Bolivia - Jakarta

Sunday, 27 September 2009

Hari ini gua menyanyi berulang ulang sebuah lagu:

Dan lalu...
Rasa itu tak mungkin lagi kini
Tersimpan di hati
Bawa aku pulang, rindu
Bersamamu

Dan lalu...
Air mata tak mungkin lagi kini
Bicara tentang rasa
Bawa aku pulang, rindu
Segera

Jelajahi waktu
Ke tempat berteduh hati kala biru

Dan lalu...
Sekitarku tak mungkin lagi kini
Meringankan lara
Bawa aku pulang, rindu
Segera

Dan lalu...
O, langkahku tak lagi jauh kini
Memudar biruku
Jangan lagi pulang
Jangan lagi datang
Jangan lagi pulang, rindu
Pergi jauh!

Pulang - FLOAT


Rencana pulang sudah matang, meskipun tanpa Inggrid si kucing bawel, Shalini (dia nge-date terus ke luar negeri) dan Musardin (nggak bisa pulang sampe "urusannya" selesai di Kanada), gue tetap akan menemui Papa dan Alex. They are way weaker than I thought.
Kontrak kerja Bolivia akhirnya selesai dan gue berhasil menyelenggarakan farewell party kecil2an bareng karyawan store ini. They were nice and I'm coming back to town.


*dengan pulangnya Amel ke Jakarta, maka "Escape to Bolivia" tamat*

sepotong cheesecake akhirnya menjajah mulut dan otakku

Saturday, 26 September 2009

Wow, that was the longest post-title in this blog. Not quiet interesting but I do interested in the motivation of it. Afterall (bukan Afterclass) I've been hoping a piece of cheesecake, I finally got it. Jehan got one for me and I ate it afterwards, at all. enak tauk!! apalagi merknya HARVEST. hahah.
Dasar tukang makan gua!!


I was thinking about Tyo then thesis crossed my mind, how's his thesis. Huah!! Skripsi gua aja nggak kesentuh, males bangeet, nggak tau kenapa!! Mungkin emang seharusnya gua nggak usah dapet mata kuliah ini nih semester ini, haduh.. I really really have to pass it anyway.. :(


Seharian ini gue belanja gila-gilaan sama si pacar. GUA yang belanja, dia hanya menemani, memberi opini dan berdecak mendukung terhadap hasil barang2 setan itu di badan gua. Dasar setaaann.. harga barang barang itu hanya bisa buat kamu membungkam dan pergi ke toko sebelah. hahah.. sweet us really impressed the girl in one counter.
"Udah berapa lama pacaran sih, mbak?" sambil menggesek (taulah nggesek apa, nggak penting) dia melihat gua sm Jehan.
"Setahun" gua jawab penuh tanya >>jawab penuh tanya??<< "Wah, ntar kalo jadi bneran jgn lupa undang2 yaa.." dia tertawa ringan, gue hanya bisa setengah menjerit berucap "AMIIIIIINNN" hahahahha kenapa sih pacar gua (dan bapaknya nggak kunjung kaya)? Biar bisa (at least) main ke rumah gua, melihat kolam lele depan rumah (eh, lelenya udah besar2 lho) hihii.. ngareeeep!!! *ngarep dia ke rumah gua, bukan ngarep lelenya besar2








Sekarang nyokap gua lagi berbaring santai sambil mendengarkan lantunan ayat-ayat Qur'an dari HPnya. sweet her actually, I wish she felt what I felt about Jehan.
As I sent him:

"Jika mereka mengenalmu, mereka pasti ingin mendekatimu.
Jika mereka dekat denganmu, mereka pasti ingin memilikimu.
Jika mereka memilikimu, mereka pasti ingin menyayangimu.
Sebab itu aku kesal, haru dan sakit jika harus kehilanganmu"

Oh mom, rich guys kill.



(masih) terjebak dalam tawa bingung

Friday, 25 September 2009

Gimana sih cara nge-tag orang di status FB?
masya Allah.. teknologi menjadi Tuhan baru (Technology turns into the NewGod) See, how much I want to write particular things in English.. errrhh.. bagi duit 18ribu donk, mau beli cheesecake buat ... buatt... buat GUA SENDIRI!! Tolol.

