tiba-tiba nggak nafsu nulis

Monday, 30 November 2009

padahal tadi ada banyak banget ide..
sialan!
emang mood-destroyer itu brengsek yeh..

17 Agustus 2007
"Aku heran kenapa kamu harus buru-buru balik ke Belanda,
jadwal masuk kamu aja masih bulan depan. kenapa sih??"
"Karena aku harus ngerjain banyak tugas pre-entry.
dan kalo kamu keberatan nganter aku sepagi ini, aku bisa naik taksi"

17 Agustus 2008
"Kenapa nggak pulang sih? katanya september baru masuk lagi?
aku kangen sama kamu, udah nyaris setahun nggak ketemu."
"iyaa.. aku juga sebenernya pengen pulang, tp kalo dipikir-pikir,,
aku cuma akan ketemu kamu disana. jd kenapa nggak kamu aja yg kesini?"

17 Agustus 2009
"Akhirnya mau dimana sih resepsinya? aku liat di undangan ada dua alamat"
"di gedung gajah, aku juga maunya di Edelweiss, tapi calon suamiku maunya di gajah.
dateng ya?"

emang enak ditinggal kawin??
dasara wh***
hahahha

serta sembillan orang yang

Friday, 27 November 2009

(kalo boleh) saya sangat iri adalah:

1. Adik saya Abdy Erka Putra. for being so careless about around and succeed to ignore anyone he hates. also bringing cellphone to the dining room and text-ing his girlf without the sound "smsan trus, pacaran trus kamu" from mama and papa.

2. The sweet girl named Nandhika Putri. for being smart yet beautiful. she has her own serenity to looked awesome and everybody is just like love her and her kindness. she's mostly perfect.

3. Papaku si tampan Irkam. for being strong and even stronger, he never gives up on everything he's wanting in his life. his passion inspires me to live longer and stronger. we ARE living in this world to fight for everything we want, we need.

4. Current boyfriend Jehan Arwianto. for being soo humble and making everything acceptable. his patience is similar to my mom, except her expectation of me being open and closed. i don't mind at all having him even though everyone is like saying "no" to us. and i dont mind either about his anger when i did silly mistakes.

5. Witness of history DR Ari Poespodihardjo. for opening my eyes to the word "it's easy" because everything seems simple when we are in the smart situation. he is the only reason why i keep tempting on post-graduate program because it looks like this program has dennotative side of meaning.

6. Unique girl who doesn't even know me in high school Anez. i don't really know her name, but she always looked good both in sporty and cheeky styles. she's a dancer and I wonder how short girl like her can be both strong yet sweet everytime i see her.

7. Victoria Beckham is the farthest person to envy about. not that she has unlimited money, but she has the charisma to looked very good financially, psychologically and physiologically and sexually and futurely. GOD KNOWS WHAT.

8. Adimas Hidayat Widyantara is my fellow friend -good friend if i may say. he has a great talent in music, and he attracts most seniors in some way. i do believe he has a strong principal about life and how to face and survive within a hard internal position as a guy, as a kid, as a boy, as a man, as a friend.

9. last but not least is my maid Sayekti. she is the most staright person with perfect personality i have ever met. she never gets mad for the whole life i know her. she never had negative mind in any single thing in this life and she has survived for being a mother, a girl, a sister, a child and a mom who has lost her fetus.

i havent met any other yet..
innue is on my list of this.. but i have to, first, find out his full name,,hehhe
i'll write up again.. :)
and yes, I'm a jealous person..

korelasi antara penelitian kualitatif, bahasa belanda dan yoghurt

Tuesday, 24 November 2009

hujan malam ini sejuk deh,
ditengah bisingnya godaan revisi,
gue membasahi kerangka pintu mobil gue dengan goresan yogurt beku.

lalu angin pendingin kamar gue seperti meniup niup kabel laptop,
pelan, dingin, beku dan mengajak gua untuk tidur,
tidur ditengah tumpukan kamus literatur dan bahasa asing untuk ditertawakan.
bullshit!

