika, Ashley, Ashley lagi, Mama lagi terakhir,, John... Good, gua adalah orang sibuk Ed, jadi jangan ganggu gua dengan remeh temeh seperti sarapan atau pemotretan" Gua menyingkap rambut coklat gua dan mencoba duduk dengan tegap di kasur empuk itu.

"No longer than ten minutes, it is breakfast kissing you, so now you better use this towel to wipe off your bath wet. Take the Manolo pair and kick off you scarf, the white Prada one!!" Eddy nyaris berteriak memerintahkan sederet kegiatan yang harus gua lakukan detik itu. Dia bukan manager, dia seperti boss. Dan gua benci harus mematuhi dia terutama di saat hangover seperti ini. Gua cuma butuh dua jam lagi untuk tidur, namun Eddy berhasil membuat gua selesai mandi dalam lima menit. Sial!! Brengseek!!

Gua hanya mengumpat sepanjang sarapan dan akhirnya bacon enak itu gua habiskan tanpa segelas susu, hanya setengan gelas karena Sidekick gua melancarkan serangan bertubi-tubi dengan panggilan-panggilan konfirmasi dan pengaturan jadwal.

Ya, gua sudah dua setengah tahun menjalani profesi sebagai model -supermodel internasional tepatnya. hidup gua jet-set dan gua tidak sedikitpun merasa lemah. Sehari-hari gua adalah salon, studio, catwalk dan rumah mode. Sesekali gym membuat waktu luang gua hilang bersama Mama dan John adalah anugrah terburuk yang pernah gua miliki.

John.
Dia selalu hadir dalam peragaan busana gua dan dia duduk di deretan kursi paling depan, namun.. "your Mr. Frontrow is now hooking up with Anastacia and I wonder why Jessica would even dated him last week, because he's nothing but a dumb jerk.. Listen Sil.. If you really know him, you would have kicked him since years ago.. Why you?" adalah suara Eddy yang menggantikan IPOD gua saat make-up atau fitting baju.

adalah kenapa karena gua model miskin yang lalu jadi kaya dengan lambang sebuah pesta kejutan paling meriah untuk ulang tahun Mama. Seorang janda berhak mendapatkan pesta meriah di umur setengah abad-nya. Gua mempertanyakan kenapa dia baru menikah setelah gua berumur tujuh tahun? karena sebetulnya Papa bukan termasuk orang kaya yang bisa menjadikan gua model. Hanya seorang John yang gua kencani selama tujuh tahun terakhir berhasil membuat makam Papa menjadi layak di kalangan tentara sesamanya.

adalah kenapa karena John membuat perubahan signifikan dalam beberapa sudut otak gua. Sampai sekarang gua duduk di kamar mewah dengan segala fasilitas kelas satu dan gua hanya bertemu dengan segelintir orang tidak penting dan hampir semua teman gua adalah manusia setengah dewa setengan iblis yang sangat arogan serta pekerja keras. Hidup seperti manusia yang tidak pernah mati dan tidak akan khawatir walau badai topan dan kobaran api selalu bisa menghabiskan harta mereka dan sebuah senapan mesin mungkin membidik kepala mereka ketika mereka sedang menyerupur kopi hangat di sore hari dalam kafe mahal di manapun di belahan dunia ini. Orang-orang yang selalu nampak tak sadar ketika setiap kamera menyimpan pergerakan tubuh mereka dan setiap media di alam semesta menulis paling tidak satu kata dari nama mereka.

"Versace wants the show to be under the Eiffel and I am still thinking if it is possible for you to not wear any stupid gothic make-up ever! You better be in this teenagers wardrobe and Marylin's will pick and meet you up under any table in Wall Street. Hell with all this deal and Dolce is horribly sweet when engaging you to be in one of them along December. You are not coming home for New Year and, in January 15, you will be showered with a year income and several Jewish publication and hot plate from Asian also extra fuel for the Baby Jet to fly home."


Eddy selalu datang untuk update jadwal gua dan gua menikmati setiap langkah gua berjalan di catwalk, setiap sentimeter kain yang terpotong untuk disesuaikan dengan badan gua, dan setiap kilogram daging yang gua makan tanpa gua takut merasa gemuk. Gua selalu minum bir dan gua nggak takut dibilang miskin atau kampungan, gua hanya terbiasa dengan alkohol pasar karena Mama nggak pernah mengajak gua minum lebih dari bir.