"We have been very close, since that day, even when i say i hate you, i barely dont hate you. You ARE just one of my mine who gives A COLOR in my mind. I wish I could say this to you, cause I'm afraid I'm gonna hate you, afterall"

Now, let's go back to the 24th of September. Herewith I enclose my desperation of blowing off candle and make a wish (no, make wishes, actually). I made simple wishes that'll make Babhank mad and.. what? everybody hates me for being dated with unrich-simple-shy guy. Attracted to many many things that they may not concern. So life's all about the money. I do believe that God is exist. He's there all the time, listening to me, seeing me. knowing me, yet KILL ME.



Anyway, my boo decided to buy me sweet cakes with photos above it, eat it and not forgetting the "blow off" session. See, how much he's that interesting to keep. Not a boyband, not an athlete, just a guy with many dreams to chase. I love the challenge, i love to wait if someday I really will make him stop loving me. Will he? Hope not.



Oh, I have stories to tell but I guess they'll have to wait for the queue, THESIS RULES!!
Pak Ari, ayo kasih saya balasan atas surat saya di facebook.
>>Mr. Ari, please reply my request in facebook's message<<
**maaf ya, nggak enak banget kalo dibahasaindonesiain, karena selain banyak kosakata yang gua nggak ngerti, kadang peraturan me- ke- di- -kan itu membingunkan.

belum lagi itu tuuh,, majas majas majusi yang bikin GOOGLE bekerja keras sekedar mencari kata "metonimia".
*namanya kayak penyakit kekurangan darah. Bikin GOOGLE kekurangan darah ya, untung GOOGLE nggak berdarah.. (tuh, berdarah disini maksudnya "memiliki darah" bukan "mengeluarkan darah" ya)
GOBLOOK!! GUA MAU JADI GURU SD AJA, biar murid2 gua ntar gua bodohi dengan peraturan dalam "PERBAhaSaindonesIAaN">> disingkat PERBASIAN..

nggak nggak,, nggak mau jadi guru SD, gajinya nggak GD (gede)
*ahh, i should really quit writinng explanation on what i've wrote as if someone will matter it. nobody even read it!! hyahahahaha...

-----i love to write, really.-----

terjebak dalam taman bermain bersama kampret rewel

Wednesday, 23 September 2009

This will be the worst post ever.
Well, in this blog, you might see many stories: otak, cerita hati, cerita Bolivia, cerita cewek gila, dan cerita hearty dan senseless.
But this time, it will be the worse (or at least i feel so)

Let's start with yesterday's feeling: extremely down for no reason.
I curse everyone with even no mistake. Extremely sad for no reason.
I was reminded by my parents. Reminded by what I've achieve after the 21st years of living ini this cruel land. it was nothing!!

I have achieved nothing but shameful things like failing the contests, failing the SPMB, failing the PMDK, failing the employment, and other failures that i cant barely explain HERE. Lord knows.

Now, the night's feeling. I was messy and upset. very very upset of being alone at home. Now I know what my parents have felt. It's incredibly good to have a companion. But being alone is sarcastically happy. Happy of being infamous and not rich. not beautiful and impolite. Impatient and un-innocent.

i love to make people angry, upset and mad. especially the one who dont even know me. I wish I got a HARVEST CHEESECAKE today, but it was just another wish that I can't achieve. I can't grant. I buy it for myself, I will. cause nobody will. Just like this blog; I write it for myself, I will read it either for myself, cause nobody will. GOOD JOB, ANGE!!!

What else? Right now? Today's feeling is NUMB (Not Untouchable Mood Bold) which means, I'm not into anything. Yes, my boyfriend did call me. He was cheerful and I smile apparently. Bestfriends come along the way, and this simple guy just fill my IM to talk about nothingness of "whatever". He simply don't read this blog, cause he lives far far away in the Dreamland with his surf-board.

Another today's feeling is: MISSING. I miss my time with my God.

that's it.
as I say, this post is the worst in TULISANHAMPA.
----happy birthday----

Kembali Ke Bolivia

Hey, ternyata penulis BLOG ini tidak melupakan gue. Sempat sang penulis menanyakan kabar gue dan meminta gue menceritakan perkembangan terbaru dengan store Bolivia gue. Well, nggak banyak yang berubah. Gue masih jadi store manager (+ supervisor) dan belajar bahasa Brazil itu sebenernya nggak mudah. Jadi sekarang gue paham perasaan Sue Davies, sang dosen idola penulis blog ini.

Kalo semua orang sibuk menanyakan apa prestasi gue di Bolivia, well, sang penulis blog ini menanyakan:

Tentang sesuatu yang gue nggak ngerti.