keterlambatan pengantaran barang oleh kurir mungkin disebabkan banyak faktor,
bisa internal bisa eksternal
dan dari keduanya, gue nggak begitu peduli.
masa??

menunggu azan, panggilan Tuhan.
untuk meratap, meringis, mengantuk..
kenapa manusia tidak berkawan dengan hewan?
karena hewan bisa menyamarkan tangisan dan tawanya
(kecuali burung beo bodoh yang nggak punya identitas pribadi, ask me why?)

lalu gue melirik arloji bermerek pasar,
22.00
itu jam sepuluh malam waktu indonesia,
sebenarnya Tuhan memasangnya satu malam.
kan jam karet.

mendung, bertahan donk sampe besok pagi,
karena pelangi dan embun bisa bercinta,
biar gua punya makna dalam tiap tulisan gua.
kan enak terlihat pintar gitu.. :)

seulas senyum,
nampaknya mengejar awal bulan depan,
untuk menyanyikan lembaran uang dan hymne-nya.
tentang lagu kebangsaan para jenaka.

aduh, kenapa sih dengan skill menulis gua yang sekarang menyamai perubahan musim Indonesia?? nggak suka deh kalo nulis yang sama sekali nggak ada makna gini. sial, emang nggak pernah bermakna, tapi tiap inget babhank, dimas, innue dan tyo suka membaca blog gue (pede mampus!!), jadi gua harus terus menulis..
bahkan ketika nggak ada lagi yang baca blog gua, gua akan tetap menulis,
karena the less reader, the better!!

:)

semakin

Monday, 23 November 2009

banyak yang pergi meninggalkan kenangan, kesalahan, kesempatan dan pertanyaan.
apa sih?

that was our last meeting

Thursday, 19 November 2009

i felt the rain drops in my skin,
face skin, so wet that i can hide my tears among it.
i'm glad to be alive, eventhough with this wet skin.
i wish this rain could also drop in his face,
so at least i don't see hum crying.

I often wonder why he has to cry,
cause i think he is strong,
neither any death of anyone could possibly make him cry.
because somehow, he forbids any tears in his life.

Tonight, i see him crying..
no too loud, but it was quite hard.
it was like reflecting his deepest heart.
that he is sad.

What is sadness?
"when i don't see you smile"
but this is the raindrop, not tears.
"really, good then.."

i wonder if that was our last meeting,
our last ice cream,
our last movie, our last meal
our last hug.

that was sweet,
cause i think more mouth will kill us,
so i chose to enjoy and save
every memories

i talk to God tonight,
whereas he talks to God tonight, either.
i smiled, glanced at every flash of the light
I smiled feels like i see tomorrow,

a time where i believe
that there's only a hug
a hope, a high..
a love.

at last

Tuesday, 17 November 2009

bukanlah judul lagu yang liriknya akan gua tulis disini,
ini hanyalah sebuah kata yang gua ungkapkan ketika gua baca kualifikasi menjadi flight attendant di singapore dan malaysian airlines dan berakhir dengan kualifikasi yang lebih berat dari sekedar toefl dan tinggi badan: kewarganegaraan.

Gua sendiri bukan fanatik dengan negara gua, tapi gua merinding setiap gua denger lagu Indonesia Raya. hmm,, mungkin setiap denger itu, arwahnya WR SOEPRATMAN menghampiri gua, jadi gua merinding. entah, gua nggak lihat dia. gua cuma denger lagu ciptaannya.

Gua juga nggak ngerti politik, cuma umbaran opini tanpa dasar kuat yang gua lontarkan setiap mata kuliah DR Ari, mungkin sekarang pengetahuan gua bertambah melalui jalur insting. Seringnya gua lihat pemberitaan dan racun-racun media yang menuntaskan cerita (atau orang lebih suka menyebutnya "berita") dengan pertanyaan-pertanyaan yang justru membuat otak gua semakkin girang dan senang berpetualang menebak endingnya.
Hebatny gua, tebakan gua akan suatu cerita (berita) media itu sering benar. Sedikit hasrat muncul untuk menjadi paranormal karena hal ini.