"Olivia Fernandez sent you this" Eddy melempar sekotak kecil bingkisan dan meneruskan membaca agendanya. Gua membuka bingkisan hitam itu dan menemukan satu set perhiasan dan kartu mungil ucapan terima kasih dari kastilnya. Spesial sekali gua sampe semua barang mahal yang gua punya dan gua pakai adalah pemberian orang. Whew... "

Julia Sanders or you in Michael Jackson's new vid? Oh, Sanders is like yesterday's model and you are like.. queen just for the worthy one... Graham Bell Science Centre, with theme of meet the beautiful brain.. Oh, they know you dont even pass your senior year, brainless. Elle Italy and its free gift for shopping voucher.... Louis autumn was great and bonus will transferred before Christmas... Vodka ad with simplicity of Asia... Sylvia Treasures for Harajuku Comic Arts.... well, this is cute, you should try the photoshoot in Tokyo Tower, which you haven't gone there, yet!!"


Bangsat ya jadwal gua. "Kenapa gua harus deal dengan para orang pintar, Ed.. gua males deh.. Bisa nggak remove aja Graham Bell-show itu?? gua mending terima pulang pasca valentine daripada dateng dengan setengah milyar ke acara science!" gua selalu nggak pede dengan otak gua. Meskipun Mama bilang gua pinter, gua nggak pernah ngerasa begitu.

"Hello, yes.. yes, right, now? Still at the Ritz, no way.. yes, ok.. I've got driver here.. Oliver? No, Olivia, idiot! Yes, ok... see you.. yes.." Eddy baru saja menerima telepon gerutuan dari fans gua alias top manager dari perusahaan modelling yang menaungi gua. Lalu dalam waktu satu jam, gua udah duduk manis di dalam jet pribadi gua, menuju Berlin untuk photo session dengan majalah mode baru di sana.

Gua membayangkan sejumlah lokasi atau studio foto dan beberapa salon fitting untuk hari ini sambil meneguk segelas bir di dalam jet. Eddy masih mengoceh soal review fashion di Elle dan gua mendengar sekilas ia menyebut nama John. "So, this jerk has just caught by the camera.. you know what Sil?? He's throwing your mom a surprise.. since you cannot company your Mama for many business in Italy.... associated with Bloomingdale's..... a shopping voucher and... GREAT!!!"

Jadi John sudah kembali memerankan dirinya jadi calon menantu manis yang sayang pada calon mertua. Bajingan! Business in Italy? Dia yang menjebak gua dengan kontrak surgawi ini dengan para model dan fotografer sementara dia menikmati rasanya punya seorang Ibu. Gua membayangkan mereka masak bersama dan menjelang tidur, John akan menyelimuti Mama seperti Mamanya sendiri. Pecundang!!

Gua nggak berhenti bersyukur karena dia bisa menemani Mama saat gua bener-bener sibuk banget dengan smua panggun dan kostum pertunjukan. Gua mengutuk John karena selalu bisa manis di depan gua sementara di depan panggung dia selalu asik bercengkrama dengan model lainnya. Seolah bodoh, gua sadar ternyata gua nggak lebih bodoh dari mereka..

Sore itu gua mengendarai Porsche sendiri ke Milan dan menemukan beberapa pasang aksesoris dan jaket kulit buat Eddy, sebuah tas manik untuk Ashley, dan Edward gua belikan sebuah topi lebar bergaya hip-hop. John? Pemantik api yang akan memenuhi lemari koleksi ciliknya di dekat kamar mandi apartemen-nya.

Sidekick gua menjerit..
Oh John.. kenapa harus menelpon saat gua sedang di highway. Menghasilkan sebuah jeritan rindu saat sebuah kontainer besar melaju dari arah depan gua dan pengemudinya seperti mabuk lalu mengarahkan kendaraan muatan besar itu ke depan Porsche gua. akhirnya gua terpelanting dalam sebuah kotak mungil mahal hasil tiga kali fashion show dan gua tewas seketika.