  1. Hidup. Emang nggak perlu dimengerti, tapi cukup dijalani (dengan nikmat). Apa yang bisa gue jelaskan tentang hidup? Nggak ada, standar dan serba relative karena kemajemukan otak manusia makin beragam dengan kemajemukan individu. Tiap kepala punya ide masing masing tentang hidup. Papa misalnya, menaruh sisa hidupnya untuk Tuhan. Agak kontradiktif karena beliau masih suka menggunjing tentang bosnya (kepada gue doank!) dan kadang minum alkohol di akhir pekan. Nice pap!! Glad Mom has passed away. Ditambah keberadaan gue yang lagi jauh gini, membuat gue berpikir apakah dia masih memegang prinsip agamanya itu.
  2. Gaya. Setiap perempuan di store gue, bahkan yang terjelek sekalipun, selalu perhatian pada fashion. Kehebohan mereka selalu muncul di akhir bulan dan pada saat gajian. Gue nggak ngerti kenapa pengaruh fashion di Bolivia sangat kuat sehingga dari 5 laki laki yang kerja di store gue, dua diantaranya adalah gay pecinta mode. Gue kadang minder dengan gaya mereka yang sangat sophisticated. Gaya begitu penting lho di mata mereka, “can’t live without it Ma’am.” Antonio menjelaskan padaku dengan logat Brazil yang kental. Great style of English, man!!
  3. Cita cita. Kalo kita sering dengar sebuah pepatah “raih cita-citamu setinggi langit”. Have YOU gone to the sky? I mean, selain menumpang maskapai yang sering jatuh itu ya.. Apa sih relasi antara langit dan cita-cita.. Kalo mau ngambil segi “tinggi”nya, kenapa nggak ambil perumpamaan surga aja? Atau yg lebih pendek dkit lah… Bimasakti? GItu sih, manusia suka mengada-ada dan mencari segala sesuatu yang terlampau ideal dalam banyak hal. Materi lah, cinta lah, tempat tinggal lah, pakaian dalam, sampe ke warna kondom, sial!!
  4. Mantan pacar. Arrghh.. kali ini hanya email singkat dari sahabat gue tentang mantannya. Ngajak balikan setelah putus selama tiga hari. Tumben dia curhat sm gue, oh, mungkin karena selama enam bulan ini gue selalu ketus menanggapi keluhannya tentang pacarnya itu. Gue bingung banget! What’s the point of having that kinda relationship? Putus-nyambung-putus-nyambung. Kalo gue lagi sebel (which adalah komentar terakhir gue buat sahabat gue) gue bilang: “Lo hamil aja deh biar dia langsung nikahin lo! Gak ada lagi kisah putus-nyambung, toh di agamalo cerai itu gak boleh kan?” Dia diem, dan akhirnya nggak cerita lagi ke gue sampe tadi sore.
  5. Egosentrisme. Sebuah definisi dari ilmu etika komunikasi membayangi lorong kantor gue di Bolivia. Nggak ngerti tentang makna ethos dan motivasi kerja, tapi gue belum merasa nyesel kerja di sini meskipun udah hampir sebulan nggak makan nasi Gue butuh karbohidrat bentuk nasi, nggak terus terusan roti gini ah.. Kadang kalo nggak inget gengsi, gue udah ubah kontrak biar bisa cepet pulang. Gue butuh suatu hal yang merupakan kebiasaan, kebiasaan yang mendasar seperti kebutuhan selimut tebal dan NASI. Kangen rumah. Mungkin itu satu-satu nya yang bisa men-describe gue saat ini.
Penulis blog tidak terlalu cerdas dalam memaknai hidup dan pekerjaan. Ya, dia memang hanya menulis.

SAYA BELUM TAKUT SAMA ANDA

Friday, 18 September 2009


Selagi menunggu kue matang, saya menulis blog.

Setelah setengah jam berkutat dengan analog di kardus oven, saya baru mengerti bahwa oven itu tidak menggunakan gas elpiji. Akhirnya saya sumbangkan elpiji tersebut ke tukang somay di dekat rumah.

Lalu saya kembali berkonsentrasi dengan adonan kue perban.

Saking konsentrasinya saya dengan adonan setengah matang, saya tidak mendengar telepon rumah berbunyi. Baru di dering ke delapan belas saya tersadar dan langsung berlari menjawab telepon itu.


"Halo?"