Tapi setelah gua perhatikan lagi, menjadi paranormal belum bisa menghasilkan sesuatu yang oke buat gua nantinya, karena standar kekerenan dalam berprofesi menurut gua adalah ketika kita sedang jalan di mall dan kita mendengar (secara sengaja maupun tidak) ada orang berbisik "itu kan si anu yang main anu di anu anu"
nah,
buktinya gua nggak perlu jadi paranormal untuk mendengar omongan itu.
Cukup sedikit mengangkat dagu dan dahi, lalu menghilangkan senyum pribadi lalu berjalan tanpa melihat ke depan. merem aja!

Nggak keren lagi yang gua liat dari profesi keren adalah dengan dimunculkannya skandal oleh media terhadap citra gua. Andai suatu saat nanti peresmian gedung sekolah gua diliput media, mereka akan menyediakan satu paragraf dalam artikel (untuk media cetak) dan sembilan belas detik narasi (dalam elektronik) yang mengungkap betapa catering yang gua pakai adalah milik Ibu dari seorang artis yang dituduh berselingkuh dengan pejabat kawakan.

Nebeng.
gua nggak suka nebeng. dan jelas, gua nggak suka ada nama yang nebeng dalam publikasi gua.
Iyalah, Krisdayanti meletakkan nama Yuni Shara dalam buku biografinya karena Yuni adalah Kakaknya. Coba kalo tiba-tiba gua meletakkan nama adik gua dalam autobiografi gua?
Hell, he is not even a celebrity, why would I?
jahat ya?
jahatan itu apa jahatan kalo gua laper gua nggak dikasih minum?
hahhahah

hey hey..

tiba tiba gua kehilangan rasa madu itu. makanya dia nggak kasih gua minum, bukan karena gua laper.




I was

Saturday, 14 November 2009

Name: Sylvia Treasures
Age: 29
Blood-type: A
Nationality: Bulgary
Height/Weight: 175/50
Occupation: Model

"anjing!!!" adalah kata pertama yang keluar dari mulut gua pagi itu. Manager gay gua membua korden kamar hotel selebar-lebarnya dan gua harus terbangun dengan sentakan sinar matahari yang sadis melumpuhkan pandangan gua sambil terus menahan sakit kepala. Gua mencoba mengingat berapa botol bir yang semalam gua tenggak dengan teman-teman catwalk.
"and you remember how many photoshoot for this weekend right? twelve spots plus two interview in the South Cafe"
"trus jangan lo berani bilang kalo sekarang udah jam 8?? ini baru jam 8!!!" Gua berkata lirih padanya sambil mecoba menarik selimut gua namun Eddy terlanjur melipatnya di sebelah kasur raksasa itu. kasur itu begitu nyaman, bantalnya wangi dan plafonnya bermotif sendu. Benar-benar hotel sempurna untuk ukuran gua yang hobi berkelahi dan memaki orang dalam keadaan mabuk.

Seketika Blackberry Sidekick gua menjerit dari lantai dekat kasur dan Eddy memungut lalu melemparnya ke pangkuan gua.
"Oke, 18 pesan, 20 panggilan tak terjawab, 2 email dan satu alarm notifikasi.. Mama, John, Eddy, Lucy, Adam, Mama lagi, Edward, John lagi, John, John, John, John, Deyana, Mika, Ashley, Ashley lagi, Mama lagi terakhir,, John... Good, gua adalah orang sibuk Ed, jadi jangan ganggu gua dengan remeh temeh seperti sarapan atau pemotretan" Gua menyingkap rambut coklat gua dan mencoba duduk dengan tegap di kasur empuk itu.