-----------------------------------------------------------------------------------------------

Name: Past Novel Larasaty
Age: 21
Blood-type: A
Nationality: Indonesia
Height/Weight: 170/49
Occupation: Student










------------------------------------------------------------------------------------------------

Dedicated to Mr Rudi Sukandar, who seemed like to believe in a thing called "reincarnation"

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (6)

Friday, 6 November 2009

Lima belas menit berlalu, Hearty sudah mengalihkan pandangan kembali ke kaca jendela sementara Senseless benar benar telah lelap dalam tidurnya. Perjalanan lumayan jauh ini mulai terasa menjengkelkan bagi Hearty, namun ia memilih sabar dan cenderung memikirkan hal-hal seru sesampainya di kota tujuan. Ia membayangkan saat-saat menyenangkan selepas tugas dan bersantai di hotel murah yang telah disiapkan oleh kepala cabang. Pikirannya melayang saat tiba-tiba cengkraman kuat terasa di bahu kirinya. Hearty menoleh dan dilihatnya Senseless sedang panik menyadari................................................... banyaknya darah yang keluar dari hidungnya.

Seketika Hearty bersikap sigap terhadap gejala mimisan. Dikeluarkannya kotak P3K mungil dari dalam tasnya dan beberapa lembar tissue. Senseless tidak bereaksi apa-apa namun membiarkan tangan Hearty menggerayangi hidungnya. Sesaat kemudian Hearty pergi dan kembali ke tempat dudukny sambil menyodorkan minuman isotonik kepada Senseless yang menerimanya dengan wajah serba datar.

"Kamu panas dalem tuh,, mungkin kurang tidur, atau smalem abis minum yang dingin-dingin ya? Biasanya orang kecapean itu......" Hearty mengehentikan ucapannya saat disadarinya Senseless telah kembali pulas dengan sumpalan tissue di kedua hidungnya.
"Gimana nafasnya tuh kalo gtu?" Hearty berkata spontan dan Senseless tidak menjawab. ORANG GILA!!
Batin Hearty menjerit melihat sikap Senseless. Ia tetap jengah sekaligus penasaran,

Sampai di tempat peristirahatan, mereka makan siang berdampingan dengan lauk sama dan jus jambu kesukaan Senseless. Hearty baru saja berbincang dengan Ibu muda di meja sebelah tentang perjalanan mereka dan Hearty menyebutkan beberapa tempat yang akan dikunjunginya disana. Sang Ibu muda tersenyum melihat Senseless yang memang berwajah lumayan saat dia diam. Hearty pun bingung saat Ibu muda berkomentar "pacarnya ganteng banget mbak... mirip iku lho.. sing main sinetron"

Hearty: kenapa semua orang ngira kamu pacar aku ya??
Senseless: sendok garpu donk!!
Hearty: padahal kita nggak ada mesra-mesranya, yang ada jutek-jutekan iya..

Senseless melahap suapan pertamanya setelah penyumbat hidngnya dilepas Hearty.

Senseless: lain kali kalo mimisan jangan dpakein tissue kayak gitu.. baunya nggak enak!!
Hearty: iyaa, aku juga biasanya pake tissur non-perfumed, tp lg abis, yang ada ya ini. eh, kamu pusing nggak??
Senseless: nggak
Hearty: seumur-umur,, aku baru sekali mimisan, waktu aku SMP, pas pelantikan OSIS, kan panas banget tuh, trus aku udah begadang dua malem, dtambah pola makan nggak teratur, akhirnya aku mimisan. Wah, heboh banget deh,,, satu sekolah ngiranya aku luka dalem krn dijahatin seniorku,hihiih,, padahal sih..
Senseless: sedotannya donk! Gelasnya kotor!

Hearty menekuk wajahnya sambil menyodorkan sebatang sedotan kepada Senseless. Ia hendak membuka mulutnya untuk melanjutkan cerita mimisannya, namun Senseless sudah mengakhiri niat itu dengan "cepetan makannya, bus-nya udah mau jalan"

Hearty meletakkan sendok garpunya dan mengeluarkan sebatang rokok di sebelah kirinya. Dari kanan Senseless menatapnya tajam namun Hearty malah sibuk melihat paras anak kecil di meja depannya. Ia memainkan mimik muka untuk menggoda anak itu. Senseless mencengkram lengan kanannya sambil berkata pelan, "aku bilang, cepetan makannya.."