"Ini Amel?" suara perempuan yang berat mengagetkan saya

"Maaf, anda salah sambung, saya bukan Amel"

"Bohong!! Dalam waktu sepuluh menit, gua ledakkin rumahlo kalo lo nggak segera keluar bawa Susi" nadanya setengah teriak dan amarahnya meluap-luap

"Mbak, salah sambung tuh, Susiapa??" saya mulai malas menanggapi orang gila ini hingga dia berkata, "orang tualo udah mati di tangan gua! Lo mau sekarang kehilangan rumahlo juga? Rumah peninggalan orang tualo itu akan segera meledak, kecuali lo keluarin Susi sekarang"


Orang tua. apa apaan dengan orang tua saya? Mereka memang mati tertembak saat kerusuhan, tapi setahu saya, mereka mati secara tidak sengaja, bukan seperti yang orang ini katakan. Atau memang mereka dibunuh. Ah, nggak mungkin. Orang tua saya tidak punya musuh. alih alih mendengarkan wanita itu lanjut bicara, saya matikan telepon dan beranjak ke dapur.


Tau apa dia soal orang tua dan ledakan rumah. Susi siapaa pula? Saya enggan memikirkan lebih banyak, kembali berkonsentrasi dengan kue perban. Di layar LED terlihat sederet huruf-huruf digital. Saya tidak bisa baca, itu huruf digital. Saya juga tidak menemukannya di buku petunjuk produk. Firasat saya mengatakan bahwa itu adalah peringatan bahwa kue saya akan segera matang. Mungkin.


Benar. Sekitar sepuluh detik kemudian, layar tersebut mati dan pintu oven terbuka otomatis. Saya menilik ke loyang kue, menggunakan pelindung tangan dan mengeluarkan loyang panas itu.

Kue perban buatan saya sudah jadi, Warnanya hitam, pekat dan terlihat sangat manis. Satu persatu dari kepingan itu saya angkat dan tiba-tiba terdengar suara ledakan dari halaman rumah. "Bajingan!!" saya mengumpat dalam hati. Saya heran dengan tetangga saya yang sebelah timur. Dia suka sekali membuat saya marah, minggu lalu ia melempar pot - pot bunga ke halaman rumah saya, sekarang sebuah ledakan.


"Keluar lo pelacur!!!" suara berat di telepon tadi berteriak dari arah pagar depan. Saya bergegas keluar tanpa mengambil senapan di bawah rak piring kaca. Saya hanya akan menghadapi pecundang berbadan besar dan berpeluru kosong, tidak perlu senapan.

"Gua udah bilang, gue nggak kenal Susi!! Pergi!" Saya hanya menaikkan volume tanpa menaikkan nada suara. Ia terperanjat dan mengarahkan pistol mungilnya ke kepala saya. Kami berdiri tidak lebih dari 2meter dan matanya tidak berkedip memandang saya. Saya bisa pastikan wajah saya adalah datar tanpa ekspresi marah, tanpa ekspresi kesal atau apapun yang seharusnya keluar. Saya hendak mengulang kata "pergi" tepat dengan ayunan ibu jarinya di pelatuk pistol itu.

"Pistol ini ada pelurunya, satu buat lo, satu buat Susi" ia berbisik kasar sambil sedikit melangkah maju. Saya tidak gentar dan mengikuti langkahnya supaya lebih dekat dengannya.


Sekarang jarak pistol dan kepala saya tinggal satu meter. Saya mencium timah panas yang siap merasuk ke kepala saya semakin terasa panas seiring dengan tatapan perempuan gila itu.


Dia adalah Angel, wajahnya cantik dan tubuhnya tinggi besar. Tingginya terpaut 5 sentimeter di atas saya, dan kini tingginya bertambah sepuluh senti karena sepatu hak yang dipakainya.

"Sungguh, ini mirip film action. Apa lo mau jadi Angelina Jolie atau Sandra Bullock?" saya menurunkan pandangan ke dadanya lalu melanjutkan "Atau Julia Perez?" sambil tersenyum dan menatapnya mengayunkan lengan untuk menyikut dagu saya.


Tangan kanannya kekar, satu sikutan membuat bibir saya robek terkena gigi saya. Bagus, saya pikir satu pukulan ini sama dengan satu peluru untuk dia. "Mana Susi? Gua nggak ada waktu main sama lo!! Dimana dia?" suaranya semakin berat dan sekarang pistol itu kembali di kepala gue, lebih dekat nyaris menempel. Saya hanya menelan ludah dan terus mencoba untuk tersenyum. Saya gelengkan kepala saya pelan dan dia menempelkan pistolnya di kepala saya.


Terasa jari lentiknya menari membetulkan pegangan pada pistolnya, lalu pistol itu terjatuh.