"No longer than ten minutes, it is breakfast kissing you, so now you better use this towel to wipe off your bath wet. Take the Manolo pair and kick off you scarf, the white Prada one!!" Eddy nyaris berteriak memerintahkan sederet kegiatan yang harus gua lakukan detik itu. Dia bukan manager, dia seperti boss. Dan gua benci harus mematuhi dia terutama di saat hangover seperti ini. Gua cuma butuh dua jam lagi untuk tidur, namun Eddy berhasil membuat gua selesai mandi dalam lima menit. Sial!! Brengseek!!

Gua hanya mengumpat sepanjang sarapan dan akhirnya bacon enak itu gua habiskan tanpa segelas susu, hanya setengan gelas karena Sidekick gua melancarkan serangan bertubi-tubi dengan panggilan-panggilan konfirmasi dan pengaturan jadwal.

Ya, gua sudah dua setengah tahun menjalani profesi sebagai model -supermodel internasional tepatnya. hidup gua jet-set dan gua tidak sedikitpun merasa lemah. Sehari-hari gua adalah salon, studio, catwalk dan rumah mode. Sesekali gym membuat waktu luang gua hilang bersama Mama dan John adalah anugrah terburuk yang pernah gua miliki.

John.
Dia selalu hadir dalam peragaan busana gua dan dia duduk di deretan kursi paling depan, namun.. "your Mr. Frontrow is now hooking up with Anastacia and I wonder why Jessica would even dated him last week, because he's nothing but a dumb jerk.. Listen Sil.. If you really know him, you would have kicked him since years ago.. Why you?" adalah suara Eddy yang menggantikan IPOD gua saat make-up atau fitting baju.

adalah kenapa karena gua model miskin yang lalu jadi kaya dengan lambang sebuah pesta kejutan paling meriah untuk ulang tahun Mama. Seorang janda berhak mendapatkan pesta meriah di umur setengah abad-nya. Gua mempertanyakan kenapa dia baru menikah setelah gua berumur tujuh tahun? karena sebetulnya Papa bukan termasuk orang kaya yang bisa menjadikan gua model. Hanya seorang John yang gua kencani selama tujuh tahun terakhir berhasil membuat makam Papa menjadi layak di kalangan tentara sesamanya.

adalah kenapa karena John membuat perubahan signifikan dalam beberapa sudut otak gua. Sampai sekarang gua duduk di kamar mewah dengan segala fasilitas kelas satu dan gua hanya bertemu dengan segelintir orang tidak penting dan hampir semua teman gua adalah manusia setengah dewa setengan iblis yang sangat arogan serta pekerja keras. Hidup seperti manusia yang tidak pernah mati dan tidak akan khawatir walau badai topan dan kobaran api selalu bisa menghabiskan harta mereka dan sebuah senapan mesin mungkin membidik kepala mereka ketika mereka sedang menyerupur kopi hangat di sore hari dalam kafe mahal di manapun di belahan dunia ini. Orang-orang yang selalu nampak tak sadar ketika setiap kamera menyimpan pergerakan tubuh mereka dan setiap media di alam semesta menulis paling tidak satu kata dari nama mereka.

"Versace wants the show to be under the Eiffel and I am still thinking if it is possible for you to not wear any stupid gothic make-up ever! You better be in this teenagers wardrobe and Marylin's will pick and meet you up under any table in Wall Street. Hell with all this deal and Dolce is horribly sweet when engaging you to be in one of them along December. You are not coming home for New Year and, in January 15, you will be showered with a year income and several Jewish publication and hot plate from Asian also extra fuel for the Baby Jet to fly home."


Eddy selalu datang untuk update jadwal gua dan gua menikmati setiap langkah gua berjalan di catwalk, setiap sentimeter kain yang terpotong untuk disesuaikan dengan badan gua, dan setiap kilogram daging yang gua makan tanpa gua takut merasa gemuk. Gua selalu minum bir dan gua nggak takut dibilang miskin atau kampungan, gua hanya terbiasa dengan alkohol pasar karena Mama nggak pernah mengajak gua minum lebih dari bir.