Hearty: aku nggak laper
Senseless: kita nggak akan berhenti lagi sampe malem
Hearty: biarin aja, aku bisa nahan laper bahkan tempat tujuan sekalipun.
Senseless: yaudah, terserah!!!

Tepat di hembusan terakhir rokok Senseless, bus mulai melaju keluar dari pelataran parkir rumah makan tersebut. Dilihatnya Hearty mulai mengantuk dan benar saja, dalam hitungan detik, Hearty mulai lelap dalam tidurnya. Tangannya mengurai secarik tissue di ujung rambut Hearty yang panjangnya sebahu. Tanpa membangunkannya, Senseless membersihkan sisa tissue mimisan itu dengan hati-hati. Ditatapny wajah damai Hearty, Seperti begitu damai dan tanpa beban.

Bus yang mereka tumpangi sampai di ufuk barat. Gelap mulai menyelimuti alam dan Hearty mulai bergerak menunjukkan terbangunnya. Senseless tersenyum tipis melihat gerakan bangun Hearty karena mengingatkannya pada sang adik. Senseless dengan cepat menghapus senyuman itu jauh sebelum Hearty benar-benar sadar dan berkata..................................................



---------------bersambung---------------------

I QUIT LYING SINCE......

Wednesday, 4 November 2009

I was in the sixth grade of elementary school and my first assignment that year came from a mathematics teacher. He asked me to do three pages of questions without even explained any single thing to me about the subject. I was shocked yet challenged. I tried my best to do it myself and finally at the end of the night, I did all the problems and perfectly scored by my teacher.

Friday was my last-day of school and I had sports subject that day. I changed my uniforms into a brilliant and sporty trainings and I went to do the warming up. I was not very good in football but I was the fastest runner amongst my classmates. I was so proud of that.

Every Saturday night, I went to my violin lesson. My teacher was impressed by my talent in music. He admitted that I was his smartest student even compared with his old-students. I played several hard tunes and I almost won the violin competition that day. My teacher still calls me "runner-up" until the day he died. He passed away after awarding me with "the best violin learner" when I was 13 years old.

I studied geography although memorizing was a very hard thing to do. I didn't give up til I got the highest score when the final exam came. My mom bought me two pairs of shoes after she saw the paper. "Perfect gift for perfect kid" that sentence was always on my mind. It was like the happiest moment for me as a science kid because science kids don't do social matters. I didn't really care. All I knew is that geography is interesting.

I dated an idiot because he asked my many things about many subjects. I felt grateful to date him and somehow, he made me smarter by questioning and kept asking. I love answering question because it made me wonder what the answer was.

I quit learning tae kwon do because I saw too much blood in my mom's laboratory and it killed me to learn to fight. I hate violation and I hate violence. I hate playing baseball because I hate hitting.

I saw my dad killed in an accident right after I got to the first semester of the ninth grade. I cried histerically and mom kept saying that boys don't cry. So I was just looking at my dad's body while learning why did mom killed him. I never find the answer to that question.

Therefore, I survive from this cancer because I haven't find the answer yet to that question.
I think tomorrow will be the day when my mom finally release her answer to my after all curiousity.
I am waiting for tomorrow then.
Good night.

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (5)

Monday, 2 November 2009

Sesaat matanya menangkap bayangan Senseless bergerak, konstan membuka headphone dan bangkit dari tempat duduk. Hearty tidak menoleh, hanya mengiringi bangkitnya Senseless ke bagian depan bus, lalu bayangannya tak lagi terlihat lewat kaca jendela itu.

"Mau kemana tuh anak?" Hearty melongok mengikuti langkah kaki Senseless mendekati supir. Terlihat olehnya Senseless berbicara agak serius dengan kondektur dan supir sampai beberapa saat kemudian, bus memasuki SPBU. Anehnya, bus tersebut tidak mengisi bahan bakar, melainkan hanya parkir di dekat pintu keluar dan Senseless menunjuk ke belakang ke arah Hearty.