Saya melebarkan senyuman dan dia menendang saya dibagian ulu hati. saya meringkuk dan berkata lirih "satu ini berarti sudah dua peluru Anda muntahkan" Peluru di pistolnya sudah habis. Saya bangkit dan mendorong tubuhnya keluar rumah saya.


Di depan pagar, saya mengangkat dagunya dengan sebelah tangan karena tangan kiri saya sibuk memegangi perut yang tertendang oleh lutut Angel. "Kalo sampe gua nemuin Susi, akan gua tembak kepalanya di depan mukalo!! inget itu!!!" Angel kembali berbisik kejam di depan wajah saya. Saya merasakan darah keluar dari bibir saya dan saya merasakan Angel menatap lekat-lekat darah itu. Ia menyesali pelurunya mungkin. Lalu Angel pergi menyisakan perih pada perut dan bibir. Bajingan.


Saya kembali ke dapur. Kue perban sudah mengering dan dingin. Segera saya sisihkan dan sajikan di piring kue yang baru saya beli kemarin. Susunan kue perban sore ini membentuk gambar langit. Langit hitam yang berdarah.

Modem Smart dan Pecandu Alkohol

Wednesday, 16 September 2009




Posting ini adalah pelampiasan dari berbagai kemalasan, diantaranya:
1. Malas meneruskan rumusan skripsi
2. Malas meneruskan cerita HEARTY DAN SENSELESS
3. Malas melakukan riset seputar seks dan iklan
4. Malas berargumen dengan papamama tentang "suami kaya"
5. Malas merenung kenapa putra belum mau bicara sama gue -padahal udah 3kali gue mimpiin dia-


Dan kemalasan lainnya yang hanya akan menghabiskan tangan ini karena mengetik sambil menugsap air mata (cengeng mode: ON)
Gue jadi teringat terakhir kali menangis di depan sahabat adalah saat sama Babhank dan di pelukan Gemma.
Sebenernya gue males nangis, buat apa nangis?
Tapi nggak jadi deh, gue mau nangis aja, biar dibilang mirip manusia yg punya perasaan.

Ini otak gue kosong tapi penuh deh, penuh dengan kekosongan. Rasanya menulis (atau mengetik) sajak mellow juga males, ngetik jurnal hati juga lagi stuck S-T-U-C-K.

Kenapa being BOLD selalu menyenangkan, it's like being the center of attention for being spotless?? Pertanyaan yang nggak akan terjawab. karena hidup penuh tanda tanya dan sekarang gue ngelantur sambil melatih tarian jari di atas tuts yang akan mengantar gue pada toga Sarjana. Kasian kamu yang belum bisa skripsi, bahkan magang.
I was looking for your name at the board, but the announcement said that you WERE in a relationship.

Ayo donk, enam ratus ribu buat beli dua jilid buku Grammar bahasa Inggris. Rasanya guru bahasa Inggris (amatir) kyak gue harus punya 2 jilid itu. Kalo buku refrensi skripsi sih bisa besok besok besok besok ajaa!! *rencana jadi guru tanpa titel.

Eh, gue tertarik untuk menceritakan kisah cinta tragis gue (DALAM IMAJINASI):

Cowok: hey, pulang sendiri?
Gue: Iya.
Cowok: dimana rumahnya? boleh gue anter?
Gue: nggak usah makasih
Cowok: udah punya pacar ya lo?
Gue: kenapa emang?
Cowok: Gue mau jadi cowok lo. I think I like you
Gue: Lo tajir nggak? Kata bonyok gue, kalo nggak tajir nggak boleh gue pacarin
Cowok: ..................................................................

*Baik, kisah tersebut adalah fiksi, kalaupun pernah terjadi secara implisit atau eksplisit, pasti dampak dari kurangpergaulan gue selama ini. No, I mean, it NEVER HAD HAPPENED before!! really!!
Dampak dari kurang pergaulan (dalam diri orang tua) mengakibatkan jiwa materialistis terhadap sang anak (yang tidak tahu diri). Gue nggak gitu sih.. kayaknya..
hahahha

I was trying to say something bad TO you, but your face avoid me to do SO.
I do think you are supertitious to be called as a human, and I do believe that maturity counted by "how would you arrange the anger?" and "how would you have many perspectives in just ONE PROBLEM?"
Because this life's full of shit, jealousy, lies and nothing.
A bring-up method to prove that we are not crazy, we are not lazy.