"Olivia Fernandez sent you this" Eddy melempar sekotak kecil bingkisan dan meneruskan membaca agendanya. Gua membuka bingkisan hitam itu dan menemukan satu set perhiasan dan kartu mungil ucapan terima kasih dari kastilnya. Spesial sekali gua sampe semua barang mahal yang gua punya dan gua pakai adalah pemberian orang. Whew... "

Julia Sanders or you in Michael Jackson's new vid? Oh, Sanders is like yesterday's model and you are like.. queen just for the worthy one... Graham Bell Science Centre, with theme of meet the beautiful brain.. Oh, they know you dont even pass your senior year, brainless. Elle Italy and its free gift for shopping voucher.... Louis autumn was great and bonus will transferred before Christmas... Vodka ad with simplicity of Asia... Sylvia Treasures for Harajuku Comic Arts.... well, this is cute, you should try the photoshoot in Tokyo Tower, which you haven't gone there, yet!!"


Bangsat ya jadwal gua. "Kenapa gua harus deal dengan para orang pintar, Ed.. gua males deh.. Bisa nggak remove aja Graham Bell-show itu?? gua mending terima pulang pasca valentine daripada dateng dengan setengah milyar ke acara science!" gua selalu nggak pede dengan otak gua. Meskipun Mama bilang gua pinter, gua nggak pernah ngerasa begitu.

"Hello, yes.. yes, right, now? Still at the Ritz, no way.. yes, ok.. I've got driver here.. Oliver? No, Olivia, idiot! Yes, ok... see you.. yes.." Eddy baru saja menerima telepon gerutuan dari fans gua alias top manager dari perusahaan modelling yang menaungi gua. Lalu dalam waktu satu jam, gua udah duduk manis di dalam jet pribadi gua, menuju Berlin untuk photo session dengan majalah mode baru di sana.

Gua membayangkan sejumlah lokasi atau studio foto dan beberapa salon fitting untuk hari ini sambil meneguk segelas bir di dalam jet. Eddy masih mengoceh soal review fashion di Elle dan gua mendengar sekilas ia menyebut nama John. "So, this jerk has just caught by the camera.. you know what Sil?? He's throwing your mom a surprise.. since you cannot company your Mama for many business in Italy.... associated with Bloomingdale's..... a shopping voucher and... GREAT!!!"

Jadi John sudah kembali memerankan dirinya jadi calon menantu manis yang sayang pada calon mertua. Bajingan! Business in Italy? Dia yang menjebak gua dengan kontrak surgawi ini dengan para model dan fotografer sementara dia menikmati rasanya punya seorang Ibu. Gua membayangkan mereka masak bersama dan menjelang tidur, John akan menyelimuti Mama seperti Mamanya sendiri. Pecundang!!

Gua nggak berhenti bersyukur karena dia bisa menemani Mama saat gua bener-bener sibuk banget dengan smua panggun dan kostum pertunjukan. Gua mengutuk John karena selalu bisa manis di depan gua sementara di depan panggung dia selalu asik bercengkrama dengan model lainnya. Seolah bodoh, gua sadar ternyata gua nggak lebih bodoh dari mereka..

Sore itu gua mengendarai Porsche sendiri ke Milan dan menemukan beberapa pasang aksesoris dan jaket kulit buat Eddy, sebuah tas manik untuk Ashley, dan Edward gua belikan sebuah topi lebar bergaya hip-hop. John? Pemantik api yang akan memenuhi lemari koleksi ciliknya di dekat kamar mandi apartemen-nya.

Sidekick gua menjerit..
Oh John.. kenapa harus menelpon saat gua sedang di highway. Menghasilkan sebuah jeritan rindu saat sebuah kontainer besar melaju dari arah depan gua dan pengemudinya seperti mabuk lalu mengarahkan kendaraan muatan besar itu ke depan Porsche gua. akhirnya gua terpelanting dalam sebuah kotak mungil mahal hasil tiga kali fashion show dan gua tewas seketika.