Lalu Senseless turun sambil menyulut rokoknya. Ternyata ia ingin ke toilet. Hearty hanya menggelengkan kepala karena dalam otaknya kini bercampur rasa kesal, bingung dan penasaran terhadap tingkah laku Senseless. Hearty bangkit dan mendekati sang supir.

Hearty: mau kemana katanya pak?
Supir: lha, dia bukan suamimu mbak?
Hearty: hah? suami?
Supir: iya, tadi mas itu bilang mau beli pembalut untuk mbak, karena mbak mendadak datang bulan. jadi saya terpaksa berhenti di sini.
Hearty: ooh...

Hanya tiga huruf yang bisa terucap dari bibir mungil Hearty. Tangannya mengepal namun keningnya berkerut. Ia menangkap Senseless kembali dari toilet sambil memadamkan rokoknya. Hearty segera kembali ke kursi belakang sambil menahan marah dan rasa bingung. Ia menyiapkan serentetang pertanyaan yang diharapnya tidak akan direspon dingin oleh Senseless.

"Dari mana kamu?" Hearty bertanya dingin
"Toilet. pipis" Senseless menjawab santai
"Kenapa nggak disini aja? Tuh ada toilet!" Hearty menunjuk dengan matanya
"Pengen sekalian ngerokok."
"Kenapa nggak ngajak aku?"
"Kenapa harus ngajak kamu?"
"Karena aku juga mau ngerokok." Hearty mulai jengkel
"Ya kenapa nggak keluar aja sendiri pas bus berhenti.?"
"Mana aku tau kalo busnya mau berhenti?"
"Ya waktu berhenti harusnya kamu langsung keluar lah. refleks dong!"

Hearty kehabisan pertanyaan, namun dilanjutkannya dengan "tadi ngomong apa sama supirnya?"
Senseless memasang headphone-nya kembali dan larut dalam alunan lagu sambil memejamkan matanya.
Di benakknya terismpan banyak jawaban untuk tiap pertanyaan Hearty. Diketahuinya Hearty adalah salah satu karyawan teladan dengan sejuta temang di kantor. Hal yang paling menonjol dari Hearty adalah keberaniannya. Ia selalu dipuji atas keberaniannya menyuarakan ide yang bagus dan menarik bagi siapa saja, kecuali dirinya.

Menurut Senseless, Hearty hanyalah gadis dengan seribu kekurangan yang berhasil membawa dirinya tertutupi oleh sejuta kelebihan. Namun bagi Senseless, tetap saja Hearty itu lemah dan terlalu rapuh. Bagusnya wajah ceria selalu menghiasi hari-harinya, karena Senseless yakin, tanpa satu sentimeter senyum di wajah Hearty, kerapuhan hatinya akan lebih menonjol daripada dinginnya sikap Senseless.

Lima belas menit berlalu, Hearty sudah mengalihkan pandangan kembali ke kaca jendela sementara Senseless benar benar telah lelap dalam tidurnya. Perjalanan lumayan jauh ini mulai terasa menjengkelkan bagi Hearty, namun ia memilih sabar dan cenderung memikirkan hal-hal seru sesampainya di kota tujuan. Ia membayangkan saat-saat menyenangkan selepas tugas dan bersantai di hotel murah yang telah disiapkan oleh kepala cabang. Pikirannya melayang saat tiba-tiba cengkraman kuat terasa di bahu kirinya. Hearty menoleh dan dilihatnya Senseless.......................................................................

-----bersambung-------

karena dia begitu indah

Thursday, 29 October 2009















kamar gua




rumah gua kosong,
nggak ada yang berminat ke rumah gua, karena mereka pikir mereka akan diwawancara tentang gua dan pacar gua.
hey, gua belum begitu terkenal sampe lo harus takut ke rumah gua.
lokasiny yg jauh memang bikin males, tapi kalo udah mendarat di kamar gua,
kalian akan merasakan hentakan hati yang lumayan keras supaya kalian sadar bahwa ini bukan kamar kost-an, hanya kamar tidur yang sedikit berantakan dan terlampau luas digunakan sendirian.