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (2)

Thursday, 3 September 2009

"Ya Tuhan. Hearty!!" Senseless menggumam kecil. Ia berhenti menggumam saat Hearty berada delapan langkah dari tempatnya berdiri.
Ia tidak berusaha untuk tersenyum meskipun Hearty sudah selebar mungkin menyunggingkan bibirnya.
"Ya Tuhan, Senseless!!" Hearty hanya bersuara tidak terlalu kecil sehingga Senseless menatapnya dengan pandangan "Apa lo??"


Hearty: kenapa?
Senseless: lama banget sih!!
Hearty: kan aku nggak telat!
Senseless: aku nggak bilang kamu telat! Aku bilang lama!!
Hearty: yang penting kan nggak telat
Senseless: ngapain pake ngobrol lg sama orang?
Hearty: iseng, lagian kan janjiannya masih beberapa menit lagi, kenapa aku harus buru2?
Senseless: karena aku udah disini. jadi nggak ada intinya mesti nunggu!
Hearty: huh.. pemarah
Senseless: aku nggak marah, cuma kamu kayak anak kecil.
Hearty: kamu juga!!
Senseless: kenapa?
Hearty: suka marah-marah nggak jelas
Senseless: ayo berangkat, udah hampir telat karena ribut nggak penting gini.
Hearty: yang bikin ribut kan kamu!!!

Senseless tidak menjawab dan langsung melangkah ke arah bus. Mereka akan melakukan perjalanan panjang tugas dari kantor. Mereka berada dalam satu grup. Keduanya terdiam dengan mimik berbeda; Hearty penuh senyum, Senseless penuh kerut.


-----------------------bersambung---------------------

Saat PanTai (PANik sanTAI)

Tuesday, 1 September 2009


Kalo ditanya apa mood gue saat ini..PANTAI..
Panik dan santai..
Panik karena jam menunjukkan pukul setengah delapan malam dan dalam waktu satu setengah jam gue harus udah dirumah tapi ttep hrus mampir ktempat tmen yg ulangtaun,
Santai karena gue masih bisa melatih jari ini menari diatas keyboard komputer yang nggak begitu nyaman.

Kalo ditanya apa yang sedang gue nikmati belakangan ini,,
well, being an adult. Karena mama sudah tua dan papa makin keladi.
I wonder if someday they'll get divorce or not.

Agyness Deyn masih menghiasi layar HP gue.. nggak cantik, tp sophisticated dan lumayan reliable untuk dijadikan pemuas hawa nafsu makan. She's totally skinny but I love eating. Hihi.. I can't (and dont wanna) be a supermodel, but I do looked like them.
huahahahha,,,najis tingkat sebelas.

Kalo ditanya tentang pergerakan kaki gue hari ini..
nggak banyak. Ruang magang dan kantin busuk kampus yang menyediakan makanan nggak menarik. Atau mungkin karena gue tidak berselera makan ditempat itu tuu!!
hehe..
Perhatian gue lebih pada para pedagangnya yang asik melayani pembeli.
bertanya dalam hai,"mereka nggak buka puasa?"
hmm..

yang nggak kalah unik adalah, unlike daily days..mushola kampus malah sepi!!
mantaapp!!!
Padahal kalo bulan puasa biasanya mendadak banyak mualaf..
hhmmmphh..mungkin sekarang mereka tau kalo menjadi munafik itu tidak lebih baik drpada jadi seorang penjahat.
*ih, maling teriak maling!!

Ayo ayo..
gue sedang sangat berhasrat untuk meneruskan cerita Hearty dan Senseless.
Tapi hari ini seperti kehilangan pakem-pakem tertentu di otak gue yang mengakibatkan gue menunda pekerjaan itu.
Hari ini pakemnya sedang mengendap pada alamat: aswp71@yahoo.com
Tidak lain tidak bukan adalah alamat email dosen pembimbing skripsi gue,
TIdak menarik membicarakan skripsi disini. Tapi berhubung nggak akan ada yang baca blog ini, so I think it is ethical to say that I adore that lecturer.
Dia pintar dan menakjubkan!! Sial...
Bisa tuker otak gak ya??
hehehe

Aduhhh..mood gue kembali mejadi paanikkk!!
jam terus berjalan mendekati angka delapan dan gue belum bergerak dari warnet ini.
Kenapa?
Tanya kenapa?
KARENA TIMBUL REWEL!!!
hahahah

I love how my boyfriend sounds. He is so enthusiastic in new things.
I love how he adapt with many things (including the haters)

Sungguh waktuuu...
berhentsi sebentar dan kembalikan pacarku!!!



*once again, I dont mind writing any names here, Nobody'll read my page,
Love it..