-----------------------------------------------------------------------------------------------

Name: Past Novel Larasaty
Age: 21
Blood-type: A
Nationality: Indonesia
Height/Weight: 170/49
Occupation: Student










------------------------------------------------------------------------------------------------

Dedicated to Mr Rudi Sukandar, who seemed like to believe in a thing called "reincarnation"

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (6)

Friday, 6 November 2009

Lima belas menit berlalu, Hearty sudah mengalihkan pandangan kembali ke kaca jendela sementara Senseless benar benar telah lelap dalam tidurnya. Perjalanan lumayan jauh ini mulai terasa menjengkelkan bagi Hearty, namun ia memilih sabar dan cenderung memikirkan hal-hal seru sesampainya di kota tujuan. Ia membayangkan saat-saat menyenangkan selepas tugas dan bersantai di hotel murah yang telah disiapkan oleh kepala cabang. Pikirannya melayang saat tiba-tiba cengkraman kuat terasa di bahu kirinya. Hearty menoleh dan dilihatnya Senseless sedang panik menyadari................................................... banyaknya darah yang keluar dari hidungnya.

Seketika Hearty bersikap sigap terhadap gejala mimisan. Dikeluarkannya kotak P3K mungil dari dalam tasnya dan beberapa lembar tissue. Senseless tidak bereaksi apa-apa namun membiarkan tangan Hearty menggerayangi hidungnya. Sesaat kemudian Hearty pergi dan kembali ke tempat dudukny sambil menyodorkan minuman isotonik kepada Senseless yang menerimanya dengan wajah serba datar.

"Kamu panas dalem tuh,, mungkin kurang tidur, atau smalem abis minum yang dingin-dingin ya? Biasanya orang kecapean itu......" Hearty mengehentikan ucapannya saat disadarinya Senseless telah kembali pulas dengan sumpalan tissue di kedua hidungnya.
"Gimana nafasnya tuh kalo gtu?" Hearty berkata spontan dan Senseless tidak menjawab. ORANG GILA!!
Batin Hearty menjerit melihat sikap Senseless. Ia tetap jengah sekaligus penasaran,

Sampai di tempat peristirahatan, mereka makan siang berdampingan dengan lauk sama dan jus jambu kesukaan Senseless. Hearty baru saja berbincang dengan Ibu muda di meja sebelah tentang perjalanan mereka dan Hearty menyebutkan beberapa tempat yang akan dikunjunginya disana. Sang Ibu muda tersenyum melihat Senseless yang memang berwajah lumayan saat dia diam. Hearty pun bingung saat Ibu muda berkomentar "pacarnya ganteng banget mbak... mirip iku lho.. sing main sinetron"

Hearty: kenapa semua orang ngira kamu pacar aku ya??
Senseless: sendok garpu donk!!
Hearty: padahal kita nggak ada mesra-mesranya, yang ada jutek-jutekan iya..

Senseless melahap suapan pertamanya setelah penyumbat hidngnya dilepas Hearty.

Senseless: lain kali kalo mimisan jangan dpakein tissue kayak gitu.. baunya nggak enak!!
Hearty: iyaa, aku juga biasanya pake tissur non-perfumed, tp lg abis, yang ada ya ini. eh, kamu pusing nggak??
Senseless: nggak
Hearty: seumur-umur,, aku baru sekali mimisan, waktu aku SMP, pas pelantikan OSIS, kan panas banget tuh, trus aku udah begadang dua malem, dtambah pola makan nggak teratur, akhirnya aku mimisan. Wah, heboh banget deh,,, satu sekolah ngiranya aku luka dalem krn dijahatin seniorku,hihiih,, padahal sih..
Senseless: sedotannya donk! Gelasnya kotor!