gua nggak pernah peduli sama penilaian orang terhadap kamar gua.
enak kok yang gua rasain selama ini. gua seperti hidup dan kalo nggak ada kegiatan keluar rumah,
gua bisa menghabiskan 23 jam di dalam kamar gua.
Satu jam luang itu gua pakai buat keluar kamar untuk menemui papamama, memeriksa kulkas bawah, makan, lalu mengacak-acak rak piring di dapur. lima menit kurang dari satu jam itu gua gunakan untuk menggoda pembantu rumah tangga.

kamar gua nyaman kok.
apa yang gua perlukan (kecuali Jehan) ada di kamar gua.
hihih,,
maunya bikin iri orang, tapi sayang, untuk kalian yang takut terhadap org tua gua,
well, you guys aren't as lucky as me to have them.
meskipun mereka kolot dan oldschool, tapi mereka mewariskan nilai hidup yang nggak orangtua kalian ajarkan,
sebagian dari kalian biasa hidup enak.. sebagian lagi terbiasa hidup susah.
Gua bersyukur dengan hidup gua sekarang meskipun banyak teman gua yang meninggalkan gua karena:
1. gua nggak gaul
2. gua menyebalkan
3. orang tua gua protektif
4. gua punya pacar
dan
5. memang sudah saatnya mereka meninggal..

akh..
kenapa sih gua mengisi kepenatan menulis proposal skripsi dengan menulis blog?
karena mungkin gua akan menjawab pertanyaan gua sendiri.
aneh ya...

sudah ya,
gua mau menikmati kamar gua..






(hanya) LIMA ALASAN KENAPA SAYA CINTA PAPA..

Sunday, 25 October 2009


Dari 18.000 alasan, saya boleh tuliskan lima (saja) alasan kenapa saya sayang pada ayah saya.

1. SABAR. Di antara puluhan ibu rumah tangga, nyokap gua adalah salah satu yang paling bawel, paranoid dan berlebihan. Selama lebih dari 20 tahun papa sudah sama mama dan betahan menerima kekurangan dan kelebihan mama (dengan kapasitas psikologi papa tentunya). Gua belajar bersabar dalam menghadapi siapapun, keadaan bagaimanapun, dimanapun. Papa mengajarkan kesabaran dalam berkendara serta sabar dalam menuntut hak kita. Kesabaran yang nggak diajarin sama guru atau dosen manapun.

2. KAYA. Lebih tepat kalo gue bilang "kerja keras" karena kaya itu relatif. Papa ngajarin gue makna dari kerja keras dan pengorbanan, tentang gimana seseorang harus berjuang keras untuk dapetin apa yang dia mau. Papa menunjukkan gimana berusaha tanpa lelah untuk mengejar suatu target. Bejuang dengan menghalalkan segala cara supaya apa yang kita mau bisa tercapai. Berjuang untuk mengingkari hati nurani supaya merasakan kebahagiaan semu.

3. MENGAYOMI. Gua selalu ingat kejadian umur 12 tahun dimana gua berteriak histeris karena mendengar ruang belajar gue diketok dari luar. Gua pikir hantu dan gue secara lincah lari ke pelukan papa yang kemudian menyeka keringat dan airmata gua. Ia memeluk gua dengan hangat dan melindungi gua dari segala bahaya. Papa selalu berusaha menyenangkan gua dan mencukupi KEBUTUHAN (bukan keinginan) gua.

4. JUARA. Belom ada yang masuk dan melabrak petugas pajak di ruangan pajak selain papa. Sekedar kesal karena terlalu diusut kepemilikannya atas usaha menengah yang berhasil menyekolahkan gua dan kedua adik gua. Papa kesal karena petugas pajak memperpanjang birokrasi yang menyulitkan (tuh, udah sulit, dipanjangin.. brengsek). Papa juga jago bohong karena ternyata gua belajar backstreet dari papa. Bukan sepenuhnya salah gua kalo ternyata pacar gua nggak kaya. Karena papa ternyata juara dalam membuat suatu citra.

5. KEKHAWATIRAN. Baru sore ini gua dengar om Yus bercerita pengalaman papa masuk ke ruangan bos PT API yang paling disegani asal Amerika. "Belum ada satu orangpun di Indonesia yg berani nerobos ruangan Mr Jab untuk ngajak turun ke lapangan ngelihat tabung selain Papamu, Nov" Wah.. papaku hebat. "Satu yang bikin dia panik.. kamu nginep di kantor dua hari dan nggak ada kabar". Jadi kabar dan keberadaan gua lebih penting dan menantang dibanding melawan aparat tertinggi di dunia sekalipun. Papa sayang gua.

Gue masih ingin mendeskripsikan 17.995 lagi alasan kenapa gua sayang papa. Bagi gua, dialah satu satunya pria yang menyayangi gua dengan cara itu. No man loves me like he do.
and now i just want to run to him to give him a hug and a spit.
for every drop of blood in my body, it belongs halfly to him.
i love him.

pacarku superstar

Saturday, 24 October 2009

nama saya Ami, pacar saya Jacki.
kami pacaran seperti suami-istri.
saya jelata dan Jacki selebriti.
sudah sebulan saya hidup begini.
temani Jacki kesana kemari.
bertemu rakyat bernama groupie.
mereka cantik dan punya harga diri.
saya pun minder karena kurang richy.
Jacki berkata saya jangan sedih hati.
karena seribu wanita saya yg paling seksi.
saya pun mendengarnya dengan senang sekali.
namun rasa itu bertahan satu hari.
karena esoknya saya bersedih lagi.
melihat sang Jacki melirik sana sini.
bukan wanita yang menjadi alibi.
namun oh Jacki memang lelaki sejati.
tak goyah cintanya oleh spatu hak tinggi.
karena menurutnya saya nggak perlu keki.
kenapa keki melihat cut tary?
karena milik saya oh itu si Jacki.
apa kata orang saya nggak peduli.
memang jadi pacar selebriti sudah gini.
nggak pusing nggak rempong seperti para banci.
pacar saya nggak homo tapi diajak party.
sama bencongppun saya nggak pake iri.
karena saya yakin, Jacki suka yang asli.
masalah lainnya oh, dari ibu tiri.
yang menggunjing saya hampir setiap kali.
entah bagaimana dia lihat dengan jeli.
bahwa badan saya memang kurang selebriti.
yang saya yakin cuma cintanya Jacki.
mau miskin atau jelek saya punya hati.
hati ini bukan sembarang hati.
hati ini milik Jacki yang sungguh cinta mati.
pada saya bukan pada para mucikari.
saya pun pastikan saya juga cinta Jacki.
bukan cinta uang bukan juga cinta materi.
tapi yang saya lihat Jacki memang berambisi.
apa yang diraihnya berawal dari mimpi.
jadi saya yakin dia puny jati diri.
mau dengar orang bilang saya silly.
saya nggak peduli karena saya punya Jacki.



--give me applause for this shit--

gua nggak makan

Tuesday, 20 October 2009

laper banget.
malem ini gua nggak makan.
nggak ada yang ngingetin sih, gua sibuk dengan skripsi, pacar sibuk dengan tugasnya, mama sibuk dengan almarhum bapaknya!!
papa ngajak makan tadi, tapi gua jadi nggak nafsu.
padahal laper..

ayo donk..
kirimin gua makanan,
gua mau tongseng, nasi uduk, lontong cabe, risol daging, puding coklat.
faakk!!
gua doyan banget makan, tapi kenapa gua nggak gendut kya Nanda Otrifanis?
nggak tau sih kalo sekarang dia lebih kurus daripada gua!

Brengsek!!
pergi nggak ada kabar itu enak banget!
fakk!!

gua sedang ingin mengumpat orang.. siapa yang mau jadi korban?
hehhehehehhehehehe..

dah ah.. kapan mulainya ini?
akhh...

after i finished doing mistake and feel sorry without even seriously regret anything

Sunday, 18 October 2009

i insult people mostly because i want to.
funny cause people in their alto,
without thinking who to be mad to,
they are just doing what to do..
which is to insult back
hihihi

feels great to mock people then say sorry at the end.
don't ask what for, cause you hate some people without no clear reason.
then now why would i have to find one?
i just do it cause i feel like i like it.

for you guys there,
watch out, cause sweet causes illness
and silliness causes nothingness.
nothingness erases all your pluses.

no matter who you are,
as long as you don't hate my boyfriend neither get close to him,
you'll be easily happy.
bye bye acne and dandruff..
fvck you!