Hearty menekuk wajahnya sambil menyodorkan sebatang sedotan kepada Senseless. Ia hendak membuka mulutnya untuk melanjutkan cerita mimisannya, namun Senseless sudah mengakhiri niat itu dengan "cepetan makannya, bus-nya udah mau jalan"

Hearty meletakkan sendok garpunya dan mengeluarkan sebatang rokok di sebelah kirinya. Dari kanan Senseless menatapnya tajam namun Hearty malah sibuk melihat paras anak kecil di meja depannya. Ia memainkan mimik muka untuk menggoda anak itu. Senseless mencengkram lengan kanannya sambil berkata pelan, "aku bilang, cepetan makannya.."

Hearty: aku nggak laper
Senseless: kita nggak akan berhenti lagi sampe malem
Hearty: biarin aja, aku bisa nahan laper bahkan tempat tujuan sekalipun.
Senseless: yaudah, terserah!!!

Tepat di hembusan terakhir rokok Senseless, bus mulai melaju keluar dari pelataran parkir rumah makan tersebut. Dilihatnya Hearty mulai mengantuk dan benar saja, dalam hitungan detik, Hearty mulai lelap dalam tidurnya. Tangannya mengurai secarik tissue di ujung rambut Hearty yang panjangnya sebahu. Tanpa membangunkannya, Senseless membersihkan sisa tissue mimisan itu dengan hati-hati. Ditatapny wajah damai Hearty, Seperti begitu damai dan tanpa beban.

Bus yang mereka tumpangi sampai di ufuk barat. Gelap mulai menyelimuti alam dan Hearty mulai bergerak menunjukkan terbangunnya. Senseless tersenyum tipis melihat gerakan bangun Hearty karena mengingatkannya pada sang adik. Senseless dengan cepat menghapus senyuman itu jauh sebelum Hearty benar-benar sadar dan berkata..................................................



---------------bersambung---------------------

I QUIT LYING SINCE......

Wednesday, 4 November 2009

I was in the sixth grade of elementary school and my first assignment that year came from a mathematics teacher. He asked me to do three pages of questions without even explained any single thing to me about the subject. I was shocked yet challenged. I tried my best to do it myself and finally at the end of the night, I did all the problems and perfectly scored by my teacher.

Friday was my last-day of school and I had sports subject that day. I changed my uniforms into a brilliant and sporty trainings and I went to do the warming up. I was not very good in football but I was the fastest runner amongst my classmates. I was so proud of that.

Every Saturday night, I went to my violin lesson. My teacher was impressed by my talent in music. He admitted that I was his smartest student even compared with his old-students. I played several hard tunes and I almost won the violin competition that day. My teacher still calls me "runner-up" until the day he died. He passed away after awarding me with "the best violin learner" when I was 13 years old.

I studied geography although memorizing was a very hard thing to do. I didn't give up til I got the highest score when the final exam came. My mom bought me two pairs of shoes after she saw the paper. "Perfect gift for perfect kid" that sentence was always on my mind. It was like the happiest moment for me as a science kid because science kids don't do social matters. I didn't really care. All I knew is that geography is interesting.

I dated an idiot because he asked my many things about many subjects. I felt grateful to date him and somehow, he made me smarter by questioning and kept asking. I love answering question because it made me wonder what the answer was.

I quit learning tae kwon do because I saw too much blood in my mom's laboratory and it killed me to learn to fight. I hate violation and I hate violence. I hate playing baseball because I hate hitting.

I saw my dad killed in an accident right after I got to the first semester of the ninth grade. I cried histerically and mom kept saying that boys don't cry. So I was just looking at my dad's body while learning why did mom killed him. I never find the answer to that question.

Therefore, I survive from this cancer because I haven't find the answer yet to that question.
I think tomorrow will be the day when my mom finally release her answer to my after all curiousity.
I am waiting for tomorrow then.
Good night.

Pertemuan si Hearty dan si Senseless (5)

Monday, 2 November 2009

Sesaat matanya menangkap bayangan Senseless bergerak, konstan membuka headphone dan bangkit dari tempat duduk. Hearty tidak menoleh, hanya mengiringi bangkitnya Senseless ke bagian depan bus, lalu bayangannya tak lagi terlihat lewat kaca jendela itu.