Saya Sibuk Sekali

Saturday, 17 October 2009


Setiap gua mau coba buat blog karena di otak gua udah penuh cerita, gua selalu terbentur dengan waktu. Benturan cukup keras itu mengakibatkan gue membanting-banting beberapa sel dara dalam badan gua dan hal itu kemudian membuat gua jadi nafsu makan.

Setelah tiga hari mengikuti matrikulasi pasca sarjana, gua jadi mengerti bahwa sebaiknya blog itu berisi tentang essay atau tulisan yang berbobot tentang general knowledge atau surveillance terhadap sautu hal. Pas gua inget-inget apa yang selama ini gua tulis di blog gua.... gua nggak inget karena kemarin gempa beberapa skala richter menggoyang otak gua, jadi gua nggak ingat apa yang udah gua tulis di blog gua. who cares?!!

Lalu gue mengunjungi rumah duka di tangerang karena ibunda dari seorang sahabat gua meninggal dunia. Nggak kebayang kalo gua liat mayat nyokap gua berbaring kaku gitu. mungkin akan terlihat tegar seperti sahabat gua itu, tapi gua rasa janin gua nggak akan sanggup menahan air mata.

Apa esensi dari kematian?
terputus semua amalan kecuali tiga hal:
1. doa anak soleh -gue durhaka
2. amal jariyah -well, banyakan belanjanya
3. ilmu yang bermanfaat -bahkan gua nggak berilmu
lalu apa yang akan gua bawa?

Kiamat besok -besoknya kapan? God knows!
Gua bicara pada Tuhan.

Ah, butuh cemilan ni, mamapapa sedang tidak di rumah dan saya adalah seorang pekerja skripsi dan laporan magang.
SEANDAINYA LAPORAN MAGANG TIDAK MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS, pastinya pacar saya (yg dibenci babank) itu SUDAH MEMBANTU SAYA MENGETIK LAPORAN ITU.
Bukan pacar saya tidak bisa bahasa Ingggris, tapi dis SIBUK.. sama seperti saya.
Gak perlu gue jelasin apa kesiibukannya, karena ini BLOG GUA, bukan BLOG DIA.
hihihihiih..
telorpuyuuh tomaat!!

Gua sedang mengurangi banyak tawa dan memperbanyak kerutan di kening. Karena hutang yang menumpuk dan hal-hal yang sulit gua mengerti tentang apa itu rasa cinta. Tidak pernah percaya karena cinta itu membunuh.
Tidak pernah yakin karena cinta itu tidak meyakinkan.

i miss you.

this one is just an intermezzo in the middle of the nothingness with doing thesis proposal

Tuesday, 13 October 2009

and I really got much to do than just writing up a post. Nice to know that everyone's moving on since I saw only a few people keep updating the blog. Good good cause maybe band show, advertising expo, internship, proposal, literature review, mocking up people and having many assignments in class keep you guys busy.

Good good cause I can't be as busy as you guys cause somehow, writing is my other business. I was thinking about putting up my stories in my blog. but suddenly I found it senseless to put my writting without even being read, no, don't tell me you read, cause I know you don't. Good good cause Ima keep it up util someday it'll get erased by re-install or any viruses.

Then I look twice to my house, it has nothing but a wide room with no one, no soul in there. I wish I could stay home alone, all the time. I just don't own it, and I prefer not to. I am collecting some bucks to buy a small lot for myself. Not that I don't love mom, no, don't even think I don't love her. It's just a passion that people might laugh at, but I enjoy seeing people laughing, especially to the one who laugh at my nothingness.
--bau pesing ni, siapa yg ngompol?--

Down to the subway, I saw a ribbon, that goes up and down slightly, the suddenly I realize, ther's no wind under the land: it's SUBWAY.. good good cause God give me more things to think about. This keep me busy with my own mind, regardless what others might think. But, who cares? I live my own life, they just come to disappear then gone to be back.

It's where I found my land. Land of hope, hope of something, something that goes right to what I want, how I want, nonetheless, why I want. Lastly, I went up to watch the sun, but it was cloudy, so I turn left to go right away, to a coffee stall, that didn't even touch my tongue, it flew..

somewhere I don't belong.. and I don't feel like I'm after it.
So I let go, though sometimes see it cross and re-cross.