"Mau kemana tuh anak?" Hearty melongok mengikuti langkah kaki Senseless mendekati supir. Terlihat olehnya Senseless berbicara agak serius dengan kondektur dan supir sampai beberapa saat kemudian, bus memasuki SPBU. Anehnya, bus tersebut tidak mengisi bahan bakar, melainkan hanya parkir di dekat pintu keluar dan Senseless menunjuk ke belakang ke arah Hearty.

Lalu Senseless turun sambil menyulut rokoknya. Ternyata ia ingin ke toilet. Hearty hanya menggelengkan kepala karena dalam otaknya kini bercampur rasa kesal, bingung dan penasaran terhadap tingkah laku Senseless. Hearty bangkit dan mendekati sang supir.

Hearty: mau kemana katanya pak?
Supir: lha, dia bukan suamimu mbak?
Hearty: hah? suami?
Supir: iya, tadi mas itu bilang mau beli pembalut untuk mbak, karena mbak mendadak datang bulan. jadi saya terpaksa berhenti di sini.
Hearty: ooh...

Hanya tiga huruf yang bisa terucap dari bibir mungil Hearty. Tangannya mengepal namun keningnya berkerut. Ia menangkap Senseless kembali dari toilet sambil memadamkan rokoknya. Hearty segera kembali ke kursi belakang sambil menahan marah dan rasa bingung. Ia menyiapkan serentetang pertanyaan yang diharapnya tidak akan direspon dingin oleh Senseless.

"Dari mana kamu?" Hearty bertanya dingin
"Toilet. pipis" Senseless menjawab santai
"Kenapa nggak disini aja? Tuh ada toilet!" Hearty menunjuk dengan matanya
"Pengen sekalian ngerokok."
"Kenapa nggak ngajak aku?"
"Kenapa harus ngajak kamu?"
"Karena aku juga mau ngerokok." Hearty mulai jengkel
"Ya kenapa nggak keluar aja sendiri pas bus berhenti.?"
"Mana aku tau kalo busnya mau berhenti?"
"Ya waktu berhenti harusnya kamu langsung keluar lah. refleks dong!"

Hearty kehabisan pertanyaan, namun dilanjutkannya dengan "tadi ngomong apa sama supirnya?"
Senseless memasang headphone-nya kembali dan larut dalam alunan lagu sambil memejamkan matanya.
Di benakknya terismpan banyak jawaban untuk tiap pertanyaan Hearty. Diketahuinya Hearty adalah salah satu karyawan teladan dengan sejuta temang di kantor. Hal yang paling menonjol dari Hearty adalah keberaniannya. Ia selalu dipuji atas keberaniannya menyuarakan ide yang bagus dan menarik bagi siapa saja, kecuali dirinya.

Menurut Senseless, Hearty hanyalah gadis dengan seribu kekurangan yang berhasil membawa dirinya tertutupi oleh sejuta kelebihan. Namun bagi Senseless, tetap saja Hearty itu lemah dan terlalu rapuh. Bagusnya wajah ceria selalu menghiasi hari-harinya, karena Senseless yakin, tanpa satu sentimeter senyum di wajah Hearty, kerapuhan hatinya akan lebih menonjol daripada dinginnya sikap Senseless.

Lima belas menit berlalu, Hearty sudah mengalihkan pandangan kembali ke kaca jendela sementara Senseless benar benar telah lelap dalam tidurnya. Perjalanan lumayan jauh ini mulai terasa menjengkelkan bagi Hearty, namun ia memilih sabar dan cenderung memikirkan hal-hal seru sesampainya di kota tujuan. Ia membayangkan saat-saat menyenangkan selepas tugas dan bersantai di hotel murah yang telah disiapkan oleh kepala cabang. Pikirannya melayang saat tiba-tiba cengkraman kuat terasa di bahu kirinya. Hearty menoleh dan dilihatnya Senseless.......................................................................

-----bersambung-------